... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Kopma GPPI Desak Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi Dicabut

Foto: Aung San Suu Kyi, pemimpin de facto Myanmar

KIBLAT.NET, Jakarta – Desakan untuk mencabut Nobel Perdamaian yang diterima Aung San Suu Kyi menggema di depan Kedubes Myanmar. Komite Nobel Norwegia diminta untuk melakukan hal itu karena pemimpin de facto Myanmar itu telah membiarkan genosida terhadap etnis Rohingya.

“Hadiah (Nobel Perdamaian.red) itu patut dikembalikan. Karena peraihnya dianggap melakukan pengkhianatan dari esensi Nobel Perdamaian Dunia dengan membiarkan tragedi Rohingya terjadi di depan matanya,” ujar Zikrillah selaku koordinator aksi Solidaritas untuk Rohingya yang diprakarsai Korps Mahasiswa Gerakan Pemuda Islam Indonesia (Kopma GPII), Selasa (05/09).

Ia kemudian mendesak pemerintah Indonesia untuk memutus hubungan diplomatik dengan Myanmar sebagai sikap penolakan terhadap kasus genosida yang menimpa Rohingya.

“Kepada pemerintah Indonesia, demi alasan kemanusiaan untuk mempertimbangkan secara sungguh-sungguh dan mendalam tentang pemutusan hubungan diplomatik dengan pemerintah Myanmar,” tambahnya.

Zikrillah juga mengimbau kepada seluruh umat Islam di Indonesia untuk lebih bersikap peduli serta membantu untuk meringankan beban saudara Muslim Rohingya yang saat ini memerlukan bantuan.

“Langkah ini ditempuh karena kepedulian terhadap kemanusiaan, dan dikhawatirkan peristiwa yang terjadi di Myanmar akan berdampak dan mengganggu harmonisasi etnis dan agama di Asia Tenggara, terutama di Indonesia,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, dalam Sebulan terakhir, konflik tersebut kembali memanas di negara bagian Rakhine. Berbagai bentuk kekerasan terus menyambar kepada etnis muslim Rohingya di beberapa desa. Seperti di desa Maungdaw, Buthidaung, dan Rathedaung.

BACA JUGA  Sebut Almarhum Qidam Teroris, Kabidhumas Polda Sulteng Dilaporkan

Reporter: Usamah Rabbani
Editor: M. Rudy


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afghanistan

Heli NATO Tembaki Pesta Pernikahan, Pemicunya Hanya Petasan

para penyidik mengungkapkan bahwa insiden tersebut terjadi setelah warga menyalakan kembang saat pesta.

Rabu, 06/09/2017 15:00 0

Turki

Kepada Suu Kyi Via Telepon, Erdogan Kutuk Kekerasan Myanmar terhadap Rohingya

Erdogan juga menginformasikan kepada Suu Kyi tentang pembicaraannya dengan para pemimpin dunia mengenai masalah ini, termasuk Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Presiden Bangladesh Abdul Hamid.

Rabu, 06/09/2017 14:00 0

Artikel

Sialnya Orang Rohingya di Tengah Kecamuk Perang Media Sosial

Terlalu banyak berteori tentang penyebab konflik akan menghabiskan waktu, dan membuat kita berbantah, lalu hanya berbuat sedikit, ataupun malah tak berbuat apapun untuk membantu korban konflik. Teori-teori ini adalah asumsi. Asumsi yang diyakini oleh pembuatnya, lalu disebarkan ke public agar public menerima dan mendukung teorinya. Seharusnya, kita fokus pada fakta, bahwa ada banyak korban, dan mereka muslim, yang wajib kita bantu.

Rabu, 06/09/2017 13:12 0

Afrika

Sulit Intai Pergerakan Jihadis Afrika, Prancis Tambah Drone

"Di luar batas kita, kita musuh lebih mampu bersembunyi, bergerak dan menghilang di gurun pasir yang luas dan di antara penduduk sipil," kata Barley dalam pidatonya di hadapan tentaranya, seperti dilansir Reuters Arabic

Rabu, 06/09/2017 09:12 0

Suriah

3571 Pengungsi Palestina Terbunuh Akibat Konflik Suriah

total korban warga Palestina selama konflik Suriah mencapai 3.571 jiwa, 463 di antaranya wanita.

Rabu, 06/09/2017 08:16 0

Asia

Bangladesh Siapkan Pulau Terpencil Lagi Rawan Banjir untuk Tampung Rohingya

Bangladesh, salah satu negara termiskin dan terpadat di dunia, berencana terus maju mengembangkan pulau terpencil dan rentan banjir di Teluk Benggala untuk menjadi penampungan sementara puluhan ribu Muslim Rohingya yang melarikan diri dari kekerasan di negara tetangga Myanmar, kata beberapa pejabat.

Rabu, 06/09/2017 06:47 0

Artikel

Jejak Israel dalam Genosida Muslim Rohingya di Myanmar

Kita tidak bisa melupakan catatan sejarah bahwa pendiri negara ilegal Israel, sekaligus Perdana Menteri pertama Israel, David Ben-Gurion, di masanya pernah menjalin hubungan erat dengan Birma.

Selasa, 05/09/2017 18:29 0

Myanmar

Genosida Rohingya Berlanjut, Pasokan Senjata Israel ke Myanmar Tak Surut

Israel terus menjual senjata ke Myanmar di tengah arus pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari tindak kekerasan militer di negara bagian Rakhine.

Selasa, 05/09/2017 14:31 0

Afghanistan

Taliban: Luka Rohingya Juga Luka Kami

“Imarah Islam Afghanistan ikut merasakan luka dan sakit Muslim Rohingya,” kata Taliban dalam pernyataan pada Senin (04/09).

Selasa, 05/09/2017 14:26 0

Arab Saudi

Menteri Saudi Peringatkan Rakyat Lebanon Kejahatan Syiah Hizbullah

Menteri Urusan Teluk Arab Saudi Thamer al-Sabhan meperingatkan warga Lebanon atas kejahatan organisasi Hizbullah.

Selasa, 05/09/2017 13:57 0

Close