... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Berhasil Tembus Rakhine, Begini Kesaksian Relawan Kemanusiaan ACT

KIBLAT.NET, Jakarta- Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) berhasil menyalurkan bantuan kepada korban kekerasan di Rakhine State. Bantuan yang disalurkan kepada pengungsi Rohingya tersebut mencapai 12 ton yang terdiri dari beras, terigu, kentang, cabe, bawang dan minyak sayur.

Bantuan tersebut diantarkan langsung oleh relawan ACT di Rakhine yang juga Leader Tim Komunikasi, Faisol Amrullah. Menurut keterangan Manager Komunikasi ACT, Lukman Aziz bantuan yang disalurkan itu cukup hingga sebulan ke depan.

“Insya Allah bantuan tersebut cukup untuk satu bulan kedepan,” ungkap Lukman saat dihubungi Kiblat.net, Ahad (10/09) siang.

Sementara itu, Faisol yang berada di lokasi konflik mengatakan bahwa serangan militer Myanmar ke wilayah Rakhine State bersifat sporadis dan tak terjadwal. Bisa terjadi pagi, siang atau sore hari.

“Yang jelas mereka tak pernah melakukannya malam hari,” ungkap Faisol.

Faisol juga menambahkan, masalah kesehatan para pengungsi yang terisolasi sangat memprihatinkan. Tanpa dokter, tanpa penanganan medis, mereka terancam mati akibat penyakit karena buruknya kondisi.

“Tak ada bangunan permanen yang bisa buat mereka berteduh, mereka harus tinggal di tenda-tenda darurat berupa terpal yang dibentangkan. Bila hujan terjadi, bocor dimana-mana, belum lagi pakaian yang digunakan hanya yang ada di badan,” terangnya.

Akibatnya, sejumlah penyakit dialami pengungsi yang terisolir tersebut. Para pengunsi terserang penyakit demam, diare, kelaparan, dehidrasi, radang dan lain sebagainya.

“Air yang mereka minum pun diambil dari air genangan berwarna coklat yang tentu sangat tidak baik buat tubuh, tak ada kamar mandi buat buang air. Tapi ya mau gimana lagi,” ungkapnya.

Lukman juga menambahkan selain kebutuhan pangan, pakaian dan sarana berteduh yang layak, mereka juga membutuhkan obat-obatan dan dokter di lokasi.

“Sampai sekarang tak ada satupun dokter yang menangani sakit para pengungsi,” imbuhnya.

Mengenai perkembangan terakhir di Myanmar, Lukman menyebutkan hingga kini blokade bantuan kemanusiaan masih diberlakukan. NGO masih sulit untuk memberikan bantuan kemanusiaan secara terbuka kedalam.

“Kami berharap pemerintah Myanmar mau membuka buat NGO masuk memberikan bantuan kepada para pengungsi yang masih terisolasi,” pintanya.

 
Reporter: Muhammad Jundi
Editor: Syafi’i Iskandar

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Kritik Kelompok Anti Imunisasi, MUI: Apa Madu dan Kurma Bisa Cegah Semua Penyakit?

Tibun nabawi ajaran yang baik, tapi harus kita tempatkan ke tempat yang tepat

Sabtu, 09/09/2017 23:11 3

Indonesia

Belum Tersertifikasi LPPOM MUI, Pelabelan Halal Vaksin Rubella dalam Waktu Dekat

"Imunisasi rubella yang saat ini dijalankan sampai hari rabu dan kamis belum didaftarkan di LPPOM MUI,"

Sabtu, 09/09/2017 22:24 0

Indonesia

Muslim Rohingya Di Mata Kedutaan Besar Myanmar: Mereka Teroris

"They are terrorist," kata Wakil kedubes Myanmar untuk Indonesia, Kyaw Soe Thien

Sabtu, 09/09/2017 22:17 0

Indonesia

Dukung Imunisasi, MUI: Vaksin Wajib Halal dan Suci

"Namun, vaksin untuk imunisasi wajib menggunakan vaksin yang halal dan suci"

Sabtu, 09/09/2017 21:04 2

Indonesia

Jamin Berkhasiat, BPOM Minta Masyarakat Tak Khawatirkan Keamanan Vaksin

"Kami menjamin telah ada serangkaian bukti dia berkhasiat dan aman. Tidak usah takut dan termakan isu kemanan"

Sabtu, 09/09/2017 20:46 0

Indonesia

KH Cholil Nafis: Pembantaian Rakhine Tak Ada yang Sebut Teroris, Di Indonesia Bawa Panci Disebut Teroris

“Kenapa kasus pembantaian di Rakhine, Myanmar tak ada yang menyebut teroris ya"

Sabtu, 09/09/2017 16:31 0

Indonesia

Janggal Penangkapan Alfian Tanjung, Kuasa Hukum Lapor ke Komnas HAM

Tim Advokasi untuk Alfian Tanjung (TAAT) melihat penangkapan dan penahanan kliennya banyak kejanggalan dan ada dugaan pelanggaran hak asasi manusia. Karenanya, TAAT tidak mengambil jalur hukum berupa praperadilan, namun akan melaporkan kasus ini ke dewan pengawas terkait.

Sabtu, 09/09/2017 07:41 0

Opini

Dosen Bercadar Ini Raih Hak Paten atas Penemuannya dari Kemenkumham RI

Cadar, yang selama ini orang menghujatnya, mengeluarkan larangan atas penggunaannya, dan menganggapnya sebagai fenomena keterbelakangan, ternyata juga digunakan oleh seorang dosen sekaligus peneliti yang cerdas.

Sabtu, 09/09/2017 06:44 0

Indonesia

GTA Salurkan Hewan Quban di Pegunungan Menoreh

KIBLAT.NET, Yogyakarta – Untuk kesekian kalinya, Griya Tabung Akhirat (GTA) melalui program SEBAR QURBAN 1438...

Sabtu, 09/09/2017 06:28 0

Artikel

“Jangan Ambil Pusing dengan Isu yang Membuat Rumit Masalah Rohingya”

Datuk Hishamudin melanjutkan bahwa kita tidak boleh berdiam diri melihat penderitaan yang dialami muslim Rohingya. Berikutnya, beliau menandaskan bahwa momentum krisis Rohingya ini mengandung ibroh yang cukup besar.

Sabtu, 09/09/2017 06:16 0