... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Sebelum Ditahan, Proses Administrasi Alfian Tanjung di Rutan Dipersulit

Foto: Alfian Tanjung saat divonis bebas beberapa waktu lalu. Namun dia kembali ditangkap beberapa jam kemudian

KIBLAT.NET, Surabaya – Belum sempurna Ustad Alfian Tanjung menghirup udara segar atas vonis bebas yang dijatuhkan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya, kini polisi kembali menahan ketua Taruna Muslim itu. Pengacaranya mengungkapkan kronologi penahanannya.

Ketua Tim Advokasi Ustad Alfian Tanjung (TAAT), Abdullah Al Katiri mengungkapkan, bahwa pasca putusan majelis hakim, Ustad Alfian belum bisa langsung bebas dan pulang ke kediamannya.  Pasalnya, harus melalui beberapa proses administrasi terlebih dahulu.

“Ustadz Alfian usai putusan langsung dibawa ke rutan lagi, dan kami dari para lawyer mengurus hal admistrasi,” ungkap Al Katiri saat dihubungi Kiblat.net, Rabu (06/08).

“Namun oleh kepolisian dan kepala Lapas, memang dipersulit. Hingga akhirnya pukul 18.00 tadi, Ustad Alfian kembali ditahan,” imbuhnya.

Sebelumnya Ustad Alfian ditahan di Rutan Medaeng. Al Katiri menyebut dia kini tengah dibawa dan ditahan di Polda Jatim hingga nanti akan dibawa ke Polda Metro Jaya.

“Ini sepertinya kasus cuitan beliau di Twitter yang terkait dengan PDIP, dan sekarang beliau statusnya tahanan titipan di Polda Jatim,” ujarnya.

Para pengacara, lanjut Al Katiri mengaku kaget atas penangkapan dan penahanan ini. Karena sudah sejak siang tadi, memang majelis hakim memutuskan untuk membebaskan Ustadz Alfian Tanjung dari dakwaan jaksa.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Arab Saudi

Pesan Tanah Suci untuk Indonesia: Pilih Pemimpin yang Peduli Islam!

Mahasiswa Indonesia yang tinggal di Mekkah itu membuat acara bertajuk “Pesan Tanah Suci untuk Indonesia.”

Rabu, 06/09/2017 20:41 0

Myanmar

Biadab! Cegah Warga Rohingya Kembali, Myanmar Pasang Ranjau di Perbatasan

Ranjau di pasang di sepanjang pagar kawat berduri di antara tiang-tiang pembatas lainnya

Rabu, 06/09/2017 19:31 0

Foto

[Foto] Ribuan Orang Ikuti Aksi Solidaritas Rohingya di Kedutaan Besar Myanmar

Ribuan orang bergabung dalam Aksi Solidaritas Rohingya di Kedutaan Besar Myanmar, Jalan Haji Agus Salim, Jakarta Pusat pada Rabu (06/09)

Rabu, 06/09/2017 17:45 0

Afghanistan

Heli NATO Tembaki Pesta Pernikahan, Pemicunya Hanya Petasan

para penyidik mengungkapkan bahwa insiden tersebut terjadi setelah warga menyalakan kembang saat pesta.

Rabu, 06/09/2017 15:00 0

Turki

Kepada Suu Kyi Via Telepon, Erdogan Kutuk Kekerasan Myanmar terhadap Rohingya

Erdogan juga menginformasikan kepada Suu Kyi tentang pembicaraannya dengan para pemimpin dunia mengenai masalah ini, termasuk Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Presiden Bangladesh Abdul Hamid.

Rabu, 06/09/2017 14:00 0

Artikel

Sialnya Orang Rohingya di Tengah Kecamuk Perang Media Sosial

Terlalu banyak berteori tentang penyebab konflik akan menghabiskan waktu, dan membuat kita berbantah, lalu hanya berbuat sedikit, ataupun malah tak berbuat apapun untuk membantu korban konflik. Teori-teori ini adalah asumsi. Asumsi yang diyakini oleh pembuatnya, lalu disebarkan ke public agar public menerima dan mendukung teorinya. Seharusnya, kita fokus pada fakta, bahwa ada banyak korban, dan mereka muslim, yang wajib kita bantu.

Rabu, 06/09/2017 13:12 0

Afrika

Sulit Intai Pergerakan Jihadis Afrika, Prancis Tambah Drone

"Di luar batas kita, kita musuh lebih mampu bersembunyi, bergerak dan menghilang di gurun pasir yang luas dan di antara penduduk sipil," kata Barley dalam pidatonya di hadapan tentaranya, seperti dilansir Reuters Arabic

Rabu, 06/09/2017 09:12 0

Suriah

3571 Pengungsi Palestina Terbunuh Akibat Konflik Suriah

total korban warga Palestina selama konflik Suriah mencapai 3.571 jiwa, 463 di antaranya wanita.

Rabu, 06/09/2017 08:16 0

Asia

Bangladesh Siapkan Pulau Terpencil Lagi Rawan Banjir untuk Tampung Rohingya

Bangladesh, salah satu negara termiskin dan terpadat di dunia, berencana terus maju mengembangkan pulau terpencil dan rentan banjir di Teluk Benggala untuk menjadi penampungan sementara puluhan ribu Muslim Rohingya yang melarikan diri dari kekerasan di negara tetangga Myanmar, kata beberapa pejabat.

Rabu, 06/09/2017 06:47 0

Artikel

Jejak Israel dalam Genosida Muslim Rohingya di Myanmar

Kita tidak bisa melupakan catatan sejarah bahwa pendiri negara ilegal Israel, sekaligus Perdana Menteri pertama Israel, David Ben-Gurion, di masanya pernah menjalin hubungan erat dengan Birma.

Selasa, 05/09/2017 18:29 0

Close