... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Mati Tertindas atau Melawan dengan Gelar ‘Teroris’?

KIBLAT.NET- Dari waktu ke waktu, generasi ke generasi, Islam dan kaum Muslimin tak henti-hentinya mendapat serangan dari para musuhnya, orang kafir. Bagi siapa yang berpegang teguh dengan Islam, para musuh Islam tak akan tinggal diam. Mereka akan melakukan apapun, hingga seorang Muslim mengikuti agama orang kafir.

Memang, baginda Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wasalam mensabdakan bahwa di akhir zaman, seorang Muslim dalam menjaga akidahnya seperti memegang bara api. Jika tangan kita tetap menggenggam, maka akan tangan akan terbakar. Tapi jika dilepas, lepas sudah aqidah yang selama ini digenggam.

يَأْتِى عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ الصَّابِرُ فِيهِمْ عَلَى دِينِهِ كَالْقَابِضِ عَلَى الْجَمْرِ

“Akan datang kepada manusia suatu zaman, orang yang berpegang teguh pada agamanya seperti orang yang menggenggam bara api.” (HR. Tirmidzi)

Kita bisa melihat bagaimana umat Islam di berbagai belahan dunia mempertahankan akidah mereka. Di Suriah, mereka dipaksa untuk mengatakan La Ilaha Illa Bashar (tidak ada tuhan selain Bashar). Dan kali ini, saudara Muslim kita di Myanmar, mereka terus ditekan oleh pemerintah setempat. Muslim Myanmar bahkan mempertanyakan, mengapa mereka begitu dihajar dan terpaksa meninggalkan tempat kelahiran sendiri.

“Apakah salah kami karena kami Islam? karena La Ilaha Illallah?,” ujar Nur Hasan, pengungsi Rohingya yang berada di Indonesia.

Tak terhitung berapa banyak darah umat Islam yang tertumpah di Suriah, Palestina, Iraq, Afrika Tengah, Rohingya, karena berpegang pada La Ilaha Illallah Muhammadu Rasulullah. Padahal, jika berbicara darah seorang Muslim, Rasulullah SAW mengatakan bahwa hancurnya dunia lebih ringan dari tertumpahnya darah seorang Muslim.

لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللَّهِ مِنْ قَتْلِ مُؤْمِنٍ بِغَيْرِ حَقٍّ

“Hilangnya dunia, lebih ringan bagi Allah dibandingnya terbunuhnya seorang mukmin tanpa hak.” (HR. Nasai 3987, Turmudzi 1455, dan dishahihkan al-Albani)

Meskipun Nabi Muhammad SAW telah menegaskan bahwa di akhir zaman umat Islam akan ‘kesulitan’ dalam berpegang teguh dalam keislamannya, tentu bukan berarti kita hanya pasrah. Membiarkan orang kafir membumihanguskan Islam, menciderai kehormatan umat Islam. Kenapa? karena Nabi Muhammad juga menjelaskan betapa mahalnya darah seorang Muslim.

Oleh sebab itu, umat Islam juga mempunyai kewajiban untuk melakukan perlawanan terhadap orang kafir jika akidah dan jiwa mereka terancam. Umat Islam di tempat-tempat tertentu juga melakukan hal demikian. Di Suriah, ada berbagai gerakan jihad untuk melakukan perlawanan. Di Rohingya yang notabene lemah dukungan pun, tetap melakukan perlawanan dengan dibentuknya Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA).

Namun, musuh Islam dengan berbagai kelicikannya tidak akan tinggal diam dengan perlawanan kaum Muslimin. Sebisa mungkin, mereka menjegal pergerakan Islam. ‘Teroris’. Istilah tersebut pun disematkan pada gerakan umat Islam yang sebenarnya membela akidah, darah, dan tanah kelahiran. Ketua Pemuda Buddhis Indonesia, Bambang Patijaya menyalahkan ARSA sebagai biang kerok adanya konflik Rohingya di tahun 2017. Bahkan, ia menyebut ARSA sebagai kelompok separatis.

“Ini kan gerakan separatis sehingga kemudian tragedi kemanusiaan terjadi dan banyak etnis Rohingya yang tidak bersalah yang juga sebenarnya tidak mengerti,” tuturnya

Umat Islam sebenarnya tidak perlu risau dengan tudingan teroris. Karena itu hanya tuduhan musuh Islam agar Islam tidak melakukan perlawanan. Diam tak melakukan perlawanan, dan mati tertindas. Oleh sebab itu, jika umat Islam dizalimi oleh orang kafir, maka lebih baik melawan daripada menyerah dengan keadaan.

 
Penulis: Taufiq Ishaq

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Akses ke Magelang Dihadang Polisi, Dahnil: Berlebihan dan Paranoid

Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak memberikan komentar terkait penutupan akses jalan menuju ke aksi solidaritas untuk Rohingya di Magelang.

Jum'at, 08/09/2017 21:59 0

Indonesia

Keterangan Relawan Rakhine: Kelompok Wirathu Tak Ingin Myanmar seperti Indonesia

Para pemuka agama Buddha dari "kelompok 969" dibawah pimpinan Biksu Wirathu terus menerus melakukan propaganda dalam khutbahnya.

Jum'at, 08/09/2017 21:56 0

Indonesia

Gubernur Ahmad Heryawan: Donasi Jawa Barat Peduli Rohingya Capai 1,2 Miliyar

Uang tersebut telah dikumpulkan selama satu pekan terakhir, dari donasi Masjid-masjid pemerintah, masjid masyarakat Jawa barat, serta infaq masyarakat Jawa barat.

Jum'at, 08/09/2017 21:29 0

Indonesia

Usai Khutbah Jumat, Gubernur Jabar Pimpin Aksi Solidaritas untuk Rohingya

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan menjadi khatib Jumat di Masjid Pusdai, Jawa Barat. Selain itu, ia juga mempimpin aksi solidaritas dan penggalangan dana untuk Rohingya.

Jum'at, 08/09/2017 20:48 0

Indonesia

Elemen Mahasiswa dan Pemuda Bali Galang Dana untuk Korban Kemanusiaan Rohingya

Usai shalat Jumat (08/09), ratusan pemuda dan mahasiswa di Bali turun ke jalanan. Mereka melakukan penggalangan dana yang nantinya akan didonasikan untuk etnis Muslim Rohingya.

Jum'at, 08/09/2017 20:20 0

Indonesia

Sulitnya Peserta Aksi Bela Rohingya ke Magelang: Jalan Ditutup, Lintasi Sungai hingga Ketatnya Pemeriksaan

Umat Islam yang turut Aksi Bela Rohingya di Magelang ternyata mendapatkan banyak hambatan dari pihak aparat kepolisian.

Jum'at, 08/09/2017 18:48 0

Indonesia

Dihadang Polisi, Dahnil Terjang Sungai ke Aksi Solidaritas Rohingya di Magelang

Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak terpaksa melintasi sungai untuk tiba ke Magelang. Lantara jalan ditutup oleh polisi.

Jum'at, 08/09/2017 18:42 1

Indonesia

Ada Motif Ekonomi di Balik Genosida Muslim Rohingya

Ternyata, Arakan dikenal memiliki tanah yang subur dan kaya akan sumber daya alam.

Jum'at, 08/09/2017 18:15 0

Indonesia

Pengacara Dipersulit Temui Alfian Tanjung di Mako Brimob

Pengacara dari Tim Advokasi untuk Alfian Tanjung (TAAT) Sulistyowati mengatakan bahwa hingga saat ini pengacara belum bisa menemui ustadz Alfian Tanjung usai ditahan dan dipindahkan dari Polda Jatim pada Rabu (06/09) ke Markas Komando Brimob Kelapadua, Depok.

Jum'at, 08/09/2017 17:42 0

Mesir

Siksa Para Tahanan, HRW: Mesir Lakukan Kejahatan Kemanusiaan

Human Rights Watch (HRW) dalam sebuah laporan yang dirilis pada Rabu (06/09) menyebut dinas keamanan Mesir diduga melakukan penyiksaan berskala luas terhadap tahanan yang merupakan sebuah "kejahatan terhadap kemanusiaan."

Jum'at, 08/09/2017 17:12 0