... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Ini Alasan Hasene Kembali Gandeng IZI Bantu Daerah Rawan Bencana di Indonesia

Foto: Perwakilan IZI dan Hasene Germany sepakat kerjasama dalam penanggulangan bencana.

 

KIBLAT.NET, Jakarta – Lembaga Kemanusiaan Internasional Hasene Germany sinergi bersama Lembaga Amil Zakat Indonesia (IZI) dalam upaya penanggulangan bencana alam dan sosial di Indonesia.

Ketua Tim Hasene untuk Indonesia, Fatih Yildrim mengungkap, alasan yang mendasari mengapa memilih Indonesia menjadi salah satu fokus bantuan Hasene dikarenakan masih banyak daerah di Indonesia yang terkategori rawan bencana.

“Hal yang mendasari hal ini dikarenakan Indonesia termasuk negara yang sering mengalami bencana alam.” Ujar Fatih Yildrim saat dihubungi oleh tim Humas IZI di Jakarta pada Ahad, (03/09).

Informasi tersebut disampaikan olehnya berdasar data Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Strategi Internasional Pengurangan Risiko Bencana (UN-ISDR) pada tahun 2011 mengenai tingginya posisi Indonesia dihitung dari jumlah manusia yang terancam risiko kehilangan nyawa bila bencana alam terjadi.

Fatih menambahkan, dalam upaya memaksimalkan misi kemanusiaan, ke depan Hasene akan sinergi bersama IZI untuk membantu berbagai daerah rawan bencana di Indonesia melalui suplai makanan, bantuan kesehatan dan pendidikan.

“Tentunya untuk memaksimalkan misi kemanusiaan, kami membutuhkan lembaga legal professional di Indonesia (IZI) yang fokus membantu dan memberdayakan masyarakat untuk bisa membantu kami dalam menyalurkan bantuan ke berbagai daerah rawan bencana di Indonesia. Selain itu bentuk bantuan yang akan disalurkan adalah makanan, kesehatan dan pendidikan” Tambah Fatih.

Sebelumnya, pada tahun 2016 Hasene bersama IZI telah menjalin kerjasama dalam penyaluran hewan Qurban untuk berbagai pelosok di Indonesia.

BACA JUGA  Covid-19 Mengintai Pengungsi Rohingya: Hak Kesehatan Harus Dipenuhi

Tahun ini, Hasene dan IZI kembali salurkan hewan Qurban sebanyak 150 ekor Sapi ke berbagai daerah di tiga provinsi di Indonesia diantaranya Kabupaten Dompu (Nusa Tenggara Barat), Desa Isimu dan Paris (Gorontalo) serta Kabupaten Takalar dan Gowa (Sulawesi Selatan).

Direktur Utama IZI, Wildhan Dewayana menyatakan alasan mengapa memilih beberapa daerah di ketiga provinsi tersebut dikarenakan masih banyak kabupaten yang tergolong rawan pangan.

“Aspek penyebab rawan pangan itu yakni angka kemiskinan, akses terhadap kelistrikan yang memengaruhi perekonomian, tingkat pertumbuhan anak, akses jalan bagi kendaraan roda dua, dan akses air bersih. Hal tersebut yang menjadikan alasan mengapa IZI dan Hasene bantu salurkan hewan Qurban kesana.” Ujar Wildhan.

Dari total penerimaan 150 Sapi Qurban yang telah disalurkan pada hari Jumat dan Sabtu (2-3/9) ke beberapa wilayah, sebanyak 70 ekor untuk wilayah provinsi Sulawesi Selatan, 60 ekor untuk Gorontalo, dan 30 ekor untuk Nusa Tenggara Barat.

Wildhan mengungkap, untuk mempermudah penyaluran, pihaknya bersama Hasene telah membentuk tim penyebaran Sapi Qurban untuk ketiga provinsi tersebut.

“Dalam upaya memaksimalkan penyaluran Sapi Qurban, sengaja kami bentuk tim bersama Hasene ke lokasi-lokasi rawan pangan dan dhuafa.”

Berikut susunan tim dari IZI bersama Hasene yang turun menyalurkan hewan Qurban di tiga titik di Indonesia:

Tim Provinsi Sulawesi Selatan

Wildhan Dewayana (IZI)
Hakan Gordu (Hasene)
Muhammed Aydin (Hasene)

BACA JUGA  Syaikh Ali Jaber Ditusuk, Komisi VIII: Indonesia Darurat Perlindungan Tokoh Agama

Tim Provinsi Gorontalo

Rully Barlian Thamrin (IZI)
Mehmet Zeki (Hasene)
Ismail Ulucay (Hasene)
Zekeriyya Kolu (Hasene)

Tim Provinsi Nusa Tenggara Barat

Nana Sudiana (IZI)
Muhammed Fakili (Hasene)
Ahmet Coskun (Hasene)

 

Reporter: Bunyanun Marsus/IZI
Editor: Fajar Shadiq

 


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

Jejak Israel dalam Genosida Muslim Rohingya di Myanmar

Kita tidak bisa melupakan catatan sejarah bahwa pendiri negara ilegal Israel, sekaligus Perdana Menteri pertama Israel, David Ben-Gurion, di masanya pernah menjalin hubungan erat dengan Birma.

Selasa, 05/09/2017 18:29 0

Myanmar

Genosida Rohingya Berlanjut, Pasokan Senjata Israel ke Myanmar Tak Surut

Israel terus menjual senjata ke Myanmar di tengah arus pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari tindak kekerasan militer di negara bagian Rakhine.

Selasa, 05/09/2017 14:31 0

Afghanistan

Taliban: Luka Rohingya Juga Luka Kami

“Imarah Islam Afghanistan ikut merasakan luka dan sakit Muslim Rohingya,” kata Taliban dalam pernyataan pada Senin (04/09).

Selasa, 05/09/2017 14:26 0

Arab Saudi

Menteri Saudi Peringatkan Rakyat Lebanon Kejahatan Syiah Hizbullah

Menteri Urusan Teluk Arab Saudi Thamer al-Sabhan meperingatkan warga Lebanon atas kejahatan organisasi Hizbullah.

Selasa, 05/09/2017 13:57 0

Myanmar

Di Myanmar, Menlu RI Usulkan Formula 4+1 kepada Suu Kyi

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi bertemu dengan pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi, Selasa (04/09). Pertemuan dimaksudkan untuk mengakhiri krisis kemanusiaan Rohingya di Rakhine.

Selasa, 05/09/2017 11:11 0

Video News

Seruan Peduli Rohingya Ustadz Farid Ahmad Okbah, MA. Seri 1

KIBLAT.NET – Saudara seiman kita di Rohingya kembali ditindas dan dibantai. Apa yang harus kita...

Selasa, 05/09/2017 09:38 0

Myanmar

10 Informasi yang Harus Diketahui Tentang Etnis Rohingya

Muslim Rohingya ada sebelum pembentukan negara bagian Rakhine (Arakan) di Myanmar

Selasa, 05/09/2017 09:14 0

Video Kajian

Nikmat Ibadah dengan Cinta (Ust. Taqiyuddin, Lc.)

KIBLAT.NET – Banyak dari kita yang susah sekali menikmati ibadah. Padahal kalau kita berkaca pada...

Selasa, 05/09/2017 09:08 0

Myanmar

Myanmar Anggap Kampanye Militer di Arakan Kelanjutan Perang Dunia II

“Apa yang dilakukan militer Myanmar adalah akhir dari misi yang dimulai sejak Perang Dunia Kedua,” katanya seperti dilansir Al-Jazeera. Hal itu diungkapkannya di saat kecaman dunia internasional terus mengalir terhadap Myanmar.

Selasa, 05/09/2017 07:55 0

Eropa

Sekolah Islam di Amsterdam Jadi Sasaran Kelompok Ekstrem

“Mereka datang pagi-pagi buta dan memasang spanduk lalu meneriaki siswa dan guru ‘kalian teroris’,” kata direktur sekolah milik Badan Wakaf Pendidikan Islam itu, Soner Attasi, kepada AA.

Selasa, 05/09/2017 07:06 0

Close