... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

“Salam Atasmu Wahai Suriah, Salam yang Tidak Akan Kembali Lagi”

KIBLAT.NET – “Ya Allah! Kuatkanlah Islam dengan salah satu dari dua orang yang paling engkau cintai; Abu Jahl bin Hisyam atau Umar bin Khattab.”

Doa yang dipanjatkan oleh Rasulullah SAW itu bisa saja terdengar mustahil dan mengada-ada bagi kita yang hidup di zaman sekarang. Mengingat ketika doa itu dipanjatkan Abu Jahal dan Umar bin Khattab adalah dua pemuka Quraisy yang telah berkomitmen membela ideologi kekafiran sepenuh hati mereka dan juga berkomitmen untuk senantiasa menjadi yang terdepan dalam memusuhi dakwah Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW.

Namun begitulah Rasulullah SAW, beliau ingin menyampaikan bahwa seorang muslim haruslah seimbang, seorang muslim tidak boleh meremehkan kekuatan sebuah doa, namun juga tidak lantas meninggalkan ikhtiar-ikhtiar yang bersifat zahir.

Pada akhirnya Allah SWT pun menjawab doa Rasulullah SAW. Salah satu dari keduanya yaitu Umar bin Khattab pada akhirnya memeluk Islam. Dalam beberapa riwayat diceritakan bahwa hidayah menyelinap di hati beliau justru pada hari di mana beliau telah berjalan menuju tempat Rasulullah SAW dengan pedang terhunus untuk membunuh Rasulullah SAW.

Namun begitulah cara hidayah bekerja, penuh misteri bahkan Rasulullah SAW sendiri pernah diingatkan oleh Allah SWT bahwa perkara hidayah adalah perkara yang merupakan kehendak Allah SWT, bukan perkara yang mengikuti keinginan Rasulullah SAW.

Singkat cerita, keislaman Umar bin Khattab benar-benar memberi pengaruh yang besar terhadap dakwah Islam. Umat Islam mulai berdakwah secara terang-terangan, mereka mulai berani terang-terangan berjalan ke Ka’bah meskipun masih berombongan.

Dan Umar bin Khattab adalah orang yang terang-terangan mengumumkan keislamannya di hadapan pemuka Quraisy ketika sahabat yang lain menyembunyikan keislamannya. Dan ketika kaum muslimin diperintah untuk berhjrah ke Yastrib, Umar bin Khattab justru menghadap para pemuka Quraisy menantang mereka siapa yang berani menghalangi perjalanan hijrahnya, sementara para sahabat yang lainnya hijrah sembunyi-sembunyi.

Selain itu, ada beberapa peristiwa mengesankan lainnya mengenai Umar bin Khattab pada masa kenabian. Di antaranya usulan beliau agar khamr diharamkan dikarenakan ketidaksukaan beliau terhadap perilaku beberapa sahabat yang mabuk ketika shalat, beliau juga dengan penuh percaya diri mendebat Rasulullah SAW ketika hendak menyalati jenazah seorang munafik. Hingga pada akhirnya Allah SWT menurunkan ayat yang mengharamkan khamr dan juga ayat yang berisi larangan menyalati jenazah orang munafik.

Setelah berakhirnya masa kenabian yang ditandai dengan wafatnya Rasullullah SAW. Umar bin Khattab pun berperan sebagai penasehat Abu Bakr As-Shiddiq RA yang menjadi khalifah pertama. Pengalaman selama dua tahun mendampingi Abu Bakr telah menjadikannya orang yang paling memahami perihal apa yang telah, sedang, dan akan Abu Bakr lakukan. Visi dan misi dari kekhalifahan telah mendarah daging dalam dirinya.

Maka tak mengherankan ketika merasa bahwa ajalnya telah dekat, khalifah Abu Bakr As-Shiddiq menuliskan wasiat yang menyatakan bahwa dia telah menunjuk Umar bin Khattab sebagai pemimpin selanjutnya. Meskipun sempat keberatan dengan wasiat tersebut namun pada akhirnya Umar bin Khattab menerimanya.

Setelah menjadi khalifah, Umar bin Khattab meneruskan apa yang telah dimulai pendahulunya yaitu meruntuhkan hegemoni dua imperium besar Persia dan Romawi.

Pasukan Islam pada masa Umar bin Khattab telah terlibat serangkaian perang dengan imperium Persia dalam waktu kurang lebih delapan tahun dimulai dari perang Namariq pada tahun ketiga belas hijriah hingga puncaknya pada perang Nahawand pada tahun kedua puluh satu hijriah.

Para sejarawan menyebut perang Nahawand, fathul futuh (pembebasan penentuan) karena dengan berakhirnya perang ini maka berakhir pula eksistensi Persia, dan dengan kekalahan pada perang ini bangsa Persia sudah tidak mampu untuk bengkit kembali.

Selain berhasil meruntuhkan eksistensi Persia, Umar bin Khattab juga berhasil menganggu kemapanan hegemoni romawi. Beberapa daerah kekuasaan romawi berhasil ditaklukkan seperti Damaskus, Fihl, Baisan, Thabariyah, Qanasrin, Homs, dan puncaknya adalah pembebasan Al Quds.

Ada kejadian yang menarik pada saat pembebasan Al Quds. Seusai perang, ketika Abu Ubaidah bin Jarrah pemimpin pasukan Islam bertemu dengan juru kunci Baitul Maqdis, sang juru kunci menyampaikan bahwa penduduk Al Quds menginginkan kedamaian dan mereka meminta agar Umar bin Khattab sendiri yang menandatangani perjanjian damai tersebut. Dengan penuh kerendahan hati Umar bin Khattab pun mengabulkan permintaan penduduk Al Quds.

Sementara itu dari kejauhan, di sebuah dataran tinggi Syimsath penguasa Romawi Heraklius memandang ke arah Baitul Maqdis seraya berkata, “Salam atasmu, wahai Suriah. Salam yang tidak akan kembali lagi.”

 

Tulisan ini merupakan ikhtisar dari LAPSUS SYAMINA Edisi 08/Mei 2016 yang berjudul “MERUNTUHKAN HEGEMONI PERSIA DAN ROMAWI Foreign Policy Khalifah Umar bin Khattab”.

Penulis : Rusydan Abdul Hadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suara Pembaca

Bercadar, Mahasiswi Unila Ini Raih Prestasi Jadi Finalis PIMNAS 2017

Pertama, menyebutkan cadar sebagai lambang radikalisme merupakan sikap ketergesa-gesaan dan intoleran. Korelasi antara cadar dan sikap radikal toh merupakan stigma yang tidak berdasar dan belum terbukti kebenarannya.

Ahad, 27/08/2017 22:33 0

Indonesia

Ade Armando Tuding Aa Gym, Arifin Ilham dan Habib Rizieq Sekolah Agamanya Tak Jelas

"Yang jadi masalah ada orang kayak (Habib, red) Rizieq Syihab sekolah agamanya nggak jelas. Orang kayak Aa Gym, nggak sekolah agama. Arifin Ilham, sekolah agamanya nggak jelas dan Khalid Basalamah," ujarnya.

Ahad, 27/08/2017 22:10 4

Eropa

Karena Berjilbab, Seorang Muslimah Dipukuli hingga Geger Otak di Madrid

Aparat kepolisian Spanyol sedang menyelidiki sebuah serangan yang menjurus pada Islamofobia setelah sekelompok pria muda memukuli seorang wanita Muslimah di Madrid karena berjilbab.

Ahad, 27/08/2017 21:16 0

Wawancara

[Wawancara] Haikal Hassan: Di Akhir Zaman Bukanlah Nasionalisme, Tapi Islamisme

Tapi pasti, dunia akan menerima bahwa suatu saat, pemisahan akan berdasarkan agama. Rasulullah SAW sudah menyuratkan, bahwa di akhir zaman nanti, akan ada perang besar, antara dua kubu besar yaitu Yahudi dan Islam. Ini sudah menjadi tanda, bahwa ada kubu Islam yang besar dan kubu Yahudi, akan bertarung, mau tidak mau semua mengarah ke sana.

Ahad, 27/08/2017 20:09 0

News

Profesionalisme Harga Mutlak Seorang Guru 

Menariknya, lanjut Nur, mengatakan menjadi seorang guru merupakan salah satu keistimewaan, dikarenakan bisa memperpanjang umur dan memperlama proses penuaan.

Ahad, 27/08/2017 18:49 0

Feature

Catatan Perjalanan Haji 1438 Hijriah: Haji Itu Tentang Ketaatan [Bagian 6]

Namun, dalam ibadah haji, logika ini harus diletakkan di bawah kehendak Allah SWT. Inilah ubudiyah. Inilah penghambaan kepada Allah SWT.

Ahad, 27/08/2017 18:40 0

Arab Saudi

Saudi: Infrastruktur Haji Terus Diperluas untuk Tingkatkan Jumlah Jamaah

Arab Saudi memperluas Dua Masjid Suci dan tempat-tempat suci di Arab Saudi. Kementerian Kebudayaan dan Informasi mengakui bahwa peningkatan layanan dan infrastruktur di dalamnya berperan penting dalam meningkatkan jumlah jamaah yang datang untuk melakukan haji dalam beberapa tahun terakhir.

Ahad, 27/08/2017 13:44 0

Arab Saudi

Serang Hutsi, Arab Saudi Akui Tewaskan Warga Sipil Yaman

Menurut sebuah pernyataan dari Badan Pers Saudi, terjadi kesalahan teknis yang ditemukan oleh penyidik di balik insiden itu.

Ahad, 27/08/2017 11:24 0

Yaman

WHO: 2.018 Warga Yaman Meninggal Karena Kolera

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa telah ada ribuan orang yang terbunuh karena wabah kolera di Yaman.

Ahad, 27/08/2017 10:30 0

Myanmar

Hendak Mengungsi, Warga Rohingya Ditembaki

Puluhan tentara Myanmar dilaporkan telah menghujani warga sipil Rohingya dengan mortir dan peluru.

Ahad, 27/08/2017 10:07 0

Close