Al-Jazeera: Saudi Tangkap 20 Orang, Mayoritas Dai

KIBLAT.NET, Riyadh – Channel jaringan berita TV Timur Tengah Al-Jazeera, Senin (11/09), menyebutkan bahwa pemerintah Saudi menangkap sebanyak 20 orang, mayoritas juru dakwah, pada Sabtu lalu. Juru dakwa paling menonjol yang ditangkap, Syaikh Salman Al-Audah, Syaikh Awad Al-Qarni dan Syaikh Ali Al-Amri.

Informasi penangkapan ini diketahui setelah netizen Saudi ramai membicarakannya di situs jejaring sosial Twitter pada Ahad lalu. Bahkan tagar yang mengabarkan penangkapan Syaikh Salman Al-Audah menduduki posisi kedua trending topik Twitter Saudi. Rezim Saudi sengaja menutup rapat persoalan seperti ini.

Al-Jazeera pun menyandarkan laporan ini dari akun orang-orang Saudi yang disebutkan sudah dikenal. Sementara itu, pemerintah atau sumber pemerintah Saudi tidak mengeluarkan pernyataan terakit ini. Al-Jazeera mengatakan bahwa pihaknya berupaya menghubungi pihak berwenang Saudi namun tidak mendapat jawaban.

Terkait hal ini, Aktivis HAM Saudi tinggal di London Yahya Asiry mengatakan bahwa pemerintah Saudi biasanya tidak mengeluarkan pernyataan resmi terkait penangkapan seperti ini. Ia mengungkapkan bahwa pemerintah Saudi tidak hanya meminta orang diam dan tidak mengatakan apa yang mereka yakini namun juga meminta mereka mengatakan sesuai keinginan pemerintah.

Kabar penangkapan ini mengguncangkan jagad media sosial Saudi. Mayoritas mengutuk namun juga ada yang mendukung.

Penangkapan Syaikh Salman Al-Audah sendiri terkonfirmasi setelah saudaranya membenarkan hal itu. Konfirmasi itu disampaikan menyusul banyaknya pertanyaan di media sosial.

“Iya, sangat disayangkan,” tulis Syaikh Khalid Al-Udah, saudara kandung Syaikh Salman Al-Audah, di akun Twitternya menjawab pertanyaan banyak pengguna media sosial yang menanyakan kebenaran kabar penangkapan Syaikh Salman.

Pengguna media sosial menduga kuat penangkapan Syaikh Salman terkait cuitan terakhirnya mendoakan kesatuan antara rezim Saudi dan Qatar. Cuitan itu ditulisnya sehari setelah beredar kabar Raja Salman bin Abdul Aziz menghubungi emir Qatar.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat