... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Kontak Senjata Pasukan AS dan Oposisi Suriah Kembali Pecah di Dekat Manbij

Foto: Oposisi Suriah dari Brigade Horan.

KIBLAT.NET, Manbij – Juru bicara pasukan koalisi Kolonel Ryan Dillon mengatakan bahwa pasukan darat AS diserang saat berada di luar kota Manbij pada hari Selasa (29/08) kemarin. Serangan berasal dari pasukan oposisi Suriah dukungan Turki. Dilaporkan sempat terjadi baku tembak namun tidak lama setelah pasukan AS membalas tembakan sebelum kemudian kembali ke kota Manbij.

Insiden semacam inilah yang selama ini dikhawatirkan oleh banyak pihak selama beberapa bulan terakhir. Terlebih bahwa kelompok oposisi Suriah yang menyerang pasukan Amerika ini adalah kelompok yang sama yang pernah dilatih dan dipersenjatai secara langsung oleh CIA. Di masa pemerintahan Obama, CIA menyelundupkan senjata-senjata ke Suriah selama beberapa tahun untuk mendukung program pelatihan dan suplai senjata kepada kelompok anti-Assad. Tak lama, program ini akhirnya dihentikan karena gagal total.

Dengan berakhirnya program CIA, oposisi kemudian bersekutu dengan Turki yang secara terbuka pernah menyatakan akan menginvasi Manbij secara militer. Hal itu dilakukan untuk mengusir milisi-milisi Kurdi di area tersebut. Hanya saja, kehadiran pasukan AS di Manbij sempat mengganggu rencana Turki yang berambisi mengambil alih kota itu.

Di pihak lain, Turki terang-terangan menyatakan ketidaknyamanan atas dukungan AS terhadap Kurdi. Ditambah lagi, pasukan oposisi dukungan Turki ini mengklaim bahwa Amerika meninggalkan mereka karena telah memutus bantuan. Kedua faktor inilah yang menjadi pendorong kuat yang memicu pertempuran.

BACA JUGA  Rudal Jet Suriah Lumpuhkan Satu-satunya Rumah Sakit di Jisr Al-Shugour

Insiden ini memperkuat asumsi beberapa pihak sebelumnya yang menganggap bahwa program CIA tidak tepat. Karena di samping dinilai tidak akan mampu melengserkan Bashar Assad, juga ada resiko pasukan oposisi berbalik memerangi AS. Turki memang punya kepentingan untuk mencegah antar sesama anggota NATO saling berhadap-hadapan secara militer, namun insiden semacam ini tidak mungkin untuk tidak terjadi lagi di kemudian hari. (Rud)

Sumber: Antiwar
Redaktur: Yasin Muslim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Bang Japar: Ujaran Ade Armando Kerap Mengandung Kebencian

Ade Armando dinilai kerap memberikan komentar negatif. Bahkan, diskriminatif terhadap umat Islam. Demikian dikatakan Direktur LBH Bang Japar, Djudju Purwantoro.

Rabu, 30/08/2017 11:30 0

Indonesia

Pembantaian Rohingya Berlanjut, Pemuda Muhammadiyah Desak Indonesia Tarik Dubes dari Myanmar

KIBLAT.NET, Jakarta – PP Pemuda Muhammadiyah mendesak PBB untuk menghukum Myanmar atas kejahatan kemanusiaan yang...

Rabu, 30/08/2017 11:08 1

Indonesia

Keprihatinan Dunia untuk Rohingya Dinilai Hanya Basa-basi Diplomasi

“Apa yang terjadi di Myanmar bagi saya bukan konflik, namun pembantaian,”

Rabu, 30/08/2017 10:16 0

Indonesia

Bagi Pengikut Hindu, Rokok Adalah Musuh

Ngurah mengatakan, bahwa umat manusia seharusnya memakan dan mengonsumsi makanan yang “satwika”, yaitu yang penuh gizi, menyehatkan dan menyegarkan. Sementara, kata dia, rokok termasuk barang yang bertentangan dengan “satwika”.

Rabu, 30/08/2017 08:50 0

Video Kajian

Hukum Iuran Membeli Hewan Qurban

KIBLAT.NET – Iuran untuk membeli hewan Qurban siudha menjadi budaya di negara kita. Pertanyaannya, apa...

Rabu, 30/08/2017 07:47 0

Indonesia

Pemuda Muhammadiyah: Isu SARA Sekarang Ini Seperti Sengaja Dipelihara

"Sekarang ini kan sepertinya isu SARA ini memang dipelihara, tentu ada kepentingan untuk menutup isu yang lain, saya lihatnya seperti itu," ungkap Sekretaris Pemuda Muhammadiyah, Pedri Kasman di Jakarta, Selasa (29/08).

Rabu, 30/08/2017 07:45 0

Indonesia

Pedri Kasman Curiga Saracen By Design untuk Muluskan Misi Tertentu

"Saya melihat ini perlu kita teliti lebih dalam ya, saya belum sepenuhnya percaya bahwa Saracen ini adalah sesuatu yang begitu saja ada, jangan-jangan ini by design," ungkapnya saat ditemui di Gedung PP Muhammadiyah, Menteng Jakarta Pusat ,Selasa (29/08).

Rabu, 30/08/2017 07:08 0

Indonesia

Pembantaian Rohingya, Komisi I Pertanyakan Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi

Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari mempertanyakan mengapa Pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi diam saat pembantaian Muslim Rohingya terjadi.

Selasa, 29/08/2017 21:59 0

Indonesia

Kisah Lucu Taufiq Ismail di Amerika, Rokok Ternyata Jadi Barang Kuno

Penyair kondang, Taufik Ismail berhasil menarik gelak tawa penonton dalam sebuah acara diskusi yang digelar oleh Muhammadiyah.

Selasa, 29/08/2017 21:27 0

Indonesia

Pemuda Muhammadiyah: Pembantaian Rohingya Sangat Tidak Manusiawi

Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah mengecam keras pembantaian terhadap etnis minoritas Muslim Rohingnya.

Selasa, 29/08/2017 21:15 0

Close