... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

“Jangan Ambil Pusing dengan Isu yang Membuat Rumit Masalah Rohingya”

Foto: Pemilik Karangkraf Group, Datuk Hishamudin Yakob

KIBLAT.NET – Hari Jumat adalah penghulu hari-hari. Di dalamnya, ada syariat shalat jumat, pengganti shalat dhuhur. Di dalam shalat jumat, berkumpul pula umat Islam laki-laki, untuk mendengarkan khutbah.

Di dalam hari jumat, ada satu waktu, yang merupakan salah satu waktu yang maqbul untuk berdoa. Memperbanyak shalawat, dan doa adalah sangat dianjurkan di hari Jumat. Oleh sebab itu, hari Jumat merupakan hari yang spesial bagi umat Islam.

Jumat ini, di jawa tengah, umat Islam mengadakan aksi damai untuk mengungkapkan dukungan dan solidaritas pada umat Islam etnis Rohingya, yang hari ini menjadi korban genosida. Meski melewati lika-liku yang hampir mirip aksi bela islam 411 dan 212 lalu, tak menyurutkan tekad umat untuk mengikuti aksi damai di Magelang, jawa tengah.

Jauh di negeri seberang, mendung mulai menutupi langit, Jumat siang waktu Selangor. Hari itu,¬†sebuah konferensi untuk membantu Rohingya digelar di gedung Karang Kraf, Negara Bagian Selangor, Malaysia. Gedung ini adalah gedung milik kelompok media Karang Kraf Acara ini bertajuk “Sinar for Rohingya, Solidarity for Humanity”.

Sesuai namanya, acara ini digagas oleh Harian Sinar, yang merupakan salah satu surat kabar, di bawah kelompok media Karangkraf di Malaysia. Pemilik Karangkraf Group, Datuk Hishamudin Yakob, adalah orang yang pertama menggagas acara ini.

Dalam sambutannya, Datuk Hishamudin mengatakan bahwa acara ini disusun kurang dari 1×24 jam. Ia bersyukur, dengan mudahnya komunikasi hari ini. Dengan waktu yang relatif singkat itu, telah berhasil mengumpulkan 95 NGO (Non Government Organization).

Datuk Hishamudin melanjutkan bahwa kita tidak boleh berdiam diri melihat penderitaan yang dialami muslim Rohingya. Berikutnya, beliau menandaskan bahwa momentum krisis Rohingya ini mengandung ibroh yang cukup besar.

“Krisis Rohingya ini terjadi atas izin Allah. Kita pun tak menghendaki krisis tersebut terjadi. Namun, di balik musibah pasti ada ibrah. Ibrah bagi kita adalah munculnya persatuan kembali umat Islam, dalam rangka untuk sama-sama membantu Rohingya,” ujar Hishamuddin.

CEO yang membawahi 32 media di bawah grup Karangkraf ini melanjutkan, “Kita ini, umat Islam, adalah ahlinya berpecah. Apa tidak lelah kita selama ini terus berpecah?”

Lebih lanjut, beliau mengharapkan bahwa kumpulan NGO yang dikumpulkan ini nantinya akan tergabung dalam satu wadah. Tujuannya adalah, memberi tekanan lebih besar kepada pemegang keputusan di Malaysia. “Sebab, kalau terus berjalan sendiri-sendiri, tidak akan mampu memberi tekanan kepada stakeholder,” ujarnya.

Peserta seminar “Sinar for Rohingya, Solidarity for Humanity” di Selangor, Malaysia pada Jumat (08/09).

Datuk Hishamudin menekankan perlunya dua hal: kampanye di media tentang penderitaan muslim Rohingya, dan kampanye donasi. “Jangan ambil pusing dengan isu-isu yang membuat rumit masalah Rohingya. Telah jelas urusan kemanusiaan di depan mata. Jangan takut dengan celaan orang yang mencela” ujarnya.

Dalam penutupnya, beliau mengusulkan perlunya pemetaan keahlian di antara NGO yang bergabung agar lebih mudah memetakan kebutuhan dan bantuan yang akan disampaikan kepada Muslim Rohingya.

Ya, inilah wujud ukhuwah Islamiyah. Bergerak bersama membantu saudara Muslim yang terdholimi, di manapun mereka berada. Tanpa tersekat kebangsaan. Tanpa menghiraukan batas teritori negara.

Di hari Jumat ini, kita perbanyak shalawat. Kita perbanyak pula berdoa, semoga Allah berkahi umat Islam di negara yang bertetangga ini. Sebab, mereka telah menunjukkan usahanya dalam membela dan membantu muslim Rohingya yang terzalimi.

Sebab mereka telah menjalankan syariat Rasul-Mu untuk mencintai muslim yang lain, yang telah mempersaudarakan kami sebagai ummatan wahidah. Ummat yang satu.

Allahumma taqabbal…

 

Penulis: Multazim Jamil

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

News

Jadi Muazin di Masjidil Haram, Amalan ini Dilakukan Sang Ayah Sejak Kecil

Ada ribuan lamaran masuk menjadi muazin. Selanjutnya, calon-calon tersebut akan diseleksi berdasarkan pengetahuan terhadap agama Islam.

Jum'at, 08/09/2017 22:47 0

Opini

Mati Tertindas atau Melawan dengan Gelar ‘Teroris’?

KIBLAT.NET- Dari waktu ke waktu, generasi ke generasi, Islam dan kaum Muslimin tak henti-hentinya mendapat...

Jum'at, 08/09/2017 22:01 0

Indonesia

Akses ke Magelang Dihadang Polisi, Dahnil: Berlebihan dan Paranoid

Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak memberikan komentar terkait penutupan akses jalan menuju ke aksi solidaritas untuk Rohingya di Magelang.

Jum'at, 08/09/2017 21:59 0

Indonesia

Keterangan Relawan Rakhine: Kelompok Wirathu Tak Ingin Myanmar seperti Indonesia

Para pemuka agama Buddha dari "kelompok 969" dibawah pimpinan Biksu Wirathu terus menerus melakukan propaganda dalam khutbahnya.

Jum'at, 08/09/2017 21:56 0

Indonesia

Gubernur Ahmad Heryawan: Donasi Jawa Barat Peduli Rohingya Capai 1,2 Miliyar

Uang tersebut telah dikumpulkan selama satu pekan terakhir, dari donasi Masjid-masjid pemerintah, masjid masyarakat Jawa barat, serta infaq masyarakat Jawa barat.

Jum'at, 08/09/2017 21:29 0

Indonesia

Usai Khutbah Jumat, Gubernur Jabar Pimpin Aksi Solidaritas untuk Rohingya

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan menjadi khatib Jumat di Masjid Pusdai, Jawa Barat. Selain itu, ia juga mempimpin aksi solidaritas dan penggalangan dana untuk Rohingya.

Jum'at, 08/09/2017 20:48 0

Indonesia

Elemen Mahasiswa dan Pemuda Bali Galang Dana untuk Korban Kemanusiaan Rohingya

Usai shalat Jumat (08/09), ratusan pemuda dan mahasiswa di Bali turun ke jalanan. Mereka melakukan penggalangan dana yang nantinya akan didonasikan untuk etnis Muslim Rohingya.

Jum'at, 08/09/2017 20:20 0

Indonesia

Sulitnya Peserta Aksi Bela Rohingya ke Magelang: Jalan Ditutup, Lintasi Sungai hingga Ketatnya Pemeriksaan

Umat Islam yang turut Aksi Bela Rohingya di Magelang ternyata mendapatkan banyak hambatan dari pihak aparat kepolisian.

Jum'at, 08/09/2017 18:48 0

Indonesia

Dihadang Polisi, Dahnil Terjang Sungai ke Aksi Solidaritas Rohingya di Magelang

Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak terpaksa melintasi sungai untuk tiba ke Magelang. Lantara jalan ditutup oleh polisi.

Jum'at, 08/09/2017 18:42 1

Indonesia

Ada Motif Ekonomi di Balik Genosida Muslim Rohingya

Ternyata, Arakan dikenal memiliki tanah yang subur dan kaya akan sumber daya alam.

Jum'at, 08/09/2017 18:15 0