... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Serangan Udaranya Kembali Memakan Korban Sipil, NATO Bungkam

Foto: Warga sipil Afghanistan.

KIBLAT.NET, Herat – Sedikitnya 16 warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak, dilaporkan tewas pada hari Senin (28/08) kemarin akibat serangan udara NATO di bagian barat Afghanistan. Serangan brutal ini diklaim untuk menghancurkan sebuah “markas Taliban” yang ada di distrik Zerkoh, provinsi Herat, namun kemungkinan salah informasi sehingga salah sasaran. Selain memakan korban belasan warga sipil tewas, lebih banyak korban lainnya mengalami luka-luka akibat serangan itu.

Insiden ini bermula ketika pasukan koalisi mencoba menyasar sebuah markas Taliban. Namun operasi militer NATO ini menjadi tidak terkendali karena pejuang-pejuang Taliban lalu melakukan kontra-serangan dengan menyebar ke segala penjuru. Tak lama kemudian, pesawat tempur NATO datang dan membom rumah-rumah warga sekitar dengan asumsi bahwa pejuang-pejuang Taliban bersembunyi di sana.

Pejabat lokal mengatakan antara 16 dan 18 pejuang Taliban ikut tewas dalam insiden itu, namun juga mengakui korban di pihak warga sipil jauh lebih banyak. Ada yang menarik, Menteri Pertahanan Afghan semula sempat mengklaim bahwa Angkatan Udara negaranya bertanggung jawab atas serangan ke markas Taliban tersebut. Tetapi setelah ketahuan ada banyak korban sipil kemudian diakui bahwa itu adalah operasi militer NATO.

Sebagaimana biasa, pihak NATO bungkam dan tidak mengeluarkan sedikitpun pernyataan untuk mengkonfirmasi insiden serangan mereka. Bahkan, pernyataan standar seperti “kami telah mendengar adanya korban sipil, dan akan melakukan investigasi” seperti yang biasa mereka lakukan setiap ada korban sipil juga tidak ada sama sekali. (Rud)

BACA JUGA  Jejak Islam di Sisilia: Keramahan yang Turun-temurun

Sumber: Antiwar
Redaktur: Yasin Muslim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Bang Japar: Ujaran Ade Armando Kerap Mengandung Kebencian

Ade Armando dinilai kerap memberikan komentar negatif. Bahkan, diskriminatif terhadap umat Islam. Demikian dikatakan Direktur LBH Bang Japar, Djudju Purwantoro.

Rabu, 30/08/2017 11:30 0

Indonesia

Pembantaian Rohingya Berlanjut, Pemuda Muhammadiyah Desak Indonesia Tarik Dubes dari Myanmar

KIBLAT.NET, Jakarta – PP Pemuda Muhammadiyah mendesak PBB untuk menghukum Myanmar atas kejahatan kemanusiaan yang...

Rabu, 30/08/2017 11:08 1

Indonesia

Keprihatinan Dunia untuk Rohingya Dinilai Hanya Basa-basi Diplomasi

“Apa yang terjadi di Myanmar bagi saya bukan konflik, namun pembantaian,”

Rabu, 30/08/2017 10:16 0

Indonesia

Bagi Pengikut Hindu, Rokok Adalah Musuh

Ngurah mengatakan, bahwa umat manusia seharusnya memakan dan mengonsumsi makanan yang “satwika”, yaitu yang penuh gizi, menyehatkan dan menyegarkan. Sementara, kata dia, rokok termasuk barang yang bertentangan dengan “satwika”.

Rabu, 30/08/2017 08:50 0

Video Kajian

Hukum Iuran Membeli Hewan Qurban

KIBLAT.NET – Iuran untuk membeli hewan Qurban siudha menjadi budaya di negara kita. Pertanyaannya, apa...

Rabu, 30/08/2017 07:47 0

Indonesia

Pemuda Muhammadiyah: Isu SARA Sekarang Ini Seperti Sengaja Dipelihara

"Sekarang ini kan sepertinya isu SARA ini memang dipelihara, tentu ada kepentingan untuk menutup isu yang lain, saya lihatnya seperti itu," ungkap Sekretaris Pemuda Muhammadiyah, Pedri Kasman di Jakarta, Selasa (29/08).

Rabu, 30/08/2017 07:45 0

Indonesia

Pedri Kasman Curiga Saracen By Design untuk Muluskan Misi Tertentu

"Saya melihat ini perlu kita teliti lebih dalam ya, saya belum sepenuhnya percaya bahwa Saracen ini adalah sesuatu yang begitu saja ada, jangan-jangan ini by design," ungkapnya saat ditemui di Gedung PP Muhammadiyah, Menteng Jakarta Pusat ,Selasa (29/08).

Rabu, 30/08/2017 07:08 0

Indonesia

Pembantaian Rohingya, Komisi I Pertanyakan Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi

Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari mempertanyakan mengapa Pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi diam saat pembantaian Muslim Rohingya terjadi.

Selasa, 29/08/2017 21:59 0

Indonesia

Kisah Lucu Taufiq Ismail di Amerika, Rokok Ternyata Jadi Barang Kuno

Penyair kondang, Taufik Ismail berhasil menarik gelak tawa penonton dalam sebuah acara diskusi yang digelar oleh Muhammadiyah.

Selasa, 29/08/2017 21:27 0

Indonesia

Pemuda Muhammadiyah: Pembantaian Rohingya Sangat Tidak Manusiawi

Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah mengecam keras pembantaian terhadap etnis minoritas Muslim Rohingnya.

Selasa, 29/08/2017 21:15 0

Close