... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Menilik SDGs, Pembangunan Berkelanjutan yang akan Dibiayai dengan Zakat

Foto: Zakat (ilustrasi)

KIBLAT.NET- Rencana pemerintah mengincar zakat untuk program pembangunan rupanya tak sekadar wacana. Setelah sebelumnya, dilontarkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro, kini wacana itu kembali ditegaskan oleh menteri Menteri Keuangan Sri Mulyani. Belakangan rencana itu makin jelas diarahkan untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Sejak tahun lalu, pemerintah melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah melontarkan keinginan untuk menggunakan dana zakat dalam program pengentasan kemiskinan. “Nanti saya akan bicara dengan Baznaz. Pokoknya tahun ini saya akan bicara,” kata Ketua Bappenas Bambang Brodjonegoro, medio September 2016.

Kala itu rencana pemerintah untuk menyerap dana zakat untuk program pengentasan kemiskinan belum jelas wujudnya. Bambang hanya berharap program penyaluran zakat dari BAZNAS dapat bersinergi dan menyatu dengan program pengurangan kemiskinan dalam skala besar yang dilakukan pemerintah. Kerananya, pihaknya akan melakukan pembicaraan dengan lembaga zakat tersebut

Seiring berjalannya waktu, wacana itu semakin sering digaungkan. Targetnya pun jelas, yaitu menyukseskan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) yang telah disepakati dunia. “Pelaksanaan SDGs sebagai alat untuk mencapai Agenda Pembangunan Nasional dapat dilengkapi dengan dukungan pelaksanaan zakat,” kata Bambang saat berbicara dalam Konferensi World Zakat Forum 2017 di Jakarta, Kamis (16/3/2017).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali menekankan potensi instrumen keuangan umat Islam dalam Islamic Finance Conference di Yogyakarta, Rabu (23/08/2017). Menurut mantan Direktur Bank Dunia zakat dan wakaf dapat dimanfaatkan fungsinya untuk mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan dunia (SDGs).

Potensi zakat umat Islam memang tak bisa dipandang sebelah mata, nilainya mencapai hampir Rp217 triliun. Jumlah itu hampir sama dengan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) per tahun, yang mencapai 10 persen anggaran pemerintah. Meski begitu, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) baru mampu mengumpulkan 2 persen atau Rp5 triliun dari keseluruhan potensi itu.

Melihat potensi itu, Sri Mulyani ingin zakat dikelol seperti pajak. “Management zakat masih jadi isu, zakat collection kebanyakan disalurkan secara informal melalui ustad dan Anda enggak tahu gimana uang itu digunakan,” ujarnya.

Sementara, Baznas pun tak tinggal diam. Mereka kini tengah menyusun legalitas syariah untuk mendukung program pemerintah tersebut. Bersama Filantropi Indonesia (FI) lembaga zakat itu tengah merumuskan Fiqih Zakat dalam SDGs. Sejumlah forum digelar oleh Baznas untuk mendapatkan masukan dan saran dalam fiqih yang diharapkan menjadi panduan menggalan, mengelola, dan mendayagunkan zakat untuk mendukung program-program SDGs.

“Betul negeri Islam membutuhkan bantuan penguatan dalam ketujuh belas poin SDGs. Tetapi di negeri-negeri Islam pulalah terkandung kekuatan atau sumber daya untuk menyelesaikan ketujuh belas masalah SDGs itu,” kata Direktur Baznas Arifin Purwakananta saat ditemui di acara Philantropy Learning Forum 18 di Kantor Kementerian Agama, Rabu (26/27).

BACA JUGA  IM Gelar Konferensi Internasional di Turki Bahas Idelogi Terkini

“Kita berharap zakat on SDGs yang dikemas dalam bentuk fiqih, itu dapat menggerakkan negeri-negeri Islam untuk ikut serta dalam mencapai SDGs sehingga peran kita dalam pembangunan dunia itu ada dalam posisi solusi bukan sebagai problem,” imbuhnya.

Saat sesi diskusi di acara itu Suzanty Sitorus dari Badan Pengurus Filantropi Indonesia mengungkapkan zakat telah berperan dalam mengatasi masalah-masalah dalam SDGs. Namun, dia juga melontarkan sejumlah permasalahan dalam pengelolaan zakat, salah satunya perluasan kelompok sasaran yang dalam Islam telah ditetapkan dalam delapan asnaf.

“Bagaimana dengan kelompok di luar umat Islam yang juga membutuhkan, yang dampak buruknya juga berdampak kepada umat Islam. Apakah mereka juga bisa dijangkau oleh zakat,” ujarnya.

Yang tak kalah penting untuk ditilik adalah SDGs itu sendiri. SDGs merupakan perubahan dari Millenium Development Goals (MDGs), yang diratifikasi oleh 193 negara anggota PBB dalam sidang umum ke-70 pada September 2015. Dicanangkan berjalan selama 15 tahun, Tujuan Pembangunan Berkelanjutan itu diharapkan dapat mengubah dunia pada tahun 2030 mendatang.

Sebanyak 17 tujuan (goals) ditetapkan dalam SDGs. Masing-masing memiliki terget, dengan jumlah keseluruhan sebanyak 169 target. Tujuan pertama (7 target), mengakhiri segala bentuk kemiskinan di manapun. Tujuan kedua (8 target), mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan meningkatkan gizi, serta mendorong pertanian yang berkelanjutan memiliki 8 target. Tujuan ketiga (13 target), menjamin kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan bagi semua orang di segala usia.

Tujuan keempat (10 target), menjamin pendidikan yang inklusif dan berkeadilan serta mendorong kesempatan belajar seumur hidup bagi semua orang. Tujuan kelima (9 target), menjamin kesetaraan gender serta memberdayakan seluruh wanita dan perempuan. Tujuan keenam (8 target), menjamin ketersediaan dan pengelolaan air serta sanitasi yang berkelanjutan bagi semua orang.

Tujuan ketujuh (5 target), menjamin akses energi yang terjangkau, terjamin, berkelanjutan dan modern bagi semua orang. Tujuan kedelapan (12 target), mendorong pertumbuhan ekonomi yang terus-menerus, inklusif, dan berkelanjutan, serta kesempatan kerja penuh dan produktif dan pekerjaan yang layak bagi semua orang. Tujuan kesembilan (8 target), membangun infrastruktur yang berketahanan, mendorong industrialisasi yang inklusif dan berkelanjutan serta membina inovasi.

Tujuan kesepuluh (10 target), mengurangi ketidaksetaraan dalam dan antar negara. Tujuan kesebelas (10 target), menjadikan kota dan pemukiman manusia inklusif, aman, berketahanan dan berkelanjutan. Tujuan keduabelas (11 target), menjamin pola produksi dan konsumsi yang berkelanjutan. Tujuan ketigabelas (5 target), mengambil tindakan mendesak untuk memerangi perubahan iklim dan dampaknya.

BACA JUGA  BJ Habibie dan Kontribusi ICMI di Masa Orde Baru

Tujuan keempatbelas (10 target), melestarikan dan menggunakan samudera, lautan serta sumber daya laut secara berkelanjutan untuk pembangunan berkelanjutan. Tujuan kelimabelas (12 target), melindungi, memperbarui, serta mendorong penggunaan ekosistem daratan yang berkelanjutan, mengelola hutan secara berkelanjutan, memerangi penggurunan, menghentikan dan memulihkan degradasi tanah, serta menghentikan kerugian keanekaragaman hayati.

Tujuan keenambelas (12 target), mendorong masyarakat yang damai dan inklusif untuk pembangunan berkelanjutan, menyediakan akses keadilan bagi semua orang, serta membangun institusi yang efektif, akuntabel, dan inklusif di seluruh tingkatan. Tujuan ketujuhbelas (19 target), memperkuat cara-cara implementasi dan merevitalisasi kemitraan global untuk pembangunan berkelanjutan.

Sustainable Development Goals (SDGs)

Menilik tujuan-tujuan dalam SDGs itu, kiranya perlu kajian lebih jauh ketika pencapaiannya dilakukan dengan menggunakan dana zakat. Masalah kemiskinan, kelaparan, peningkatan kualitas kesehatan, pendidikan layak, air bersih dan sanitasi tentu termasuk dalam cakupan sasaran zakat. Namun, untuk tujuan pembangunan infrastruktur dan indutrialisasi, pemukiman, dan isu pelestarian samudera dan ekosistem daratan, dana zakat tak bisa begitu saja dikucurkan.

Terlebih jika kita mengurai target-target di tiap tujuan. Tujuan kesepuluh, misalnya, yang salah satu targetnya memastikan kesempatan yang sama dan mengurangi ketidaksetaraan, termasuk dengan menghapus undang-undang, kebijakan-kebijakan dan praktik-praktik diskriminatif serta mempromosikan perundang-undangan, kabijkan dan tindakan yang sesuai dengan hal ini. Sebuah target yang sangat multitafsir dan berpotensi dijadikan alat bagi kelompok-kelompok menyimpang.

Berbicara kesetaraan, hari ini dunia dipaksa untuk memberikan kewaspadaan kepada gerakan homoseksual atau LGBT. Pasalnya, gerakan mereka dilakukan secara sistematis dan mengguritaa. Sampai-sampai Badan PBB untuk pembangunan, United Nations Development Programme (UNDP) menjalankan proyek-proyek yang menjadikan kesetaraan dan penghilangan diskriminasi kaum LGBT sebagai tujuannya.

Salah satunya proyek “Menjadi LGBT di Asia” yang disponsori UNDP tahun lalu mengundang kontroversi, karena menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara sasaran. Bermodal dana Rp108 miliar proyek itu bertujuan meningkatkan kapasitas kaum Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, Interseks (LGBTI) dalam melakukan pengerahan (mobilisasi), advokasi kebijakan di negara sasaran. Kemudian, meningkatkan kapasitas pemerintah, parlemen, dan penegakan hak asasi manusia (HAM) di negara sasaran, agar tercipta aturan hukum yang melindungi kaum LGBTI. Terkahir, mengurangi stigma dan diskriminasi yang dialami kaum LGBTI.

Disinilah perlunya dilakukan pengkajian mendalam dengan melibatkan berbagai elemen Islam terkiat penggunaan zakat untuk SDGs. Selain sasaran 8 asnaf di tubuh umat Islam yang semestinya jadi prioritas, banyak hal yang belum terang dalam tujuan dan target serta indikator SDGs. Akan jadi sebuah ironi jika dana umat itu nnatiny justeru diarahkan kepada tujuan-tujuan yang berlawanan dengan syariat.
Penulis: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Dituding Terlibat Saracen, Jonru Ginting Bersumpah dan Batalkan Hadir di ILC

Dalam sumpahnya, dia mengatakan bahwa dirinya benar-benar tidak terlibat dalam grup Saracen. Apabila dia berdusta maka adzab Allah siap menimpanya.

Selasa, 29/08/2017 19:41 1

Indonesia

Pemuda Muhammadiyah Desak Pemerintah Sikapi Tegas Pembantaian Rohingya

PP Pemuda Muhammadiyah mendesak pemerintah untuk menyikapi kasus ini secara tegas. Sekretaris Pemuda Muhammadiyah, Pedri Kasman juga meminta pemerintah untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Myanmar.

Selasa, 29/08/2017 19:19 0

Indonesia

Soal Kasus Ade Armando, Bang Japar: Harus Dilanjutkan, Tak Boleh Ada Diskriminasi Hukum

Direktur LBH Bang Japar Djudju Purwantoro mempertanyakan mengapa Ade Armando tidak dikenai hukuman karena menistakan agama Islam. Bahkan, kasusnya dihentikan, padahal Ade sudah menjadi tersangka.

Selasa, 29/08/2017 18:50 0

Turki

Erdogan Kecam Pembantaian Myanmar terhadap Muslim Rohingya 

Dalam tayangan khusus berita Turki, TRT Haber, Ahad (27/08), Erdogan juga menyebut dunia seolah-olah “menutup mata dan telinga” mereka terhadap situasi di Rakhine, Myanmar barat.

Selasa, 29/08/2017 18:30 0

Arab Saudi

Maria dari NTB, Diyakini Jadi Jamaah Haji Tertua di Dunia Tahun 2017

Maria Marghani Mohammed, jamaah haji tertua dari Indonesia yang berusia 104 tahun, tiba di Jeddah pada Sabtu (26/08) malam untuk melakukan ibadah haji.

Selasa, 29/08/2017 18:00 0

Konsultasi

Kurban Sapi Kolektif Kurang dari 7 Orang, Bolehkah?  

Redaksi Kiblat.net yang dirahmati Allah, Memasuki Hari Raya Idhul Adha kali ini, saya bersama dengan beberapa kawan sepakat untuk berkurban dengan menyembelih sapi. Tapi masalahnya jumlah kami sampai saat ini belum mencapai tujuh orang. Pertanyaannya, apakah boleh jika kami tetap berkurban walaupun yang bergabung kurang dari tujuh orang?

Selasa, 29/08/2017 17:37 2

Indonesia

Ketua Fraksi PKS: Yang Terjadi di Rohingya di Luar Akal Sehat Kemanusiaan

Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini, menyatakan kesedihan, kepedihan, dan keprihatinan yang mendalam atas tragedi pembantaian Muslim Rohingya di distrik atau kawasan Rakhine, Myanmar.

Selasa, 29/08/2017 17:01 0

Myanmar

Etnis Muslim Rohingya Kembali Dibantai, Begini Kronologinya

Dengan dalih mencari pelaku penyerangan, pemerintah Myanmar justru memperburuk kondisi. Di mana pasukan Myanmari dilaporkan telah menghabisi kurang lebih 100 nyawa penduduk Rohingya.

Selasa, 29/08/2017 16:33 0

Indonesia

Pemuda Muhammadiyah: Keadilan Tidak Hadir untuk Novel Baswedan

Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Ahnzar Simajuntak menyesalkan tindakan pemerintah yang dianggap lamban dalam mengusut kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan.

Selasa, 29/08/2017 14:33 0

Indonesia

Warganet Bikin Polling di Twitter, Jokowi atau SBY yang Paling Pembohong?

Seorang warganet dengan akun bernama Kak Dul membuat sebuah polling di Twitter, siapakah yang paling pembohong antara mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden RI Joko Widodo.

Selasa, 29/08/2017 14:08 0

Close