... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Khazanah

Kisah Shahabat yang Bersembunyi di Bawah Bayangan Rembulan

Foto: Ilustrasi

KIBLAT.NET – Ia adalah seorang shahabat Rasulullah yang bernama Martsad Al-Ghanawi. Ia adalah seorang lelaki yang telah diberikan kekuatan Allah ke dalam tubuhnya, keberanian di dalam hatinya, serta kehebatan yang ada di dalam dirinya. Dia diutus Nabi  menuju Mekah untuk membuat kesepakatan bersama supaya para shahabat bisa dibebaskan dari sanderanya.

Sehingga, mereka bisa menyusul ke Madinah. Martsad  pun melaksanakan perintah Nabi. Dikisahkan ketika menuju Mekah, dia berjalan di bawah naungan rembulan yang sangat terang, ia juga berusaha untuk jalan berdempetan dengan tembok, supaya cahaya bulan tidak mengenainya.

Sehingga, orang-orang musyrik Mekah tidak melihatnya. Karena bisa saja ketika dia bertemu dengan orangorang musyrik Mekah, dia akan ditanya tentang alasan datang ke Mekah dan lain sebagainya. Intinya, Martsad ingin bertemu dengan salah seorang shahabat dan dia berusaha mengirimkan surat yang isinya supaya shahabat tersebut menunggunya pada waktu dan tempat tertentu, sehingga dia akan datang menemuinya.

Di tengah perjalanan, ada seorang wanita yang melihatnya berjalan, yang tiada lain adalah seorang yang dahulu pernah menjalin cinta dengannya sebelum datangnya Islam. Namun setelah Islam datang, dia memiliki batasan-batasan syariat yang melarang dirinya berhubungan dengan wanita tersebut.

Ketika wanita tersebut melihatnya, dia berkata, “Siapa itu, Martsad kah?”

Setelah mendengarnya, Martsad pun mencoba mengingat suara yang ia dengarkan. Lalu ia berkata, “Apakah Engkau adalah ‘Anaq?”

Wanita tersebut berkata, “Selamat datang wahai Martsad!

“Datang dan menginaplah di rumahku malam ini!” Maksudnya, dia mengajak tidur bersama sebagaimana yang dahulu pernah dilakukan berdua pada masa jahiliyah.

Marstad menjawab, “Wahai ‘Anaq, sesungguhnya Allah telah melarang perbuatan zina.”

Martsad menjelaskan bahwa kondisinya sekarang berbeda dengan ketika dahulu sebelum datangnya Islam.

Wanita tersebut berkata, “Wahai Martsad, kamu harus melakukannya. Jika tidak, aku akan berteriak supaya orang-orang Quraisy mendengar. Engkau bersembunyi di bawah naungan rembulan, sekarang tidak ada lagi naungan rembulan itu. Aku akan berteriak, dan aku akan mengatakan, ‘Wahai Quraisy, sungguh lelaki ini ingin membebaskan para sandera kalian.”

Martsad berkata, “Janganlah Engkau lakukan hal itu!”

Wanita tersebut berkata, “Baik, kalau begitu menginaplah Kamu di rumahku malam ini.”

Martsad berkata, “Aku tidak akan menginap. Demi Allah, Sungguh Allah telah melarang perbuatan zina.”

Maka, ‘Anaq pun berteriak, “Wahai orang-orang Quraisy, sesungguhnya lelaki ini ingin membebaskan para sandera kalian.”

Orang-orang pun keluar dan berusaha untuk mencarinya. Namun, Martsad senantiasa mencari tempat di bawah bayangan bulan, supaya orang-orang tidak melihatnya. Dalam keadaan seperti itu, dia menemukan ada sebuah pintu di tembok yang dapat menghubungkan dia masuk menuju ke sebuah kebun.

Dia berkata, “Aku pun sembunyi, sebagaimana seekor musang bersembunyi. Dan aku pun memasuki kebun tersebut dalam keadaan bersembunyi pula.”

Martsad berkata, “Mereka pun mengarahkan pandangannya ke segala arah, tapi mereka tidak melihatku. Ketika orang-orang mulai bubar, aku pun keluar dari tempat tersebut dan langsung menuju shahabat yang sudah aku rencanakan untuk aku bawa. Namun, Karena shahabatku tersebut dalam kondisi diikat, aku pun pergi membawanya dalam keadaan demikian. Hingga ketika aku sudah melewati rumah orang-orang Quraisy, aku pun mendudukkannya, kemudian melepas ikatannya, selanjutnya pergi bersamanya menuju Madinah.”

Martsad sampai ke Madinah setelah berjalan dengan sembunyi-sembunyi di bawah naungan rembulan di kota Mekah. Akan tetapi, pandangan yang ia lemparkan ke arah ‘Anaq masih membekas di pikirannya sampai ketika dia pulang.

Lelaki ini memang memiliki hubungan dengannya pada masa Jahiliyah. Ada cinta di antara mereka, rasa saling mengasihi, serta mereka berdua merasakan malam-malamnya dengan penuh ‘kelembutan’.

Benar, dia telah masuk Islam. Akan tapi, dia hanyalah manusia biasa. Akhirnya, ia pun pergi menuju Rasulullah dan menyerahkan shahabat yang dibebaskannya, sehingga ia bisa kembali kepada keluarganya.

Martsad mengatakan kepada Nabi, “Wahai Rasulullah, Aku pergi ke Mekah dengan cara bersembunyi di bawah naungan rembulan, dan telah terjadi padaku demikian dan demikian. Wahai Rasulullah, bolehkah aku menikahi ‘Anaq?”

Nabi  pun menjawab, “Wahai Martsad, sunggguh Allah telah mengharamkan zina.”

Martsad berkata, “Wahai Rasulullah, bolehkah aku menikahinya?”

Maka Allah pun menurunkan ayat di permulaan surat An-Nur. Allah  berfirman:

“Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nûr: 3)

Maka Nabi  pun membacakan ayat tersebut dihadapan Martsad, kemudian Martsad pun menerimanya. Selama Allah mengharamkannya perasaan, cinta, dan kerinduan yang ada dalam hatinya, maka semua perasaan tersebut akan ia hilangkan.

Redaktur : Dhani El_Ashim

Diambil dari Kisah-Kisah Inspiratif karya Syaikh Al-Arify

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Postingan Konyol Ade Armando Dibalas Polling “Pecat Ade Armando dari UI”

Sebuah polling kembali meramaikan jagat dunia maya. Pasalnya polling kali ini dilakukan netizen terkait postingan nyleneh Ade Armando dalam akun facebook-nya.

Senin, 04/09/2017 14:30 0

Asia

Korea Utara Klaim Ciptakan Bom Nuklir Berkekuatan Dahsyat

Senjata tersebut diklaim dapat menempuh jarak jauh dan ditembakkan menggunakan rudal balistik antarbenua

Senin, 04/09/2017 13:40 0

Indonesia

Mahasiswa Sulteng Turun ke Jalan, Desak Pemerintah Lakukan Langkah Konkret untuk Rohingya

Sejumlah lembaga-lembaga kemahasiswaan diantaranya Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI), KAMMI, LMND, PMII dan mahasiswa IAIN Palu turun ke jalan melakukan aksi solidaritas untuk Rohingya.

Senin, 04/09/2017 13:39 0

Indonesia

IMM Instruksikan Seluruh Anggotanya Gelar Aksi Lawan Genosida Rohingya

"Menginstruksikan ke seluruh pimpinan IMM di seluruh Indonesia dan di luar negeri untuk melakukan aksi kemanusiaan untuk melawan tindakan genosida di Myanmar,"

Senin, 04/09/2017 12:54 0

Indonesia

Heboh Protes Netizen atas Pernyataan Menag terkait Genosida Rohingya

Menerima jawaban tersebut, Zara Zetiiraa pun menujukkan sebuah screenshot ketika Menag mengutuk serangan bom bunuh diri di Gereja St Yoseph pada 29 Agustus 2016 lalu.

Senin, 04/09/2017 12:10 0

Artikel

Aung San Suu Kyi, Ironi Peraih Nobel Perdamaian

kon Myanmar Aung San Suu Kyi merupakan salah satu wanita terkenal di dunia, pemegang hadiah Nobel Perdamaian, dan pernah dijuluki sebagai “Mandela Asia” karena reputasinya di bidang hak-hak asasi manusia.

Senin, 04/09/2017 11:30 0

Indonesia

IMM: Indonesia Harus Pelopori Sanksi Internasional untuk Myanmar

"Genosida yang terjadi di Myanmar menjadi pemandangan yang buruk di dunia internasional"

Senin, 04/09/2017 10:58 0

Indonesia

Kiwil Doakan Keselamatan untuk Muslim Rohingya, Warganet Aminkan

Kiwil mengaku sedih ketika melihat saudaranya mendapatkan kezaliman dari rezim Aung San Suu Kyi. Pernyataannya itu ia ungkapkan melalui rekaman video yang menjadi viral di media sosial.

Senin, 04/09/2017 10:45 0

Yaman

Al-Qaidah Yaman Serukan Jihad Melawan Rezim Myanmar

Pemimpin senior Al-Qaidah Yaman (AQAP) menyerukan serangan terhadap pemerintah Myanmar untuk mendukung Muslim Rohingya. Seruan itu dilandasi atas tindak kekerasan oleh militer Myanmar terhadap etnis minoritas tersebut.

Senin, 04/09/2017 09:57 0

Philipina

Duterte Akan Bentuk Pasukan Anti-Teror dengan Indonesia dan Malaysia

“Kami telah sepakat akan menggelar pembicaraan bertiga. Kami hanya menunggu waktu yang tepat saja,” kata presiden yang baru setahun menjabat ini.

Senin, 04/09/2017 08:38 0