... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Romo Benny: Konflik Rohingya Harus Diselesaikan Agar Tidak Merembet ke Kawasan

Foto: Pastor Romo Benny Susetyo. Foto: Kiblat.net
KIBLAT.NET, Jakarta- Pastor Romo Benny Susetyo mengatakan bahwa Indonesia dapat membantu dan mengurai konflik yang ada di Rohingya dengan menggunakan jalur politik diplomatik. Terlebih lagi, menurutnya tidak ada yang menghalangi Indonesia untuk membantu Muslim Rohingya, tapi mau atau tidaknya melakukan hal teresbut.
“Indonesia sebagai negara ASEAN dalam diplomasinya dapat menata, menata kawasan itu bebas konflik,” ujar mantan Sekretaris Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) ini di Gedung Audutorium PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (29/08).
Dengan demikian, ia menghimbau kepada negara-negara anggota ASEAN untuk dapat membantu menghentikan kekerasan di Rohingya. Ia mengimbau harus ada tindakan yang sekiranya bisa digunakan untuk menghentikan aksi kriminal pemerintah Myanmar terhadap etnis paling teraniaya di muka bumi, menurut PBB ini.
Pertama, dengan tekanan dari negara ASEAN untuk menghentikan kekerasan. Kemudian, harus membantu memperjelas posisi warga kenegaraan. Kemudian mengajak Pemerintah Myanmar duduk bersama untuk membahas masalah kekerasan tersebut.
“Negara ASEAN harus mencari jalan alernatif untuk membuat kawasan damai, berdialog, mencoba itu dimungkinkan tidak, bagaimana kita mengajak Pemerintah Myanmar untuk duduk membahas masalah ini,” terang pendukung mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki ini kepada Kiblat.net.
Ia menyebut keterlibatan Indonesia tidak dilakukan dengan intervensi, negara ASEAN bisa menggunakan diplomasinya dan tekanan politik untuk membuat kesepakatan.
Karena menurutnya, jika konflik tersebut tidak segera ditanggapi serta tidak ada yang peduli terhadap konflik kekerasan tersebut. Ia takut konflik tersebut malah akan merembet pada wilayah-wilayah yang lain.
“Kalau konflik ini tidak disegera diselesaikan, bisa-bisa merembet ke kawasan wilayah lainnya,” ujarnya.
Reporter: Reno Alfian
Editor: Fajar Shadiq
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Arab Saudi

Tausiyah Mina: Indonesia Butuh Doa Kita!

Rabu siang waktu Mekkah, sebagian besar jamaah haji tahun 2017 sudah berada di Mina untuk melakukan tarwiyah. Mereka mulai memenuhi tenda-tenda di lembah Mina sejak Selasa (29/08) waktu setempat.

Rabu, 30/08/2017 17:54 0

Video News

Wawancara Eksklusif: Ada Apa dengan Rohingya?

KIBLAT.NET – Konflik Rohingya membara lagi, pembantaian dan pembakaran terjadi lagi. Korban-korban baru berjatuhan lagi....

Rabu, 30/08/2017 17:54 0

News

Wanita Rohingya Tak Sesali Kepergian Suami Mereka untuk Berjihad

Begum yang baru berusia 25 tahun diungsikan dari wilayah Rakhine karena adanya medan pertempuran baru antara pasukan Budha Myanmar dan para pejuang Rohingya yang memperjuangkan hak dasar mereka sebagai manusia, yaitu tetap hidup.

Rabu, 30/08/2017 15:43 2

Turki

Turki: Persekusi terhadap Muslim Rohingya Dilakukan Sistematis

Muslim Rohingya berada di bawah penindasan dan penganiayaan sistematis. Dibutuhkan solusi permanen untuk mengatasinya. Demikian kata Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu pada Selasa (29/08).

Rabu, 30/08/2017 15:21 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Idul Adha 1438 H: Teladan Ibrahim, Menjadi Hamba Allah Seutuhnya

Kiblat menyediakan khotbah Idul Adha 1438 H, tulisan Ustadz Muhajirin Ibrahim, Lc. Anda dapat mendownload dan menggunakannya secara gratis dalam link berikut

Rabu, 30/08/2017 14:50 1

Myanmar

Rohingya: Tolong Selamatkan Kami, Jika Kami Terus di Sini Kami Akan Dibunuh

Setelah konflik kembali berkecamuk pada Jumat dini hari (25/8) di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, ribuan Muslim Rohingya serentak meninggalkan desa mereka.

Rabu, 30/08/2017 14:07 0

Myanmar

Konflik Meruncing di Maungdaw, Buthidaung dan Rathedaung

Operasi keamanan secara sporadis dilakukan dengan dalih penahanan terhadap tersangka militan Rohingya. Namun demikian, operasi keamanan tersebut kerap kali menindas warga sipil yang tidak bersalah.

Rabu, 30/08/2017 13:16 0

News

Serangan Udaranya Kembali Memakan Korban Sipil, NATO Bungkam

Insiden ini bermula ketika pasukan koalisi mencoba menyasar sebuah markas Taliban. Namun operasi militer NATO ini menjadi tidak terkendali karena pejuang-pejuang Taliban lalu melakukan kontra-serangan dengan menyebar ke segala penjuru.

Rabu, 30/08/2017 12:32 0

Suriah

Kontak Senjata Pasukan AS dan Oposisi Suriah Kembali Pecah di Dekat Manbij

Juru bicara pasukan koalisi Kolonel Ryan Dillon mengatakan bahwa pasukan darat AS diserang saat berada di luar kota Manbij pada hari Selasa (29/08) kemarin.

Rabu, 30/08/2017 12:00 0

Arab Saudi

Saudi Kerahkan 100 Ribu Pasukan untuk Amankan Jamaah Haji

Manshur menambahkan kepada Reuters Arabic bahwa ancaman tersebut telah dipangkas jauh-jauh hari. Ia pun mengaku, pihaknya telah menangkap sejumlah sel ekstremis di Mekah dan Madinah selama beberapa tahun terakhir.

Rabu, 30/08/2017 09:45 0

Close