... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pembantaian Tula Toli: Kengerian Tragedi Rohingya Tergambar Jelas Di Sini

Foto: Peta wilayah Rohingya di Tula Toli di negara bagian Rakhine, Myanmar.

KIBLAT.NET – Tula Toli memiliki aliran sungai yang deras dimana penduduk Rohingya tewas di dalamnya. Mengalir di sekitar desa terpencil di tiga sisi, perairan berbahaya ini memungkinkan tentara Myanmar untuk memojokkan dan menahan warga ke tepi sungai berpasir. Beberapa ditembak di tempat. Yang lainnya tenggelam dalam arus saat mereka mencoba melarikan diri.

Zahir Ahmed, dengan mata merah padam dan kemeja bernoda keringat dan kotoran masih terlihat panik dan trauma meski berhasil melarikan diri. Dia bersembunyi di hutan lebat dan menyaksikan saat-saat terakhir keluarganya dibantai.

“Saya berada tepat di sisi air,” kenangnya dalam sebuah wawancara seminggu kemudian di sebuah kamp pengungsi di negara tetangga Bangladesh.

Ahmed mengatakan bahwa remaja dan orang dewasa ditembak dengan senapan, sementara bayi dan balita, termasuk anak bungsunya, Hasina yang berusia enam bulan, dilempar ke air. Ahmed lalu menangis saat teringat bagaimana istri dan anaknya tewas.

Lebih dari 160.000 minoritas Rohingya telah melarikan diri ke Bangladesh, membawa semua cerita yang menggambarkan pembersihan etnis.

Selama wawancara dengan lebih dari selusin orang Rohingya dari Tula Toli, The Guardian mendapat cerita-cerita pembantaian yang menghancurkan saat angkatan bersenjata Myanmar menyapu desa tersebut pada tanggal 30 Agustus dan membunuh sejumlah orang.

“Mereka melarikan diri ke perbukitan di barat untuk melakukan perjalanan tiga hari ke perbatasan Myanmar dengan Bangladesh. Sisanya dimakamkan di sebuah kuburan massal,” kata penduduk desa.

Banyak wawancara dilakukan secara terpisah selama dua hari. Para penduduk desa tanpa diminta langsung mengkonfirmasi tragedi pembantaian di Tula Toli tersebut.

Pembantaian Tula Toli yang terlihat mengerikan, diklaim tentara Myanmar sebagai balasan atas penyergapan pada tanggal 25 Agustus oleh kelompok militan Rohingya yang baru muncul, ARSA. ARSA melakukan serangan balasan yang besar atas kekerasan yang telah bertahun-tahun terjadi di negara bagian Rakhine utara.

Banyak Rohingya sudah melarikan diri. Bentrokan komunal dengan umat Buddha di Rakhine mendorong 140.000 Rohingya meninggalkan rumah mereka pada tahun 2012. Ribuan orang telah meninggal di laut atau di kamp-kamp hutan yang brutal yang dikelola oleh penyelundup manusia.

Sebuah laporan PBB yang dirilis tahun ini merinci kejadian yang terjadi pada mereka yang tetap tinggal di dalamnya. Laporan tersebut menggambarkan pembunuhan massal dan pemerkosaan oleh angkatan bersenjata Myanmar dalam tindakan yang dapat disebut sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.

Gelombang kekerasan saat ini adalah yang terburuk sejauh ini, dan kelompok hak asasi manusia mengatakan bahwa ini bisa menjadi kampanye pembersihan akhir untuk menyingkirkan Myanmar dari Rohingya. Satelit telah merekam gambar seluruh desa yang terbakar ke tanah.

Baca halaman selanjutnya: Ketika Para Saksi Mata...

Halaman Selanjutnya 1 2
... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Janggal Penangkapan Alfian Tanjung, Kuasa Hukum Lapor ke Komnas HAM

Tim Advokasi untuk Alfian Tanjung (TAAT) melihat penangkapan dan penahanan kliennya banyak kejanggalan dan ada dugaan pelanggaran hak asasi manusia. Karenanya, TAAT tidak mengambil jalur hukum berupa praperadilan, namun akan melaporkan kasus ini ke dewan pengawas terkait.

Sabtu, 09/09/2017 07:41 0

Opini

Dosen Bercadar Ini Raih Hak Paten atas Penemuannya dari Kemenkumham RI

Cadar, yang selama ini orang menghujatnya, mengeluarkan larangan atas penggunaannya, dan menganggapnya sebagai fenomena keterbelakangan, ternyata juga digunakan oleh seorang dosen sekaligus peneliti yang cerdas.

Sabtu, 09/09/2017 06:44 0

Indonesia

GTA Salurkan Hewan Quban di Pegunungan Menoreh

KIBLAT.NET, Yogyakarta – Untuk kesekian kalinya, Griya Tabung Akhirat (GTA) melalui program SEBAR QURBAN 1438...

Sabtu, 09/09/2017 06:28 0

Artikel

“Jangan Ambil Pusing dengan Isu yang Membuat Rumit Masalah Rohingya”

Datuk Hishamudin melanjutkan bahwa kita tidak boleh berdiam diri melihat penderitaan yang dialami muslim Rohingya. Berikutnya, beliau menandaskan bahwa momentum krisis Rohingya ini mengandung ibroh yang cukup besar.

Sabtu, 09/09/2017 06:16 0

Opini

Mati Tertindas atau Melawan dengan Gelar ‘Teroris’?

KIBLAT.NET- Dari waktu ke waktu, generasi ke generasi, Islam dan kaum Muslimin tak henti-hentinya mendapat...

Jum'at, 08/09/2017 22:01 0

Indonesia

Akses ke Magelang Dihadang Polisi, Dahnil: Berlebihan dan Paranoid

Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak memberikan komentar terkait penutupan akses jalan menuju ke aksi solidaritas untuk Rohingya di Magelang.

Jum'at, 08/09/2017 21:59 0

Indonesia

Keterangan Relawan Rakhine: Kelompok Wirathu Tak Ingin Myanmar seperti Indonesia

Para pemuka agama Buddha dari "kelompok 969" dibawah pimpinan Biksu Wirathu terus menerus melakukan propaganda dalam khutbahnya.

Jum'at, 08/09/2017 21:56 0

Indonesia

Gubernur Ahmad Heryawan: Donasi Jawa Barat Peduli Rohingya Capai 1,2 Miliyar

Uang tersebut telah dikumpulkan selama satu pekan terakhir, dari donasi Masjid-masjid pemerintah, masjid masyarakat Jawa barat, serta infaq masyarakat Jawa barat.

Jum'at, 08/09/2017 21:29 0

Indonesia

Usai Khutbah Jumat, Gubernur Jabar Pimpin Aksi Solidaritas untuk Rohingya

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan menjadi khatib Jumat di Masjid Pusdai, Jawa Barat. Selain itu, ia juga mempimpin aksi solidaritas dan penggalangan dana untuk Rohingya.

Jum'at, 08/09/2017 20:48 0

Indonesia

Elemen Mahasiswa dan Pemuda Bali Galang Dana untuk Korban Kemanusiaan Rohingya

Usai shalat Jumat (08/09), ratusan pemuda dan mahasiswa di Bali turun ke jalanan. Mereka melakukan penggalangan dana yang nantinya akan didonasikan untuk etnis Muslim Rohingya.

Jum'at, 08/09/2017 20:20 0