... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Kopma GPII Nilai Pemerintah Myanmar Tak Serius Tangani Krisis Rohingya

Foto: Koordinator aksi Korps Mahasiswa Gerakan Pemuda Islam Indonesia (KOpma GPII) Zikrillah.

KIBLAT.NET, Jakarta – Di hadapan Kedutaan Besar Myanmar Jakarta, Korps Mahasiswa Gerakan Pemuda Islam Indonesia (Kopma GPII) mendesak PBB untuk segera mengambil alih penanganan kasus tragedi kemanusiaan yang menimpa Muslim Rohingya di Rakhine.

Kopma GPII, yang merupakan gabungan dari sejumlah elemen mahasiswa, melakukan aksi protes pada Selasa (05/09), karena menilai pemerintah Myanmar tidak bersungguh-sungguh menyelesaikan krisis yang terjadi di negaranya.

“(Pemerintah Myanmar) terbukti secara meyakinkan tidak melakukan penanganan secara serius. Bahkan terkesan melakukan pembiaran,” kata Zikrillah, selaku koordinator aksi.

“Untuk itu, PBB segera mengambil tindakan cepat dan tegas atas tragedi kemanusian yang terjadi terus menerus di Myanmar,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Zikri meminta kepada pemerintah Bangladesh untuk lebih mengedepankan kemanusiaan serta membuka perbatasan wilayah negaranya.

“Sehingga memberi kemudahan bagi etnis Rohingya untuk melarikan diri dari kebrutalan ektremis Buddha yang dibantu oleh militer Myanmar,” katanya.

Selain itu, Kopma GPII juga mengimbau kepada seluruh aktivis HAM dan kemanusiaan untuk memberikan perhatian serius terhadap kasus ini.

“Sehingga tragedi kemanusiaan ini segera bisa dihentikan,” tuturnya.

Reporter: Usamah Rabbani
Editor: M. Rudy


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afghanistan

Heli NATO Tembaki Pesta Pernikahan, Pemicunya Hanya Petasan

para penyidik mengungkapkan bahwa insiden tersebut terjadi setelah warga menyalakan kembang saat pesta.

Rabu, 06/09/2017 15:00 0

Turki

Kepada Suu Kyi Via Telepon, Erdogan Kutuk Kekerasan Myanmar terhadap Rohingya

Erdogan juga menginformasikan kepada Suu Kyi tentang pembicaraannya dengan para pemimpin dunia mengenai masalah ini, termasuk Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Presiden Bangladesh Abdul Hamid.

Rabu, 06/09/2017 14:00 0

Artikel

Sialnya Orang Rohingya di Tengah Kecamuk Perang Media Sosial

Terlalu banyak berteori tentang penyebab konflik akan menghabiskan waktu, dan membuat kita berbantah, lalu hanya berbuat sedikit, ataupun malah tak berbuat apapun untuk membantu korban konflik. Teori-teori ini adalah asumsi. Asumsi yang diyakini oleh pembuatnya, lalu disebarkan ke public agar public menerima dan mendukung teorinya. Seharusnya, kita fokus pada fakta, bahwa ada banyak korban, dan mereka muslim, yang wajib kita bantu.

Rabu, 06/09/2017 13:12 0

Afrika

Sulit Intai Pergerakan Jihadis Afrika, Prancis Tambah Drone

"Di luar batas kita, kita musuh lebih mampu bersembunyi, bergerak dan menghilang di gurun pasir yang luas dan di antara penduduk sipil," kata Barley dalam pidatonya di hadapan tentaranya, seperti dilansir Reuters Arabic

Rabu, 06/09/2017 09:12 0

Suriah

3571 Pengungsi Palestina Terbunuh Akibat Konflik Suriah

total korban warga Palestina selama konflik Suriah mencapai 3.571 jiwa, 463 di antaranya wanita.

Rabu, 06/09/2017 08:16 0

Asia

Bangladesh Siapkan Pulau Terpencil Lagi Rawan Banjir untuk Tampung Rohingya

Bangladesh, salah satu negara termiskin dan terpadat di dunia, berencana terus maju mengembangkan pulau terpencil dan rentan banjir di Teluk Benggala untuk menjadi penampungan sementara puluhan ribu Muslim Rohingya yang melarikan diri dari kekerasan di negara tetangga Myanmar, kata beberapa pejabat.

Rabu, 06/09/2017 06:47 0

Artikel

Jejak Israel dalam Genosida Muslim Rohingya di Myanmar

Kita tidak bisa melupakan catatan sejarah bahwa pendiri negara ilegal Israel, sekaligus Perdana Menteri pertama Israel, David Ben-Gurion, di masanya pernah menjalin hubungan erat dengan Birma.

Selasa, 05/09/2017 18:29 0

Myanmar

Genosida Rohingya Berlanjut, Pasokan Senjata Israel ke Myanmar Tak Surut

Israel terus menjual senjata ke Myanmar di tengah arus pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari tindak kekerasan militer di negara bagian Rakhine.

Selasa, 05/09/2017 14:31 0

Afghanistan

Taliban: Luka Rohingya Juga Luka Kami

“Imarah Islam Afghanistan ikut merasakan luka dan sakit Muslim Rohingya,” kata Taliban dalam pernyataan pada Senin (04/09).

Selasa, 05/09/2017 14:26 0

Arab Saudi

Menteri Saudi Peringatkan Rakyat Lebanon Kejahatan Syiah Hizbullah

Menteri Urusan Teluk Arab Saudi Thamer al-Sabhan meperingatkan warga Lebanon atas kejahatan organisasi Hizbullah.

Selasa, 05/09/2017 13:57 0

Close