... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

HTS Sedot Pejuang dari Kelompok Lain, Ini Penyebabnya

Foto: Bendera resmi Ha'ah TahrirSyam

KIBLAT.NET, Idlib – Aktivis Suriah melihat Ha’iah Tahrir Al-Syam (HTS) beberapa waktu terakhir menjadi kelompok oposisi Suriah yang paling banyak menyedot pejuang dari kelompok lain. Sejumlah alasan diungkapkan. Mulai dari kelompok yang dianggap paling bagus administrasinya hingga alasan HTS menerapkan strategi “mengalahkan” kelompok lain, sehingga memaksa pejuang dari kelompok lain memilih aman dengan bergabung.

Menurut jurnalis Suriah, Qutaybah Yasin, kepada harian online Al-Quds Al-Araby pada Rabu (29/08), banyaknya pejuang tertarik dan bergabung dengan HTS karena kelompok pimpinan Abu Jabir Al-Syaikh itu dinilai organisasi paling bagus, ganas dalam bertempur, tangguh menghadapi rezim dan menolak agenda asing. “Ini yang menjadi daya tarik utama”, ujarnya.

Yasin menjelaskan bahwa hal tersebut normal dalam sebuah konflik ideologi, di mana para pendukung dan anggotanya condong pada kelompok yang lebih kuat dan berkuasa. Setiap orang cenderung tunduk pada pihak yang kuat dan menguasai wilayah. Contohnya, milisi Kurdi moderat. Mereka tidak banyak pengikut meskipun pemikirannya pertengahan. Sebaliknya, milisi Kurdi ekstrem meraih popularitas dan banyak menyedot pengikut. Oleh karena itu, meskipun HTS kelompok yang tidak banyak dana, namun tetap menyedot pengikut baru. Karena pendaan bukan satu-satunya yang menjadi daya tarik.

Terkait hal ini, aktivis yang dikenal dekat dengan faksi-faksi revolusi Suriah Muhammad Amin menandaskan bahwa HTS bukan faksi miskin dana. Menurutnya, mereka adalah faksi oposisi yang paling banyak dukungan dana. Mereka faksi paling kaya. Pendaan lebih baik yang mereka miliki menyedot banyak pengikut. Tak kalah pentingnya, dengan manhaj yang dipilih HTS. Para pejuang asing lebih memilih gabung HTS karena bermanhaj salafi jihadi, sebagaimana yang dilakukan pejuang dari Turkistan.

Sementara itu, aktivis yang dekat dengan HTS, Al-Usaif Abdurrahman, mengatakan bahwa kelompok yang saat ini menguasai mayoritas Idlib itu berbicara kepada anggotanya dengan dasar Syariat. Inilah yang membuat daya tarik. Sebagaimana diketahui, HTS sejak bernama Jabhah Nusrah kemudian Jabhah Fath Al-Syam hingga berganti nama saat ini masih terus mendidik anggotanya dengan pendidikan Islam, dengan doktrin melawan kezaliman dan hidup mulia. hal itu pun menyentuh kesadaran hati para pemuda, yang kemudian membangkitkan semangat melindungi agama dan mimpi jihad.

BACA JUGA  Fraksi PKS Nilai Keputusan Politik Pemerintah Oligarkis dan Minim Diskusi

Abdurrahman menegaskan, terdapat perbedaan antara Daulah Islamiyah (ISIS) dan HTS dalam mendidik tentara dan menyemangati para pengikutnya. HTS bekerja bertahap dalam menyampaikan pesannya dengan penuh kesantunan kepada umat Islam dan memilih waktu tepat serta mempertimbangkan kemasalahatan. Hal itu menyebabkan mereka lebih dekat dengan umat Islam daripada ISIS.

Terkait fenomena banyaknya pejuang meninggalkan kelompoknya untuk bergabung HTS, ia menjelaskan bahwa banyak faksi yang ada hanya berjuang atas nama revolusi saja. Seiring berjalannya hari, mereka menyaksikan revolusi dijual oleh kelompoknya terkadang atas nama revolusi dan terkadang dengan membungkuk pada negara penyokong. Para pemuda yang bergabung kelompok tersebut pun gunda, resah dan muncul ketidakpercayaan. Hal itu berbeda dengan anggota HTS yang menganggap revolusi adalah bagian dari konflik, bukan seluruhnya. Bagi HTS, hakikat kemenangan revolusi itu kembali pada faksi bukan mengikuti arahan dan keputusan asing.

Dia menambahkan, setiap orang menyadari bahwa ketergantungan muncul karena dukungan uang bersyarat. Pada saat faksi-faksi tersebut didukung peralatan, pasukan dan dana, kebanyakan mereka tidak dapat membuka front baru baik karena perintah pemberi dana atau karena faksi-faksi tersebut kendur sehingga membiarkan anggotanya menganggur. Ini salah satu alasan paling penting yang membuat para pemuda yang tulus, setelah bertahun-tahun revolusi berjalan, mengungkapkan banyak masalah. Oleh karenanya, banyak dari mereka yang jujur ingin memerangi rezim kemudian bergabung dengan kelompok yang getol memerangi rezim. Sementara yang ingin hidup enak dan kebutuhan terpenuhi mereka gabung faksi-faksi yang menggaji anggotanya atau memenuhi kebutuhannya.

BACA JUGA  Omnibus Law: Pesta Oligarki di Tengah Pandemi

Ia menegaskan bahwa banyak di dalam faksi-faksi tersebut orang-orang jujur dan tulus untuk memerangi rezim, dan ini ada di setiap faksi. Di sana masih ada orang-orang terhormat ingin bergabung dengan orang yang menolong revolusi. Hal itu terlihat ketika cepatnya faksi-faksi yang ikut berkonfrontasi menghadapi HTS beberapa waktu lalu saat terjadi keributan dengan Ahrar Al-Syam mencair. Di mana banyak orang-orang yang berbaiat HTS sebelum “bahaya” menghampiri mereka, dan itu berlangsung selama sehari. Namun ada pihak-pihak yang mengatakan bahwa HTS memaksa mereka untuk baiat. Akan tetapi di akhir kesepakatan antara HTS dan Ahrar disebutkan bahwa yang ingin kembali ke Ahrar dipersilahkan.

Dalam konteks yang sama, aktivis revolusi Ghassan Mohammed menjelaskan bahwa HTS memberi tekanan pada banyak pejuang yang tergabung dalam faksi-faksi tersebut sehingga banyak yang gabung. Ia menambahkan bahwa kebijakan HTS adalah Anda dengan saya atau Anda menentang jihad dan bersama orang-orang yang menjual revolusi. Ini adalah pemerasan.

Dia menjelaskan dalam sebuah wawancara dengan al-Quds al-Arabi bahwa ada beberapa alasan yang membuat banyak elemen dari faksi-faksi tersebut bergabung HTS, di antaranya karena penggerebekan dan sejenisnya kepada faksi lain. Hal itu membuat kaum muda gabung untuk menghindari serangan dan penangkapan. Sebab lainnya, kegagalan faksi-faksi melindungi anggotanya dari penangkapan dan perampasan membuat mereka lebih mengutamkan HTS. Karena HTS dianggap faksi paling baik dalam hal itu. Alasan selanjutnya, karena HTS merupakan organisasi paling baik dan pengelolaannya bagus, Ini tidak ada dalam faksi-faksi yang ada saat ini.

Sumber: Al-Quds Al-Araby
Redaktur: Sulhi El-Izzi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

Jumhur, Sholat ‘Id Tidak Menggugurkan Kewajiban Jum’at

Ada yang mengatakan bahwa jika Idul Adha bertepatan dengan hari Jum’at, maka diperbolehkan meninggalkan sholat Jum’at. Hal ini dikarenakan adanya dua khutbah dan dua hari raya dalam satu hari. Sebenarnya bagaimana kajian tema ini dalam khazanah fikih Islam?

Rabu, 30/08/2017 20:10 0

Indonesia

Viral Video GMBI Persoalkan Legalitas Minimart 212, Netizen: Apa Haknya?

Rekaman video sejumlah oknum ormas GMBI yang menanyakan legalitas Minimart 212 menjadi viral di media sosial.

Rabu, 30/08/2017 20:04 0

Indonesia

Romo Benny: Konflik Rohingya Harus Diselesaikan Agar Tidak Merembet ke Kawasan

Pastor Romo Benny Susetyo mengatakan bahwa Indonesia dapat membantu dan mengurai konflik yang ada di Rohingya dengan menggunakan jalur politik diplomatik. Terlebih lagi, menurutnya tidak ada yang menghalangi Indonesia untuk membantu Muslim Rohingya, tapi mau atau tidaknya melakukan hal teresbut.

Rabu, 30/08/2017 19:01 0

Indonesia

Kelompok Kafilah Syuhada Bantah Rencanakan Makar di Aksi 411

Kelompok Kafilah Syuhada pimpinan Abu Nusaibah membantah tuduhan yang menyebut mereka menyusup dan merencanakan makar dalam aksi 411 pada 4 November 2016 silam.

Rabu, 30/08/2017 18:30 0

Video News

Wawancara Eksklusif: Ada Apa dengan Rohingya?

KIBLAT.NET – Konflik Rohingya membara lagi, pembantaian dan pembakaran terjadi lagi. Korban-korban baru berjatuhan lagi....

Rabu, 30/08/2017 17:54 0

Indonesia

Mengapa Jonru Akhirnya Berani Muncul di Acara ILC? Ini Rahasianya

Kehadiran aktivis media Jonriah Ukur Ginting alias Jonru dalam acara Indonesia Lawyer Club (ILC) pada Selasa malam (29/08) menimbulkan banyak pertanyaan dari warganet. Pasalnya, sebelumnya dia mengonfirmasi batal ikut dalam acara ILC karena diirinya dikaitkan dengan Saracen.

Rabu, 30/08/2017 16:30 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Idul Adha 1438 H: Teladan Ibrahim, Menjadi Hamba Allah Seutuhnya

Kiblat menyediakan khotbah Idul Adha 1438 H, tulisan Ustadz Muhajirin Ibrahim, Lc. Anda dapat mendownload dan menggunakannya secara gratis dalam link berikut

Rabu, 30/08/2017 14:50 1

Indonesia

Global Qurban Imbau Masyarakat Salurkan Dana Kurban untuk Rohingya

Dalam hal ini, Muslim Rohingya di Myanmar menjadi salah satu prioritas penyaluran hewan kurban dari Global Qurban. Selain Muslim di beberapa negara lainnya.

Rabu, 30/08/2017 14:32 0

Indonesia

Menaikkan Harga Rokok Dinilai Dapat Menekan Jumlah Perokok

Tokoh-tokoh lintas agama sepakat menilai rokok menimbulkan dampak negatif di Indonesia. Yakni mencakup berbagai aspek, baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi.

Rabu, 30/08/2017 13:42 0

Indonesia

Hindu Indonesia Kecam Kekerasan terhadap Etnis Rohingya 

Bendahara Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Ida I Dewa Gede Ngurah Utama mengecam keras tindakan militer Myanmar yang melakukan pembantaian terhadap etnis Rohingya yang beragama Islam.

Rabu, 30/08/2017 13:06 0

Close