... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Letjen Robert Ashley Jr Dilantik sebagai Direktur DIA

Foto: Letjen Robert P. Ashley Jr. dilantik sebagai ketua DIA yang baru.

KIBLAT.NET, Washington – Jenderal Angkatan Darat Amerika, Letjen Robert P. Ashley, Jr, baru-baru ini dikonfirmasi oleh Senat A.S. sebagai Direktur Agensi Intelijen Pertahanan (DIA) ke-21.

Saat ini, ia menjabat sebagai wakil kepala staf G-2 untuk Angkatan Darat AS. Ashley dijadwalkan untuk memulai tugasnya sebagai direktur DIA pada bulan Oktober. Ia mengambil alih posisi tersebut yang sebelumnya dijabat oleh Letnan Jenderal Vincent Stewart, USMC.

“Lt. Jenderal Ashley punya banyak pengalaman dalam intelejen, baik sebagai produser maupun konsumen,” kata Stewart.

“Dia sangat cocok untuk memimpin organisasi berbakat ini, sebelumnya pernah menjabat sebagai Direktur Intelijen Komando Pusat dan Komando Operasi Khusus Bersama, dan sebagai Komandan Pusat Intelijen Intelijen A.S. dan Fort Huachuca,” ujarnya lagi.

Sebagai direktur DIA, Ashley akan mengawasi intelijen dan operasi militer asing untuk menyampaikan informasi penting terkait misi yang dibutuhkan di masa perang. Sekitar 15 persen dari 16.500 personel tersebut ditempatkan di luar Washington, D.C. bertugas sebagai spesialis intelijen, kombatan, dan petugas atase pertahanan di lebih dari 140 negara.

Begitu Ashley menempati tugas barunya, Stewart akan menjadi wakil direktur baru Komando Cyber ​​A.S. (CYBERCOM). Dia dikonfirmasi oleh Senat A.S. pada 31 Juli.

Ashley meraih gelar sarjana ilmu politik dari Appalachian State University, gelar master dalam bidang intelijen strategis dari Defense Intelligence College dan gelar master dalam studi strategis dari United States Army War College.

Dia telah bertugas dalam berbagai kapasitas dengan Komando Operasi Khusus Bersama Angkatan Darat A.S., Komando Pusat A.S., dan Pasukan Bantuan Keamanan Internasional.

 

Reporter: Bunyanun Marsus
Editor: Fajar Shadiq


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Di Selat Singapura, BMH Turun Aksi Peduli Rohingya

KIBLAT.NET, Batam – Krisis kemanusiaan di Myanmar yang menyebabkan ribuan etnis minoritas Rohingya yang tinggal...

Senin, 11/09/2017 15:14 0

Rilis Syamina

Laporan Syamina: Beban Pajak, Sebuah Prakondisi Jihad Diponegoro

Pajak yang semakin tinggi membuat rakyat semakin miskin dan menderita. Apalagi ditambah dengan bencana alam gunung meletus dan wabah penyakit kolera yang semakin memperburuk keadaan. Pemerintah lokal dan penjajah Belanda yang mengontrolnya tidak peka dengan penderitaan rakyat, tetapi justru menaikkan pajak dan berbagai jenis bea (pajak) bagi barang-barang dagangan di gerbang-gerbang tol.

Senin, 11/09/2017 14:07 1

Video News

Editorial : Ketika Kaum Terpelajar Menolak Cadar

KIBLAT.NET – Entah kenapa cadar bagi Muslimah kini seolah menjadi barang tabu. Sejumlah negara-negara Eropa...

Senin, 11/09/2017 12:37 0

Video News

Tengku Zulkarnain: Ini yang Bisa Kita Lakukan untuk Rohingya

KIBLAT.NET – Kezaliman terhadap muslim Rahingya mengundang perhatian dunia, terutama kaum muslimin. Termasuk saudara-saudara mereka...

Senin, 11/09/2017 10:40 0

Indonesia

Ini Kesulitan ACT Saat Salurkan Bantuan untuk Rohingya

"Tantangannya yang sangat jelas dari penolakan pemerintah negara yang bersangkutan. Misal dari Myanmar, masih menutup dan memblokade bantuan kemanusiaan, baik dari NGO (Non Government Organization, red) atau lembaga apapun, tidak bisa masuk, bukan dipersulit, tapi tidak bisa masuk, diblokade," ungkapnya saat dihubungi Kiblat.net, Ahad (10/09).

Senin, 11/09/2017 05:42 0

Indonesia

Kritik Kelompok Anti Imunisasi, MUI: Apa Madu dan Kurma Bisa Cegah Semua Penyakit?

Tibun nabawi ajaran yang baik, tapi harus kita tempatkan ke tempat yang tepat

Sabtu, 09/09/2017 23:11 4

Indonesia

Belum Tersertifikasi LPPOM MUI, Pelabelan Halal Vaksin Rubella dalam Waktu Dekat

"Imunisasi rubella yang saat ini dijalankan sampai hari rabu dan kamis belum didaftarkan di LPPOM MUI,"

Sabtu, 09/09/2017 22:24 0

Indonesia

Muslim Rohingya Di Mata Kedutaan Besar Myanmar: Mereka Teroris

"They are terrorist," kata Wakil kedubes Myanmar untuk Indonesia, Kyaw Soe Thien

Sabtu, 09/09/2017 22:17 0

Indonesia

Dukung Imunisasi, MUI: Vaksin Wajib Halal dan Suci

"Namun, vaksin untuk imunisasi wajib menggunakan vaksin yang halal dan suci"

Sabtu, 09/09/2017 21:04 2

Indonesia

Jamin Berkhasiat, BPOM Minta Masyarakat Tak Khawatirkan Keamanan Vaksin

"Kami menjamin telah ada serangkaian bukti dia berkhasiat dan aman. Tidak usah takut dan termakan isu kemanan"

Sabtu, 09/09/2017 20:46 0

Close