... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Amnesty Indonesia Desak Pemerintah Aktif Hentikan Pembantaian Rohingya

Foto: Menurut direktur Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid (berbaju hitam)

KIBLAT.NET, Jakarta – Amnesty International Indonesia menyeru pemerintah Indonesia untuk aktif ikut ambil bagian dalam menyelesaikan krisis kemanusiaan di Myanmar. Menurut direktur Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid, situasi di negara bagian Rakhine makin memprihatinkan pada akhir Agustus 2017 setelah terjadi eskalasi konflik antara Tentara Myanmar dengan kelompok bersenjata etnis rohingya.

Ia juga mengungkapkan bahwa puluhan ribu penduduk yang mayoritas etnis Rohingya mengungsi ke perbatasan Bangladesh setelah konflik bersenjata menewaskan sedikitnya 400 warga sipil.

“Maka pemerintah Indonesia sepatutnya mendorong pemerintah Myanmar untuk segera menghentikan segala bentuk serangan bersenjata kepada penduduk sipil di negara bagian Rakhine,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta pada Ahad (03/08).

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah Indonesia selayaknya melakukan upaya diplomasi kepada pemerintah Myanmar untuk segera menghentikan kejahatan HAM yang diarahkan kepada warga muslim Rohingya.

“Selain itu pemerintah Indonesia seharusnya mendesak pemerintah Myanmar untuk mengizinkan tim pencari fakta yang dibentuk dewan HAM PBB pada Maret 2017,” tegasnya.

Usman menegaskan, Tim Pencari Fakta perlu untuk mengungkap kebenaran menuntut tanggung jawab para pelaku kejahatan HAM. Sebab, tanpa ada tindakan yang jelas, maka pembantaian tersebut akan terus berlangsung.

“Tanpa upaya serius dalam penyelesaian kejahatan kemanusiaan ini hanya akan memperpanjang penderitaan yang dialami oleh para korban,” tegasnya.

Terakhir, Usman mendesak agar Indonesia serta negara ASEAN lainnya agar mau menerima para pengungsi Rohingya dan menyediakan perlindungan.

“Serta tempat tinggal yang layak untuk mereka,” tandasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Hunef Ibrahim


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

5 Kontribusi yang Bisa Kita Lakukan Untuk Rohingya

Rohingya kembali membara, bebera waktu lalu militer kembali melakukan pembunuhan terhadap etnis Rohingya. Tidak tanggung-tanggung, aksi terakhir ini membuat hampir 75.000 etnis Rohingya melarikan diri dari kampung-kampung mereka.

Ahad, 03/09/2017 19:49 0

Indonesia

KSHUMI Desak ASEAN Hentikan Genosida Rohingya

Komunitas Sarjana Hukum Muslim Indonesia (KSHUMI) akan melaporkan pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi ke[ada Dewan Keamanan PBB

Ahad, 03/09/2017 12:30 0

Indonesia

Anas Saidi Beranggapan Negara Arab Harus Belajar Demokrasi dari Indonesia

Terkait hal itu, Guru Besar Universitas Negeri Malang ini mengatakan negara Arab harus belajar seputar implementasi demokrasi sebagai ideologi yang ia nilai dapat disejajarkan dengan agama.

Ahad, 03/09/2017 12:00 0

Indonesia

Dahnil: Yang Seharusnya Belajar tentang Pancasila Itu Para Pejabat dan Politisi

Dahnil bercerita pengalaman di Poso. Ia mengungkapkan bahwa pedagang di pasar sentral Poso lebih baik gabung kelompok Santoso jika terus diusir oleh pemerintah.

Ahad, 03/09/2017 11:30 1

Indonesia

Muhammadiyah Desak Mahkamah Pidana Internasional Adili Kasus Rohingya

Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyatakan mendesak kepada Mahkamah Pidana Internasional (Internasional Criminal Court-ICC) untuk mengadili pihak-pihak yang terkait dalam kejahatan kemanusiaan di Rohingya.

Ahad, 03/09/2017 11:00 0

Opini

Rohingya, Heningnya HAM, dan Teriakan Kemanusiaan

Tahun lalu duta besar Myanmar untuk Indonesia, U Aung Htoo pernah menuturkan sejarah Rohingya. Dia menuturkan bahwa etnis Mohamadin (Rohingya sebelum tahun 1990) tinggal secara tidak tetap di daerah Rakhine, baru tahun 1970 etnis ini datang sebagai imigran lalu menetap secara permanen.

Ahad, 03/09/2017 10:00 0

Video Kajian

Bahaya Dosa Kecil (Ust. Abu Rusydan)

KIBLAT.NET – Seringkali kita meremehkan dosa kecil. Padahal, seharusnya kita tak meremehkan hal-hal dosa kecil....

Ahad, 03/09/2017 08:36 0

Artikel

Membedah Taktik Ambush Pasukan Elit Taliban

Imarah Islam Taliban mempublikasikan aksi pejuang-pejuang mereka meng-ambush konvoi logistik musuh di bagian timur provinsi Wardak

Ahad, 03/09/2017 02:01 0

Indonesia

One Care Tembus Myanmar, Salurkan Bantuan untuk Rohingya

Dalam rilisnya yang diterima Kiblat.net pada Jumat (01/09), bantuan ini disalurkan kepada warga Rohingya yang mengungsi di Kota Sittwe, Rohingya Barat. Kota ini dihuni mayoritas Budha. Meski minoritas, warga Muslim Rohingya juga tinggal di sini sejak awal abad 18.

Sabtu, 02/09/2017 08:22 0

Indonesia

FUI Sulteng Desak Pemerintah Usir Dubes Myanmar

Menurut Pimpinan FUI Sulteng Ustadz Hartono bahwa yang telah dilakukan oleh Pemerintah Myanmar sudah diluar batas kemanusiaan.

Sabtu, 02/09/2017 07:20 0

Close
CLOSE
CLOSE