... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Perkara Hidayat yang Pernah Laporkan Anak Bungsu Jokowi Dilimpahkan ke Kejaksaan

Foto: Muhammad Hidayat S

KIBLAT.NET, Bekasi – Proses penyidikan kasus ujaran kebencian (hate speech) yang melibatkan M. Hidayat (53) dinyatakan lengkap. Berkas perkara pria sempat melaporkan anak bungsu presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep atas dugaan penodaan agama itu diserahkan ke pihak Kejaksaan Negeri Bekasi, Senin (28/08) sore.

Pengacara Hidayat, Hendra A. membenarkan pelimpahan perkara Hidayat dari penyidik ke Kejari Bekasi. “Kemarin sore sudah tahap kedua. Pak Hidayat dan barang buktinya sudah diserahkan ke kejaksaan,” ujar Hendra saat dihubungi Kiblat.net, Selasa (29/08).

Berkas Hidayat dinyatakan lengkap (P21) oleh Kejati Jawa Barat dengan nomor 3938/O.21/Euh.1/8/2017 tanggal 28 Agustus 2017. Tidak menunggu lama setelah dinyatakan P21, penyidik Subdit Cyber Crime saat itu juga melimpahkan tersangka berikut barang buktinya ke Kejari Bekasi.

Dalam berkas tersebut, Hidayat dijerat dengan Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 ayat 2 UU RI No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Hidayat dituduh oleh kepolisian telah melanggar tindak pidana di bidang informasi dan transaksi elektronik yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Hidayat dilaporkan dalam laporan polisi bernomor LP/976/XI/2016/Dit Reskrimsus tanggal 8 November 2016 karena mengunggah video soal mantan Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan. Terkait video tersebut, Hidayat hanya mengupload ke Facebook, tapi bukan menjadi orang pertama melakukannya. Dia mengunggah video itu ke media sosial dengan menambahkan kalimat tanya ‘bukankah anda provokatornya Jendral?’.

BACA JUGA  Din Syamsuddin Kritisi Soal Simplifikasi Kasus Penusukan WIranto

Karena pertanyaan itu, Hidayat langsung dipanggil oleh kepolisian Polda Metro Jaya pada 8 November 2016 dan dimintai keterangan serta langsung ditahan pada hari itu juga hingga 16 hari kedepan. “Kami mengajukan penangguhan penahanan dan berhasil tembus sehingga Pak Hidayat dikeluarkan dari tahanan,” kata Hendra.

Namun, Hidayat kembali ditahan karena ada surat perintah penahanan nomor SP.HAN/109/VII/2017/Dit Reskrimsus tertanggal 14 Juli 2017. Saat itu dia langsung ditetapkan menjadi tersangka dan dilakukan penahanan hingga 6 hari di PMJ. Saat masa penahanan, Hidayat juga sempat melakukan mogok makan.

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka kasus ujaran kebencian, Hidayat juga sempat melaporkan Kaesang Pangarep. Anak bungsu presiden Joko Widodo itu dianggapnya telah melakukan dugaan penodaan agama dan ujaran kebenciaan dalam sebuah video yang diunggap di Youtube.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Myanmar

Organisasi HAM: Militer Myanmar Bantai 2-3 Ribu Muslim dalam Tiga Hari

Dewan Rohingya Eropa melaporkan antara dua sampai tiga ribu etnis minoritas Muslim Rohingya tewas selama operasi militer Myanmar dalam tiga hari terakhir di provinsi Arakan.

Selasa, 29/08/2017 10:25 0

Feature

Menjawab Talbiyah Rohingya

Tragedi kemanusiaan yang memilukan atas bangsa Rohingya, tak ubahnya seperti drama berseri. Hari ini memanas, esok sedikit mereda, dan lusa kembali menggila.

Senin, 28/08/2017 23:08 0

Myanmar

ERC Sesalkan Pembantaian Muslim Rohingya oleh Myanmar

The European Rohingya Council (ERC) kembali menyuarakan keprihatinannya atas penderitaan etnis Muslim Rohingya setelah adanya penyerangan di wilayah Rakhine.

Senin, 28/08/2017 21:58 0

Myanmar

800 Muslim Rohingya Dibantai Militer Myanmar

Aktivis Rohingya melaporkan bahwa setidaknya 800 minoritas Muslim telah terbunuh dalam tindakan militer aparat, termasuk yang menjadi korban di antaranya ialah puluhan perempuan dan anak-anak.

Senin, 28/08/2017 14:53 0

Suriah

Rakyat Suriah Jadi Korban Uji Coba Senjata Baru Rusia

Letnan Jenderal Igor Makushev, ketua Komite Penelitian Militer, mengatakan bahwa intervensi militer di negara tersebut memungkinkan Rusia untuk menguji amunisi yang baru dikembangkan.

Senin, 28/08/2017 13:39 1

Yaman

Pemberontak Hutsi Terdesak di Distrik Midi, Pesisir Yaman

Militer Yaman bersama pasukan koalisi dilaporkan telah menyerbu kota pesisir Midi yang dikuasai oleh milisi Syiah Hutsi pada Ahad (27/08).

Senin, 28/08/2017 11:39 0

Turki

Peringati 946 Tahun Pertempuran Malazgirt, Erdogan Seru Rakyat Turki Belajar dari Sejarah

Dalam pertempuran Malazgirt yang juga dikenal sebagai pertempuran Manzikert pada tanggal 26 Agustus 1071 itu, pasukan Seljuk Turki yang dipimpin oleh Sultan Alparslan berhasil mengalahkan tentara-tentara Bizantium Romawi.

Senin, 28/08/2017 10:40 0

Afrika

Protes, Keluarga Korban Pembantaian Militer Somalia dan AS Tolak Pemakaman

Sepuluh sipil itu tewas ketika militer Somalia menggelar operasi militer dengan didukung AS di desa Buraira di provinsi Shabelle pada Jumat lalu (25/08). Militer mengaku bahwa operasi itu menargetkan persembunyian para pejuang Al-Shaba

Senin, 28/08/2017 10:00 0

Suriah

Hadiri Konferensi Idlib, Riyad As’ad Dikecam Anggotanya

Dalam pernyataan yang dirilis Sabtu lalu, ruang operasi gabungan FSA tersebut menggambarkan bahwa kehadiran As’ad mengecilkan FSA di hadapan media baik dalam skup lokal maupun internasional.

Senin, 28/08/2017 09:07 0

Myanmar

Bangladesh Tolak Pengungsi Rohingya, Ribuan Terlunta-lunta di Perbatasan

Rezim Bangladesh menangkap sedikitnya 70 warga etnis Rohingya yang mencoba memasuki wilayahnya untuk menghindari pembantaian dari militer Myanmar. Puluhan warga itu dipaksa kembali ke Myanmar dengan menggunakan kekerasan.

Senin, 28/08/2017 07:44 0

Close