Umat Islam Palu Gelar Diskusi Tolak Perppu Ormas

KIBLAT.NET, Palu – Sejumlah ormas dan tokoh masyarakat sekota Palu kembali menggelar Dialog publik pada Senin, (28/8) di Rumah Makan Gertak Sambal Jalan Sultan Hasanuddin Palu. Dialog ini berkaitan dengan Perppu Ormas.

Menurut Ketua FUI Sulawesi Tengah, Ustadz Hartono mengatakan di awal materinya bahwa Perppu Ormas yang dikeluarkan oleh Pemerintah Indonesia pada 19 Juli lalu terlihat sangat dipaksakan. “Kegentingan Indonesia saat ini terkesan dipaksakan,” tegas Pimpinan Pesantren Mahasiswa Liwaul Haq ini.

Senada dengan hal itu, Tim Pembela Muslim Sulawesi Tengah, Harun Nyak Itam Abu menyampaikan Indonesia memang sedang “darurat dan genting”. Yaitu darurat Komunis dan hutang yang sudah banyak menjamur di Indonesia.

“Sebenarnya Negara ini bukan darurat Ormas Islam melainkan Indonesia ini darurat komunis dan darurat hutang,” ujarnya

Ia pun menambahkan, akibat hutang-hutang tersebut, Indonesia semakin terpuruk dalam kondisi perekonomian. “Indonesia kini darurat hutang yang mana hutang Indonesia kian bertambah sejak era pemerintahan saat ini,” Katanya

Sementara itu, Ustadz Muhammad Irsyad, da’i Palu, mengutarakan dengan sebuah anekdot bahwa Pemerintah sudah lebih dulu memotong hewan qurban. “Pemerintah itu sudah lebih dulu berqurban,” ungkapnya

Irsyad pun menambahkan ketika Perppu ini disahkan sebagai undang-undang, bukan hanya ormas yang akan dibubarkan dan ditangkap melainkan kedepan individu-individu ormas tersebut yang akan ditangkap. “Umat Islam harus menolak Perppu Ormas No.2 ini karena sangat merugikan Umat Islam,” tutupnya

BACA JUGA  Polri Masih Cari Dugaan Pidana Kerumunan di Petamburan

Sebagaimana pantauan Kiblat.net, hadir pula Eks Ketua DPD HTI Palu, Sardi Aras, S.Pd dan para tokoh masyarakat dari berbagai ormas lainnya.

Reporter: Moh.Salam
Editor: Hunef Ibrahim

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat