... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Berkorban untuk Taat

Foto: Ilustrasi : Muslim Taat

KIBLAT.NET – Masih dalam bulan Zulhijjah. Masih dalam suasana memperingati agungnya pengorbanan Nabi Ibrahim as. dalam rangka ketaatan kepada Allah SWT. Kecintaan yang tinggi kepada Allaah mengalahkan kecintaan kepada anak, harta dan dunia.

Peristiwa penyembelihan Ismail as. yang digantikan hewan ternak memberikan teladan pada kita perihal perjuangan dan pengorbanan demi mewujudkan ketaatan kepada hukum-hukum Allah.

Hari ini banyak hukum-hukum Syariah yang diabaikan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Di bidang pemerintahan, ekonomi, sosial, hukum pidana, pendidikan, politik luar negeri dan yang lain sebagainya. Juga berbagai persoalan kemanusiaan yang menimpa kaum muslim di seluruh belahan dunia yang sudah pasti karena diabaikannya Syariah Islam.

Kaum muslim Rohingya yang digenosida, kaum muslim di Palestina yang terusir dari tanah kelahirannya, kaum muslim di Indonesia yang setengah dari jumlah penduduknya miskin, konflik-konflik yang sudah lama berkobar di negara-negara timur tengah seperti Suriah, Irak, Afghanistan dan lain sebagainya.

Belum lagi jika kita membicarakan kondisi pemerintahan negara-negara kaum muslimnya. Di Indonesia saja, kondisi negara kian memprihatinkan. Mulai dari undang-undangnya yang didikte mafia-mafia dan asing, jeratan hutang yang dianggap masih dalam batas wajar, kerjasama-kerjasama yang lebih menguntungkan asing, hukum yang mudah dibeli. Astaghfirullaahal’adziim.

Tambah parahnya yang masih hangat terjadi, Pemerintah Indonesia melah mengeluarkan Perppu Ormas yang dikeluarkan dalam kondisi yang sangat tidak darurat dan justru sangat bisa menjadi alat bagi pemerintah untuk membungkam ormas Islam yang kritis terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah.

Sungguh betapa kaum muslim sekarang direndahkan dari segala sisi. Kekayaan alamnya, kurikulum pendidikannya, sumber daya manusianya, dan hukum-hukumnya menjadi objek incaran para penguasa dan pengusaha licik dan tamak untuk memenuhi kepentingan di antara mereka saja. Ketika kaum muslim ditindas, dikuasai dan dijajah secara politik dan ekonomi, para penguasa dan pengusaha kapitalistik mendadak tidak peduli lagi dengan HAM dan isu kemanusiaan. Benarlah hadits Rasulullaah saw.: “Nyaris berbagai umat menyerang kalian seperti makanan yang disantap dari tempat sajiannya.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud).

Kita sebagai bagian dari kaum muslim itu sendiri sudah selayaknya menjadi bagian dari perjuangan penegakkan hukum-hukum Allaah SWT. Kita dengan meminta petunjuk-Nya terus suarakan yang haq itu haq dan yang bathil itu bathil walaupun orang kafir tidak suka, walaupun pemerintah sering menuduhnya sebagai hatespeech.

“Hai orang-orang yang beriman, jika kalian menolong agama Allaah, niscaya Dia akan menolong kalian dan mengokohkan kedudukan kalian.” (TQS. Muhammad: 7). “Jika kalian menolong agama Allaah” menurut Imam Ar Razi bermakna menolong agamaNya, memperjuangkan syariahNya serta membantu para pejuang yang memperjuangkan agama dan syariahNya. Rasulullaah SAW. Dan para sahabatnya telah memberikan teladan terbaik bagaimana membela dan memperjuangkan agama Allah. Yakni dengan dakwah yang memperjuangkan penerapan Syariah Islam secara kaaffah sebagai perkara yang tidak bisa ditawar lagi.

Walaupun tentu dakwah mengandung risiko. Seperti itu pun yang dialami oleh Rasulullaah SAW. dan para sahabatnya. Rasulullah SAW. bersabda: “Demi Allah, andai mereka bisa meletakkan matahari di tangan kananku dan rembulan di tangan kiriku agar aku meninggalkan perkara dakwah ini, (maka) hingga Allaah memenangkan perkara ini atau aku binasa di jalannya, aku tetap tidak akan meninggalkannya.” (Sirah An Nabawiyah Ibnu Hisyam). Perjuangan dan pengorbanan kaum muslim demi tegaknya hukum-hukum Syariah secara kaaffah insyaa Allaah akan membuahkan hasil dalam waktu yang tidak lama lagi. Aamiin.

“Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dan beramal shalih di antara kalian, bahwa Dia benar-benar akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, Dia benar-benar akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah Dia ridhai untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar keadaan mereka sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah aku tanpa mempersekutukan Aku dengan apa pun. Siapa saja yang kafir sesudah janji itu, mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS. An Nur: 55). Wallaahu a’lam bishshawwaab.

 

Penulis: Rahmi Rahmawati, Ibu Rumah Tangga, Aktivis Dakwah

 

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Amerika

Badai Irma Terjang Amerika, 5 Tewas dan Jutaan Orang Mengungsi

Badai Irma terjang wilayah Florida, Amerika Serikat dengan kecepatan 100 mil per jam.

Senin, 11/09/2017 16:59 0

Amerika

Letjen Robert Ashley Jr Dilantik sebagai Direktur DIA

Jenderal Angkatan Darat Amerika, Letjen Robert P. Ashley, Jr, baru-baru ini dikonfirmasi oleh Senat A.S. sebagai Direktur Agensi Intelijen Pertahanan (DIA) ke-21.

Senin, 11/09/2017 16:33 0

Irak

Banyak Jatuh Korban Sipil di Mosul, Hak Asasi Iraq Tuntut Pasukan Koalisi

Komisi resmi yang menangani hak asasi manusia di Iraq berencana akan menuntut pasukan koalisi asing pimpinan AS yang diduga telah menyebabkan kematian lebih dari 2.000 warga sipil di kota Mosul.

Senin, 11/09/2017 15:33 0

Indonesia

Di Selat Singapura, BMH Turun Aksi Peduli Rohingya

KIBLAT.NET, Batam – Krisis kemanusiaan di Myanmar yang menyebabkan ribuan etnis minoritas Rohingya yang tinggal...

Senin, 11/09/2017 15:14 0

Rilis Syamina

Laporan Syamina: Beban Pajak, Sebuah Prakondisi Jihad Diponegoro

Pajak yang semakin tinggi membuat rakyat semakin miskin dan menderita. Apalagi ditambah dengan bencana alam gunung meletus dan wabah penyakit kolera yang semakin memperburuk keadaan. Pemerintah lokal dan penjajah Belanda yang mengontrolnya tidak peka dengan penderitaan rakyat, tetapi justru menaikkan pajak dan berbagai jenis bea (pajak) bagi barang-barang dagangan di gerbang-gerbang tol.

Senin, 11/09/2017 14:07 0

Video News

Editorial : Ketika Kaum Terpelajar Menolak Cadar

KIBLAT.NET – Entah kenapa cadar bagi Muslimah kini seolah menjadi barang tabu. Sejumlah negara-negara Eropa...

Senin, 11/09/2017 12:37 0

Video News

Tengku Zulkarnain: Ini yang Bisa Kita Lakukan untuk Rohingya

KIBLAT.NET – Kezaliman terhadap muslim Rahingya mengundang perhatian dunia, terutama kaum muslimin. Termasuk saudara-saudara mereka...

Senin, 11/09/2017 10:40 0

Myanmar

Pemerintah Myanmar Tolak Gencatan Senjata ARSA

Pemerintah tidak akan berunding dengan “teroris”. Pernyataan itu ditulisnya beberapa jam setelah pernyataan gencatan senjata ARSA

Senin, 11/09/2017 09:35 1

Rusia

Rusia Tangkap Puluhan Peserta Aksi Solidaritas Rohingya

Sementara itu, polisi tidak memberikan informasi mengenai jumlah peserta aksi yang ditahan. Kantor berita AFP menyebutkan, jumlah demonstran yang ditangkap di kota Saint Petersburg sebanyak 100 orang.

Senin, 11/09/2017 08:17 0

Prancis

Interpol Hapus Nama Syaikh Yusuf Al-Qardhawi dari Daftar DPO

Organisasi Polisi Internasional (Interpol) menghapus nama presiden Persatuan Cendikiawan Muslim Dunia (Al-Ittihad Al-Alami li Ulama Al-Muslimin), Dr. Yusuf al-Qardhawi, dari daftar yang dicari. Penghapusan DPO itu setelah menemukan bahwa tuduhan yang diajukan kepadanya oleh rezim Mesir dibuat-buat.

Senin, 11/09/2017 07:32 0