... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Seperti Inilah Penerapan Nilai-nilai Idul Qurban dalam Berbangsa dan Bernegara

KIBLAT.NET, Jakarta- Sekjen PBNU, Helmy Faisal Zaini mengatakan bahwa dalam konteks ajaran berqurban, Allah mengajarkan bahwa pengorbanan itu berat untuk dilakukan. Namun, pengorbanan dan keikhlasan akhirnya membuahkan hasil.

“Ismail tidak jadi terkorbankan, sebab Allah menggantinya dengan kambing yang dibawa oleh Jibril AS,” katanya kepada Kiblat.net melalui rilisnya pada Kamis (31/08)

Ia juga menjelaskan, dalam konteks kebangsaan, ajaran qurban memiliki nilai-nilai yang relevan untuk diteladani saat ini. Nilai-nilai tersebut antara lain adalah, soal nilai pengorbanan. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh Ibrahim adalah pengorbanan yang luar biasa.

“Ia (Ibrahim.red), mengesampingkan dan menegasikan egonya,” ujarnya.

Dalam berbangsa dan bernegara yang bhineka seperti Indoenesia, kata dia, yang pertama-tama harus mengegasu ego masing-masing antara kita. Jika masing-masing mengedepankan egonya, maka yang terjadi adalah perpecahan. Para pendiri Negara kita sudah memberikan contoh yang nyata.

“Dengan penuh kesadaran dialetkita menegasikan egosentrime itu terekam dalam perumusan Pancasila,” ucapnya.

Selain itu, dari sisi kemanusiaan, dalam hal ini ajaran qurban memberikan pesan kepada kita semua bahwa sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat hidupnya bagi sesama. Helmy mengatakan, kebermanfaatan itu tentu saja merupakan dimensi sosial dalam beragama.

“Ajaran qurban dengan jalan menyembelih hewan ternak dan membagi-bagikannya kepada kaum yang berhak merupakan ajaran yang luhur soal bagaimana berbagi dan menghargai kemanusiaa,” tegasnya.

BACA JUGA  Soal Polisi Kejar Massa ke Masjid, Begini Kata Ustadz Bernard Abdul Jabbar

Maka, ia menegaskan pesan-pesan ini sangat kuat dan penting untuk direnungkan di tengah gejala kehidupan yang sangat tidak menghargai kemanusiaan akhir-akhir ini. Saat dunia diliputi dengan berbagai macam pandangan hidup yang negatif seperti indivualisme dan premanisme.

“Sebagaimana yang terjadi pada peristiwa pembakaran pencuri ampilifier mushalla di Bekasi. Makna ajaran Qurban menjadi penawar dengan ajaran kemanusiaan dan indahnya berbagi terhadap sesama,” tuturnya.

Momen Idul Qurban atau Idul Adha ini, kata dia, penting untuk memaknai sebagai titik pijak untuk terus merenungkan bagaimana penghargaan kita terhadap nilai-nilai universal yang diajarkan oleh agama. Ia menegaskan, tanpa perenungan dan penghayatan yang baik, agama hanya akan berhenti pada sebatas ritual yang simbolik dan tak bermakna.

 

 

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Syafi’i Iskandar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Qatar

Jumlah Jemaah Haji Asal Qatar Meningkat Dibanding Tahun Lalu

Jumlah jemaah haji asal Qatar tahun ini sebanyak 1.564 orang

Kamis, 31/08/2017 16:03 0

Rusia

Medan Suriah Jadi Uji Coba Helikopter Baru Rusia Mi-28UB

Rusia berencana untuk menguji salah satu helikopter terbarunya, Mi-28UB di Suriah. Demikian dilaporkan kantor berita TASS mengutip pernyataan dari CEO Helicopters Rusia, Andrei Boginsky.

Kamis, 31/08/2017 15:38 0

Myanmar

Buddha Myanmar Desak Militer Lebih Tegas Lagi terhadap Rohingya

Ratusan penganut Buddha, termasuk biksu, mendesak pemerintah Myanmar untuk melakukan tindakan yang lebih keras terhadap gerilyawan dari minoritas Muslim Rohingya. Mereka berkumpul di kota terbesar Myanmar, Yangon pada Rabu (30/08).

Kamis, 31/08/2017 12:06 0

Inggris

24 Ribu Muslim Inggris Tahun Ini Haji ke Baitullah

Kantor media dan hubungan regional pemerintah Inggris menyebutkan bahwa Deplu menyadari pentingnya ibadah haji bagi warga Muslim Inggris. Untuk itu, kami memberikan bantuan konsuler di banyak wilayah.

Kamis, 31/08/2017 08:30 0

Suriah

HTS Sedot Pejuang dari Kelompok Lain, Ini Penyebabnya

Menurut jurnalis Suriah, Qutaybah Yasin, kepada harian online Al-Quds Al-Araby pada Rabu (29/08), banyaknya pejuang tertarik dan bergabung dengan HTS karena kelompok pimpinan Abu Jabir Al-Syaikh itu dinilai organisasi paling bagus, ganas dalam bertempur, tangguh menghadapi rezim dan menolak agenda asing. “Ini yang menjadi daya tarik utama”, ujarnya.

Kamis, 31/08/2017 07:05 0

Eropa

LSM Eropa: Kekerasan terhadap Rohingya Tidak Manusiawi

Sejumlah LSM di Eropa mengutuk kekerasan yang sedang berlangsung di Myanmar sebagai tindakan yang "tidak manusiawi". Kecaman tersebut dilontarkan setelah adanya laporan bahwa masyarakat Rohingya dibantai oleh pasukan keamanan Myanmar.

Rabu, 30/08/2017 19:30 0

Arab Saudi

Tausiyah Mina: Indonesia Butuh Doa Kita!

Rabu siang waktu Mekkah, sebagian besar jamaah haji tahun 2017 sudah berada di Mina untuk melakukan tarwiyah. Mereka mulai memenuhi tenda-tenda di lembah Mina sejak Selasa (29/08) waktu setempat.

Rabu, 30/08/2017 17:54 0

Video News

Wawancara Eksklusif: Ada Apa dengan Rohingya?

KIBLAT.NET – Konflik Rohingya membara lagi, pembantaian dan pembakaran terjadi lagi. Korban-korban baru berjatuhan lagi....

Rabu, 30/08/2017 17:54 0

News

Wanita Rohingya Tak Sesali Kepergian Suami Mereka untuk Berjihad

Begum yang baru berusia 25 tahun diungsikan dari wilayah Rakhine karena adanya medan pertempuran baru antara pasukan Budha Myanmar dan para pejuang Rohingya yang memperjuangkan hak dasar mereka sebagai manusia, yaitu tetap hidup.

Rabu, 30/08/2017 15:43 2

Turki

Turki: Persekusi terhadap Muslim Rohingya Dilakukan Sistematis

Muslim Rohingya berada di bawah penindasan dan penganiayaan sistematis. Dibutuhkan solusi permanen untuk mengatasinya. Demikian kata Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu pada Selasa (29/08).

Rabu, 30/08/2017 15:21 0

Close