... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Selebaran Propaganda AS Lecehkan Islam, Warga Afghanistan Naik Pitam

Foto: Tentara NATO menutup jalan yang menghubungkan bandara dan Dubes AS di Kabul, Afghanistan, Selasa (30/06)

KIBLAT.NET, Kabul – Warga Afghanistan dibuat naik pitam atas selebaran propaganda yang dibuat pasukan AS untuk menggambarkan kelemahan Taliban. Pasalnya, selebaran itu menyematkan bendera Taliban (bertuliskan Tauhid) pada seekor anjing yang berlari karena dikejar seekor singa.

Mohammad Aasim, gubernur provinsi Parwan barat laut, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa selebaran itu dijatuhkan di provinsi yang dipimpinnya.

“Mereka yang berada di balik tindakan tak terampuni ini harus diadili dan dihukum,” katanya, seraya menambahkan bahwa pemerintah telah melancarkan investigasi atas hal itu.

Selebaran yang ditulis dalam bahasa Pashto bertuliskan “Ambil kembali kebebasan Anda dari anjing-anjing teroris dan bekerja samalah dengan pasukan koalisi sehingga mereka dapat menargetkan musuh Anda dan melenyapkannya.”

Sejumlah warga Afghanistan membawa kasus ini ke media sosial dan mengecam hal itu. Banyak dari mereka bersumpah untuk mengadakan demonstrasi publik di berbagai wilayah Afghanistan.

Terkait hal ini, pasukan AS di Afghanistan (USFOR-A) dengan cepat meminta maaf. “Saya dengan tulus meminta maaf. Kami memiliki rasa hormat yang mendalam terhadap Islam dan mitra Muslim kami di seluruh dunia,” kata Mayor Jenderal James Linder dari Pasukan Khusus Operasi Gabungan Angkatan Udara Afghanistan dalam sebuah pernyataan.

Linder berdalih bahwa pasukan AS membuat selebaran di Parwan pada tanggal 5 September. Ia menyebut rancangan selebaran tersebut ‘keliru’ dan berisi hal yang sangat menyinggung Muslim maupun agama Islam.

BACA JUGA  Investigasi PBB Konfirmasi 30 Sipil Tewas Dalam Kampanye Udara AS di Afghanistan Barat

“Tidak ada alasan untuk kesalahan ini. Saya meninjau prosedur kami untuk menentukan penyebab kejadian ini dan meminta pertanggungjawaban pihak yang bertanggung jawab. Selanjutnya, saya akan melakukan perubahan yang sesuai jadi ini tidak akan pernah terjadi lagi,” ujarnya.

Selebaran provokatif AS di Afghanistan.

Bukan pertama kalinya pasukan asing di Afghanistan melakukan pelanggaran dengan melecehkan agama Islam seperti ini. Pada bulan Februari 2012, mantan Presiden AS Barack Obama menyatakan permintaan maaf atas insiden pembakaran Al-Quran oleh tentara AS di Pangkalan Bagram dekat Kabul.

Hal itu juga mengakibatkan kemarahan warga Afghanistan sehingga mengepung pangkalan militer Bagram lalu melemparinya dengan bom molotov dan batu. Setelah lima hari melakukan demonstrasi, 30 orang, termasuk empat orang Amerika tewas.

Ahmad Jawed Hanafi, kepala ulama agama di Parwan, telah mendesak pemerintah Afghanistan untuk melakukan tindakan tegas melawan tindakan pasukan asing tersebut, yang secara terang-terangan melecehkan Islam.

Sumber: World Bulletin
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

FUI Sulteng: Masalah Rohingya Tak Hanya Soal Kemanusiaan

Massa Aksi sudah berkumpul sejak pukul 13.00 WITA di Masjid Raya Baiturrahim Lolu Jalan Masjid Raya. Rafani Tuahuns selaku Kordinator lapangan terlihat mengatur barisan massa. Para peserta akan berjalan menuju Kanwil Kemenag Sulteng Jalan Moh Yamin.

Kamis, 07/09/2017 10:11 0

Indonesia

Mahasiswa Muslim Myanmar Berterima Kasih kepada Umat Islam Indonesia

"Di sana, muslimnya dibantai, ibu ibu, anak anak, nggak bisa apa apa," katanya saat berorasi di depan gedung Dubes Myanmar, Menteng, Jakarta Pusat pada Rabu (06/09).

Kamis, 07/09/2017 08:09 0

Indonesia

Muslim Arakan: Apakah Salah Kami Karena La Ilaha Illallah?

"Kami nggak salah, apa salah kami? Apalah karena sebut la ilaha illallah?" katanya saat berorasi di depan Dubes Myanmar, Menteng, Jakarta pada Rabu (06/09).

Kamis, 07/09/2017 07:29 0

Indonesia

Kesaksian Muslim Arakan: Mayat Berserakan di Mana-mana

"Di sana (Arakan.red) , ribu-ribu mayat. Ribu-ribu mayat ibu dan anak di pantai. Darahnya diambil di sana. Saudara kami nggak punya rumah, sekarang tinggal di hutan," katanya dalam bahasa Indonesia yang terbata-bata pada Rabu (06/09).

Kamis, 07/09/2017 07:11 0

Indonesia

Terduga Provokator Diamankan di Aksi Solidaritas Rohingya

Aksi solidaritas untuk Rohingya yang digelar di depan Dubes Myanmar berjalan dengan lancar. Saat berada di ujung aksi, tiba-tiba ada keributan di barisan belakang massa aksi.

Kamis, 07/09/2017 06:43 0

Indonesia

“Saya Melakukan Apa yang Saya Bisa Lakukan”

Tujuh pelajar tersebut adalah Muhammad ilyas, Subhan Awaludin, Bagus pamungkas, Muhammad Ikmal, Abdul Renol Malik, Fany Fahreza E dan Abil Dermawan. Mereka ikut aksi sejak awal.

Kamis, 07/09/2017 06:38 0

Indonesia

DDII Desak Jokowi Serius Bantu Muslim Rohingya

Ketua umum Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia, H. Mohammad Siddik, MA, mendesak kepada pemerintah Indonesia terkhusus kepada Presiden Joko Widodo, untuk serius dalam membantu muslim Rohingya. Seperti mengirim bantuan, yang saat ini sangat di butuhkan oleh mereka yang tengah didzalimi oleh umat Budha Myanmar.

Kamis, 07/09/2017 06:15 1

Indonesia

Soal Genosida Rohingya, Pemuda Buddhis Indonesia Salahkan ARSA

Ketua Umum Pemuda Buddhis Indonesia, Bambang Patijaya menuding pejuang Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) menjadi penyebab genosida Rohingya yang terjadi akhir-akhir ini. Menurutnya, ARSA telah melakukan penyerangan terhadap pos polisi dan militer.

Rabu, 06/09/2017 21:36 16

Indonesia

Sebelum Ditahan, Proses Administrasi Alfian Tanjung di Rutan Dipersulit

Ustad Alfian Tanjung kemudian ditahan pihak Polda Jatim

Rabu, 06/09/2017 21:06 0

Indonesia

Setelah Diputus Bebas, Polisi Kembali Tahan Ustad Alfian Tanjung

Penahanan dilakukan terkait pelaporan kader PDIP di Jakarta

Rabu, 06/09/2017 20:12 0

Close