... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Terduga Provokator Diamankan di Aksi Solidaritas Rohingya

Foto: Anggota FPI mengamankan pria terduga provokator di Aksi Solidaritas Rohingya, Rabu (06/09)
KIBLAT.NET, Jakarta- Aksi solidaritas untuk Rohingya yang digelar di depan Dubes Myanmar berjalan dengan lancar. Saat berada di ujung aksi, tiba-tiba ada keributan di barisan belakang massa aksi.

Ternyata, beberapa laskar Front Pembela Islam (FPI) menangkap satu orang tak dikenal. Pria yang ditangkap FPI sempat melakukan perlawanan saat akan dibawa ke mobil komando.

Beberapa peserta melayangkan ‘bogem mentah’ ke pria tersebut. Sebab, peserta aksi menganggap pria yang diamankan FPI adalah provokator.

“Huuu… rasain lo,” teriak salah satu ibu yang mengikuti aksi.

“Provokator tuh,” ujar peserta lain.

Akhirnya, pria tersebut dimasukkan ke mobil komando dan akan diperiksa oleh tim keamanan aksi. Namun, tim keamanan enggan berkomentar banyak soal pria yang dianggap provokator tersebut.

“Nanti mau kita selidiki dulu,” kata salah satu panitia yang tidak mau menyebut namanya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Hunef Ibrahim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Lagi, Oposisi Dukungan Turki dan Milisi Kurdi YPG Baku Tembak

Konsentrasi pasukan milisi YPG Kurdi di Suriah dalam beberapa pekan ini adalah menyerang posisi kelompok ISIS di kota Raqqah. Namun sempat ada laporan terjadi kontak senjata sporadis antara milisi Kurdi dukungan AS itu dengan kelompok oposisi Suriah pro-Turki di wilayah Aleppo

Kamis, 07/09/2017 06:01 0

Arab Saudi

Pesan Tanah Suci untuk Indonesia: Pilih Pemimpin yang Peduli Islam!

Mahasiswa Indonesia yang tinggal di Mekkah itu membuat acara bertajuk “Pesan Tanah Suci untuk Indonesia.”

Rabu, 06/09/2017 20:41 0

Myanmar

Biadab! Cegah Warga Rohingya Kembali, Myanmar Pasang Ranjau di Perbatasan

Ranjau di pasang di sepanjang pagar kawat berduri di antara tiang-tiang pembatas lainnya

Rabu, 06/09/2017 19:31 0

Foto

[Foto] Ribuan Orang Ikuti Aksi Solidaritas Rohingya di Kedutaan Besar Myanmar

Ribuan orang bergabung dalam Aksi Solidaritas Rohingya di Kedutaan Besar Myanmar, Jalan Haji Agus Salim, Jakarta Pusat pada Rabu (06/09)

Rabu, 06/09/2017 17:45 0

Afghanistan

Heli NATO Tembaki Pesta Pernikahan, Pemicunya Hanya Petasan

para penyidik mengungkapkan bahwa insiden tersebut terjadi setelah warga menyalakan kembang saat pesta.

Rabu, 06/09/2017 15:00 0

Turki

Kepada Suu Kyi Via Telepon, Erdogan Kutuk Kekerasan Myanmar terhadap Rohingya

Erdogan juga menginformasikan kepada Suu Kyi tentang pembicaraannya dengan para pemimpin dunia mengenai masalah ini, termasuk Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Presiden Bangladesh Abdul Hamid.

Rabu, 06/09/2017 14:00 0

Artikel

Sialnya Orang Rohingya di Tengah Kecamuk Perang Media Sosial

Terlalu banyak berteori tentang penyebab konflik akan menghabiskan waktu, dan membuat kita berbantah, lalu hanya berbuat sedikit, ataupun malah tak berbuat apapun untuk membantu korban konflik. Teori-teori ini adalah asumsi. Asumsi yang diyakini oleh pembuatnya, lalu disebarkan ke public agar public menerima dan mendukung teorinya. Seharusnya, kita fokus pada fakta, bahwa ada banyak korban, dan mereka muslim, yang wajib kita bantu.

Rabu, 06/09/2017 13:12 0

Afrika

Sulit Intai Pergerakan Jihadis Afrika, Prancis Tambah Drone

"Di luar batas kita, kita musuh lebih mampu bersembunyi, bergerak dan menghilang di gurun pasir yang luas dan di antara penduduk sipil," kata Barley dalam pidatonya di hadapan tentaranya, seperti dilansir Reuters Arabic

Rabu, 06/09/2017 09:12 0

Suriah

3571 Pengungsi Palestina Terbunuh Akibat Konflik Suriah

total korban warga Palestina selama konflik Suriah mencapai 3.571 jiwa, 463 di antaranya wanita.

Rabu, 06/09/2017 08:16 0

Asia

Bangladesh Siapkan Pulau Terpencil Lagi Rawan Banjir untuk Tampung Rohingya

Bangladesh, salah satu negara termiskin dan terpadat di dunia, berencana terus maju mengembangkan pulau terpencil dan rentan banjir di Teluk Benggala untuk menjadi penampungan sementara puluhan ribu Muslim Rohingya yang melarikan diri dari kekerasan di negara tetangga Myanmar, kata beberapa pejabat.

Rabu, 06/09/2017 06:47 0

Close