... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Keterangan Relawan Rakhine: Kelompok Wirathu Tak Ingin Myanmar seperti Indonesia

Foto: Heri Aryanto S.H.,M.H. saat wawancara dengan Kiblat.net pada Rabu (06/09) di Thamrin City, Jakarta.

KIBLAT.NET, Jakarta- Keterlibatan agama mayoritas Buddha dalam penindasan yang dilakukan terhadap etnis Rohingya dibenarkan oleh relawan kemanusiaan yang terjun langsung ke Rakhine pada tahun 2013, Heri Aryanto S.H.,M.H. Berdasarkan penjelasannya, para pemuka agama Buddha dari “kelompok 969” dibawah pimpinan Biksu Wirathu terus menerus melakukan propaganda dalam khutbahnya.

“Kelompok ini memang dikenal ekstrimis dan mereka selalu dalam khutbahnya melakukan propaganda bahwa rohingya ini bukan bagian daripada warga Myanmar, mereka berasal dari suku Bangladeshi, jangan sampai kemudian negara Myanmar seperti negara Indonesia,” ujarnya kepada Kiblat.net pada Rabu (06/09) di Thamrin City, Jakarta.

Menurutnya, para Biksu dari kelompok garis keras ini menganggap Islam sebagai ancaman terhadap eksistensi agama Buddha. Mereka dalam khutbahnya, kata Heri, selalu mengungkit-ungkit penyebaran Islam yang meluas di tanah Nusantara.

“Dulu negara Indonesia dikuasai penuh oleh Buddha dan Hindu melalui kerajaan-kerajaannya. Namun, sekarang kenyataannya Indonesia menjadi negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia. Mereka selalu mempropagandakan seperti itu, jangan sampai negara Myanmar menjadi seperti Indonesia. Itulah kenapa mereka mempunyai dalih untuk melakukan eliminasi (terhadap Rohingya),” sambungnya.

Kendati demikian, Heri tidak menafikan adanya penganut Buddha yang menentang kelompok 969 ini. Akan tetapi, meraka tidak ada yang muncul ke permukaan karena kelompok yang dipimpin oleh Biksu Wirathu ini sangat dominan di Myanmar.

BACA JUGA  Peneliti INSIST: Karya Sastra Tak Lepas dari Ideologi

“Sebagian besar yang tidak tergabung dengan kelompok itu menolak tindakan kekerasan, tindakan yang tidak berprikemanusiaan, tindakan genosida. Cuma apa daya mereka tidak mempunyai kekuatan karena memang kelompok 969 dibawah pimpinan Biksu Wirathu ini sangat dominan di sana,” paparnya.

Sayangnya, aksi kelompok Buddha garis keras ini dibiarkan oleh Otoritas Myanmar. Bahkan, pemerintah sendiri ikut terlibat dalam melakukan aksi kekerasan dan genosida terhadap etnis minoritas Muslim tersebut.

“Menurut keterangan yang ada di Yangoun, di Myanmar ada indikasi dari keterlibatan (baca: pemerintah) Myanmar dalam hal ini. Dalam setiap bentrokan pemerintah dalam hal ini militer dan polisi selalu membiarkan apa yang dilakukan oleh kelompok-kelompok ekstrimis tersebut tidak ada upaya-upaya untuk melindungi Rohingya dan umat Muslim di Arakan,” tukasnya.

 
Reporter: Syafi’i Iskandar
Editor: Jon Muhammad

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Mesir

Siksa Para Tahanan, HRW: Mesir Lakukan Kejahatan Kemanusiaan

Human Rights Watch (HRW) dalam sebuah laporan yang dirilis pada Rabu (06/09) menyebut dinas keamanan Mesir diduga melakukan penyiksaan berskala luas terhadap tahanan yang merupakan sebuah "kejahatan terhadap kemanusiaan."

Jum'at, 08/09/2017 17:12 0

Turki

AS Klaim Kepala Keuangan ISIS di Mosul Lari ke Turki

Salim Mustafa Muhammad al-Mansur, asal Iraq telah dimasukkan oleh Departemen Keuangan AS telah dimasukkan dalam daftar hitam teroris karena memasok dana untuk kelompok tersebut sejak tahun 2015.

Jum'at, 08/09/2017 16:37 0

Video News

Wawancara Eksklusif – Meluruskan Sejarah dan Fakta Seputar Rohingya (Heri Aryanto, S.H., M.H.)

KIBLAT.NET – Meski gejolak yang menimpa etnis Muslim minoritas Rohingya telah lama terjadi, namun masih...

Jum'at, 08/09/2017 15:03 0

News

Mungkinkah Orang Indonesia Jadi Imam di Masjidil Haram?

Pesona Masjidil Haram tidak terbatas pada pahala yang tidak bisa dilihat secara nyata.

Jum'at, 08/09/2017 13:19 0

Artikel

Islam Versus Barat

Sulit ditaklukkan lewat perang fisik, umat Islam dilemahkan dengan pandangan dan pemikiran. Meskipun diantara Islam dengan Barat terdapat persamaan, tetapi secara mendasar saling bertentangan.

Jum'at, 08/09/2017 12:11 0

Myanmar

Janda Rohingya Beranak Dua: Jika Tak Ada Bantuan, Kami Kelaparan Sepanjang Malam

Dia mengungkapkan butuh waktu 10 hari untuk berjalan ke Bangladesh setelah suaminya dibunuh oleh tentara Myanmar.

Jum'at, 08/09/2017 10:04 0

Suriah

Banyak Komandan Terbunuh, Begini Kondisi ISIS di Deir Zour

kondisi itu diperparah karena hilangnya para pemimpin senior mereka di lapangan. Banyak komandan ISIS dibunuh, gugur dalam bertempur, melarikan diri atau terbunuh akibat operasi pasukan khusus koalisi AS, yang baru-baru ini meningkat.

Jum'at, 08/09/2017 08:51 0

Myanmar

Pemerintah Myanmar Perkuat Militer di Perbatasan Bangladesh

Penambahan pasukan itu untuk menghadang warga Muslim Rohingya kembali. Mereka juga memasang ranjau

Jum'at, 08/09/2017 07:27 0

News

Mengharukan! Inilah Indonesia di Mata Muazin Masjidil Haram

Ini pandangan salah satu muazin Masjidil Haram Mekkah, terhadap rakyat Indonesia

Kamis, 07/09/2017 23:08 0

Asia

500 Lebih Tewas dalam Banjir Bandang di India, Tikus Dikambinghitamkan

Tikus disebut-sebut menjadi penyebab terjadinya banjir bandang yang menewaskan lebih dari 500 orang dan membuat ribuan lainnya mengungsi bulan lalu di negara bagian Bihar di India.

Kamis, 07/09/2017 16:00 0

Close