... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Aung San Suu Kyi, Ironi Peraih Nobel Perdamaian

Foto: Aung San Suu Kyi, pemimpin de facto Myanmar

KIBLAT.NET – Ikon Myanmar Aung San Suu Kyi merupakan salah satu wanita terkenal di dunia, pemegang hadiah Nobel Perdamaian, dan pernah dijuluki sebagai “Mandela Asia” karena reputasinya di bidang hak-hak asasi manusia. Namun di balik semua itu, sikapnya yang terus menerus tidak memberi cukup perhatian terhadap masalah dan penderitaan warga minoritas Muslim Rohingya di negara bekas Birma itu patut dipertanyakan… seberapa besar sebenarnya integritas dan empati Suu Kyi?

Dukungan yang Berubah Menjadi Kecaman

Di masa lalu, puluhan ribu orang ikut mendukung dan mengkampanyekan agar pemimpin pro-demokrasi itu dibebaskan dari belenggu junta militer Birma yang menjadikannya sebagai tahanan rumah selama bertahun-tahun. Seorang jurnalis senior Inggris, Yvonne Ridley, termasuk salah satu dari sekian banyak orang yang geram, dan mengakui bahwa ia tak pernah membayangkan akan menulis kritik terhadap tokoh “ikon-perdamaian” tersebut.

Ketika akhirnya Suu Kyi dibebaskan untuk memimpin negerinya meraih masa depan yang lebih baik, banyak orang terharu. Tetapi sekarang, banyak juga yang bingung dan sama sekali tidak bisa memahami sikap diam Suu Kyi terhadap kondisi masyarakatnya sendiri, yaitu warga Rohingya yang sangat memprihatinkan. Di Myanmar, orang-orang Rohingya hidup terlantar dan tidak manusiawi.

Junta militer menolak mengakui eksistensi warga Rohingya, dan hanya mengakui mereka sebagai “Bengali”. Kini, di bawah kepemimpinan politik sang tokoh “perdamaian & hak asasi manusia” Aung San Suu Kyi, pemerintah bahkan lebih kejam dengan membuat kebijakan yang melarang penggunaan kata “Rohingya”, seolah-olah populasi 1,1 juta orang Rohingya itu dianggap tidak ada.

BACA JUGA  Ujaran Kebencian Macron Berbalas Seruan Boikot, Relevankah?


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Baca halaman selanjutnya: Genosida di Tanah Arakan...

Halaman Selanjutnya 1 2 3 4
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

IMM: Indonesia Harus Pelopori Sanksi Internasional untuk Myanmar

"Genosida yang terjadi di Myanmar menjadi pemandangan yang buruk di dunia internasional"

Senin, 04/09/2017 10:58 0

Indonesia

Kiwil Doakan Keselamatan untuk Muslim Rohingya, Warganet Aminkan

Kiwil mengaku sedih ketika melihat saudaranya mendapatkan kezaliman dari rezim Aung San Suu Kyi. Pernyataannya itu ia ungkapkan melalui rekaman video yang menjadi viral di media sosial.

Senin, 04/09/2017 10:45 0

Yaman

Al-Qaidah Yaman Serukan Jihad Melawan Rezim Myanmar

Pemimpin senior Al-Qaidah Yaman (AQAP) menyerukan serangan terhadap pemerintah Myanmar untuk mendukung Muslim Rohingya. Seruan itu dilandasi atas tindak kekerasan oleh militer Myanmar terhadap etnis minoritas tersebut.

Senin, 04/09/2017 09:57 0

Philipina

Duterte Akan Bentuk Pasukan Anti-Teror dengan Indonesia dan Malaysia

“Kami telah sepakat akan menggelar pembicaraan bertiga. Kami hanya menunggu waktu yang tepat saja,” kata presiden yang baru setahun menjabat ini.

Senin, 04/09/2017 08:38 0

Indonesia

Pelanggaran HAM Terhadap Rohingya Terjadi Sejak Puluhan Tahun

Direktur Amnesty International Indonesia, Usman Hamid memberikan komentar terkait pembantaian etnis muslim Rohingya. Ia menilai, pembantaian tersebut atas kesewenang-wenangan pemerintah Myanmar.

Senin, 04/09/2017 07:21 0

Indonesia

“Rohingya Muslim Juga, Harusnya Indonesia Terdepan Bela Mereka”

Pengamat politik, Ujang, mengatakan bahwa sebagai negara yang memiliki penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia mestinya menjadi negara yang berdiri di garda terdepan membela Rohingya.

Senin, 04/09/2017 07:10 0

Myanmar

Amnesty Indonesia Desak Pemerintah Aktif Hentikan Pembantaian Rohingya

"Maka pemerintah Indonesia sepatutnya mendorong pemerintah Myanmar untuk segera menghentikan segala bentuk serangan bersenjata kepada penduduk sipil di negara bagian rakhine," katanya dalam konferensi pers di Jakarta pada Ahad (03/08).

Senin, 04/09/2017 06:43 0

Indonesia

KSHUMI Desak ASEAN Hentikan Genosida Rohingya

Komunitas Sarjana Hukum Muslim Indonesia (KSHUMI) akan melaporkan pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi ke[ada Dewan Keamanan PBB

Ahad, 03/09/2017 12:30 0

Indonesia

Anas Saidi Beranggapan Negara Arab Harus Belajar Demokrasi dari Indonesia

Terkait hal itu, Guru Besar Universitas Negeri Malang ini mengatakan negara Arab harus belajar seputar implementasi demokrasi sebagai ideologi yang ia nilai dapat disejajarkan dengan agama.

Ahad, 03/09/2017 12:00 0

Indonesia

Dahnil: Yang Seharusnya Belajar tentang Pancasila Itu Para Pejabat dan Politisi

Dahnil bercerita pengalaman di Poso. Ia mengungkapkan bahwa pedagang di pasar sentral Poso lebih baik gabung kelompok Santoso jika terus diusir oleh pemerintah.

Ahad, 03/09/2017 11:30 1

Close