... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Banyak Jatuh Korban Sipil di Mosul, Hak Asasi Iraq Tuntut Pasukan Koalisi

Foto: Perang Iraq

KIBLAT.NET, Mosul – Komisi resmi yang menangani hak asasi manusia di Iraq berencana akan menuntut pasukan koalisi asing pimpinan AS yang diduga telah menyebabkan kematian lebih dari 2.000 warga sipil di kota Mosul.

Seorang juru bicara komisi yang berafiliasi dengan parlemen Iraq ini mengutarakan rencana langkah hukum tersebut pada hari Ahad (10/09) kemarin.

“Banyak sekali gedung-gedung, perumahan, dan pusat komersial di Mosul yang telah hancur akibat serangan udara jet-jet tempur koalisi. Sementara sekitar 2.000 tubuh-tubuh tak bernyawa terkubur di reruntuhan bangunan,” kata anggota Komisi bernama Wahda al-Jumaili dalam pernyataannya.

Oleh karena itu, Komisi meminta kepada pihak berwenang kejaksaan Iraq untuk membuat surat resmi gugatan terhadap para komandan pasukan koalisi atas terjadinya pelanggaran hukum kemanusiaan, dan juga atas kegagalan mereka membedakan antara warga sipil dan kombatan.

Lebih jauh, al-Jumaili akan terus mendesak Perdana Menteri Haidar al-Abadi agar segera melakukan penyelidikan guna mengetahui secara pasti siapa yang bertanggung jawab atas hilangnya nyawa orang-orang yang tidak berdosa tersebut.

Hisyamuddin al-Abbar, seorang anggota dewan di provinsi Ninawa yang beribukota di Mosul itu menyampaikan kepada media Anadolu bahwa bagian barat Mosul, terutama di daerah Kota Tua mengalami kerusakan terparah dan berskala luas akibat ganasnya serangan udara pasukan koalisi.

Pada bulan Juli, atas dukungan koalisi pasukan keamanan Iraq telah mengambil alih kota Mosul dari tangan kelompok ISIS menyusul operasi militer yang mereka gelar selama sembilan bulan.

Selama sembilan bulan itu pula, operasi militer banyak mengandalkan bombardemen dan serangan udara masif yang menyasar pemukiman & rumah-rumah penduduk di kota Mosul. Hingga saat ini, belum diketahui secara jelas berapa jumlah warga sipil yang tewas akibat perang itu.

 

(YasinMuslim/Worldbulletin)

 

 


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Di Selat Singapura, BMH Turun Aksi Peduli Rohingya

KIBLAT.NET, Batam – Krisis kemanusiaan di Myanmar yang menyebabkan ribuan etnis minoritas Rohingya yang tinggal...

Senin, 11/09/2017 15:14 0

Rilis Syamina

Laporan Syamina: Beban Pajak, Sebuah Prakondisi Jihad Diponegoro

Pajak yang semakin tinggi membuat rakyat semakin miskin dan menderita. Apalagi ditambah dengan bencana alam gunung meletus dan wabah penyakit kolera yang semakin memperburuk keadaan. Pemerintah lokal dan penjajah Belanda yang mengontrolnya tidak peka dengan penderitaan rakyat, tetapi justru menaikkan pajak dan berbagai jenis bea (pajak) bagi barang-barang dagangan di gerbang-gerbang tol.

Senin, 11/09/2017 14:07 1

Video News

Editorial : Ketika Kaum Terpelajar Menolak Cadar

KIBLAT.NET – Entah kenapa cadar bagi Muslimah kini seolah menjadi barang tabu. Sejumlah negara-negara Eropa...

Senin, 11/09/2017 12:37 0

Video News

Tengku Zulkarnain: Ini yang Bisa Kita Lakukan untuk Rohingya

KIBLAT.NET – Kezaliman terhadap muslim Rahingya mengundang perhatian dunia, terutama kaum muslimin. Termasuk saudara-saudara mereka...

Senin, 11/09/2017 10:40 0

Indonesia

Ini Kesulitan ACT Saat Salurkan Bantuan untuk Rohingya

"Tantangannya yang sangat jelas dari penolakan pemerintah negara yang bersangkutan. Misal dari Myanmar, masih menutup dan memblokade bantuan kemanusiaan, baik dari NGO (Non Government Organization, red) atau lembaga apapun, tidak bisa masuk, bukan dipersulit, tapi tidak bisa masuk, diblokade," ungkapnya saat dihubungi Kiblat.net, Ahad (10/09).

Senin, 11/09/2017 05:42 0

Indonesia

Kritik Kelompok Anti Imunisasi, MUI: Apa Madu dan Kurma Bisa Cegah Semua Penyakit?

Tibun nabawi ajaran yang baik, tapi harus kita tempatkan ke tempat yang tepat

Sabtu, 09/09/2017 23:11 4

Indonesia

Belum Tersertifikasi LPPOM MUI, Pelabelan Halal Vaksin Rubella dalam Waktu Dekat

"Imunisasi rubella yang saat ini dijalankan sampai hari rabu dan kamis belum didaftarkan di LPPOM MUI,"

Sabtu, 09/09/2017 22:24 0

Indonesia

Muslim Rohingya Di Mata Kedutaan Besar Myanmar: Mereka Teroris

"They are terrorist," kata Wakil kedubes Myanmar untuk Indonesia, Kyaw Soe Thien

Sabtu, 09/09/2017 22:17 0

Indonesia

Dukung Imunisasi, MUI: Vaksin Wajib Halal dan Suci

"Namun, vaksin untuk imunisasi wajib menggunakan vaksin yang halal dan suci"

Sabtu, 09/09/2017 21:04 2

Indonesia

Jamin Berkhasiat, BPOM Minta Masyarakat Tak Khawatirkan Keamanan Vaksin

"Kami menjamin telah ada serangkaian bukti dia berkhasiat dan aman. Tidak usah takut dan termakan isu kemanan"

Sabtu, 09/09/2017 20:46 0

Close