... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Menaikkan Harga Rokok Dinilai Dapat Menekan Jumlah Perokok

Foto: Diskusi publik "Harga Rokok dan Kemiskinan: Pandangan Pemuka Agama" di Auditorium PP Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (29/08).

KIBLAT.NET, Jakarta – Tokoh-tokoh lintas agama sepakat menilai rokok menimbulkan dampak negatif di Indonesia. Yakni mencakup berbagai aspek, baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi. Oleh karena itu, mereka mengusulkan kepada pemerintah untuk menaikkan harga rokok. Sehingga dapat menekan jumlah perokok secara perlahan.

Usulan tersebut disampaikan dalam sebuah diskusi publik yang diselenggarakan oleh Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) PP Muhammadiyah yang bekerja sama dengan Center for Health Economics and Policy Studies Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (CHEPS FKM UI).

Tokoh dari Islam yang juga penyair, Taufik Ismail menegaskan bahwa rokok memiliki banyak mudharat di Indonesia dan sudah berangsung selama 100 tahun. Bahkan, menurut dia kemudharatan rokok telah berlipat ganda di Indonesia.

“Mudharat yang ditimpakan rokok pada bangsa berlipat ganda lebih besar daripada apa yang diterima dalam bentuk uang. Seluruh dunia mengalami ini. Amerika dan Eropa sudah lepas dari ini. Mereka lepas, mereka tidak menderita ini lagi,” ujarnya usai diskusi bertema ‘Harga Rokok dan Kemiskinan” di Gedung PP Muhammadiyah, Selasa (29/08).

Menurutnya, dua perusahaan rokok besar di Amerika datang hanya untuk membunuh bangsa Indonesia. Pasalnya, perusahaan rokok tersebut telah membunuh sekitar 1.100 orang untuk setiap harinya di Indonesia.

Di sisi lain, Taifik mengatakan bahwa kampanye anti rokok tidak perlu mengkhawatirkan para petani tembakau. Menurut dia, sudah ada penelitian dari Institut Pertanian Bogor (IPB) sekitar 15 tahun lalu bahwa petani tembakau tersebut bisa mengalihkan pertaniannya kepada palawija yang lebih menguntungkan.

BACA JUGA  Muhammadiyah Tolak Pembentukan Tim Pemantau Omongan Tokoh

“Ada penelitian itu, tapi itu tidak dipedulikan. Jadi bukannya tiba-tiba nanti kelabakan. Tidak, sudah ada, tinggal melaksanakan aja nanti,” ucapnya.

Di Indonesia, sekitar 240 ribu anak di bawah 10 tahun merokok. Jumlah ini menjadi bagian dari 16,4 juta anak di bawah 15 tahun yang sudah menjadi perokok. Selain itu, 40 juta anak rutin terpapar asap rokok, terutama dari orang tua yang merokok.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Myanmar

Konflik Meruncing di Maungdaw, Buthidaung dan Rathedaung

Operasi keamanan secara sporadis dilakukan dengan dalih penahanan terhadap tersangka militan Rohingya. Namun demikian, operasi keamanan tersebut kerap kali menindas warga sipil yang tidak bersalah.

Rabu, 30/08/2017 13:16 0

News

Serangan Udaranya Kembali Memakan Korban Sipil, NATO Bungkam

Insiden ini bermula ketika pasukan koalisi mencoba menyasar sebuah markas Taliban. Namun operasi militer NATO ini menjadi tidak terkendali karena pejuang-pejuang Taliban lalu melakukan kontra-serangan dengan menyebar ke segala penjuru.

Rabu, 30/08/2017 12:32 0

Suriah

Kontak Senjata Pasukan AS dan Oposisi Suriah Kembali Pecah di Dekat Manbij

Juru bicara pasukan koalisi Kolonel Ryan Dillon mengatakan bahwa pasukan darat AS diserang saat berada di luar kota Manbij pada hari Selasa (29/08) kemarin.

Rabu, 30/08/2017 12:00 0

Arab Saudi

Saudi Kerahkan 100 Ribu Pasukan untuk Amankan Jamaah Haji

Manshur menambahkan kepada Reuters Arabic bahwa ancaman tersebut telah dipangkas jauh-jauh hari. Ia pun mengaku, pihaknya telah menangkap sejumlah sel ekstremis di Mekah dan Madinah selama beberapa tahun terakhir.

Rabu, 30/08/2017 09:45 0

Video Kajian

Hukum Iuran Membeli Hewan Qurban

KIBLAT.NET – Iuran untuk membeli hewan Qurban siudha menjadi budaya di negara kita. Pertanyaannya, apa...

Rabu, 30/08/2017 07:47 0

Myanmar

Pemerintah Didesak Proaktif Hentikan Genosida Rohingya

"Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) harus segera mendesak Pemerintah Myanmar untuk menghentikan kekerasan terhadap etnis Rohingya. Situasi ini terus memburuk dan jauh dari perbaikan karena pihak otoritas setempat tidak bersungguh-sungguh mencegah kekerasan kemanusiaan," ujarnya dalam rilis yang diterima Kiblat.net, Selasa (29/08) malam.

Rabu, 30/08/2017 07:01 0

Artikel

Menilik SDGs, Pembangunan Berkelanjutan yang akan Dibiayai dengan Zakat

Rencana pemerintah mengincar zakat untuk program pembangunan rupanya tak sekadar wacana. Setelah sebelumnya, dilontarkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro, kini wacana itu kembali ditegaskan oleh menteri Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Selasa, 29/08/2017 20:34 0

Turki

Erdogan Kecam Pembantaian Myanmar terhadap Muslim Rohingya 

Dalam tayangan khusus berita Turki, TRT Haber, Ahad (27/08), Erdogan juga menyebut dunia seolah-olah “menutup mata dan telinga” mereka terhadap situasi di Rakhine, Myanmar barat.

Selasa, 29/08/2017 18:30 0

Arab Saudi

Maria dari NTB, Diyakini Jadi Jamaah Haji Tertua di Dunia Tahun 2017

Maria Marghani Mohammed, jamaah haji tertua dari Indonesia yang berusia 104 tahun, tiba di Jeddah pada Sabtu (26/08) malam untuk melakukan ibadah haji.

Selasa, 29/08/2017 18:00 0

Konsultasi

Kurban Sapi Kolektif Kurang dari 7 Orang, Bolehkah?  

Redaksi Kiblat.net yang dirahmati Allah, Memasuki Hari Raya Idhul Adha kali ini, saya bersama dengan beberapa kawan sepakat untuk berkurban dengan menyembelih sapi. Tapi masalahnya jumlah kami sampai saat ini belum mencapai tujuh orang. Pertanyaannya, apakah boleh jika kami tetap berkurban walaupun yang bergabung kurang dari tujuh orang?

Selasa, 29/08/2017 17:37 0

Close