... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Rohingya Dibantai, Komisi I: Negara Muslim Malah Lakukan Pingpong Maritim

Foto: Penduduk Rakhine dari Muslim Rohingya melarikan diri.

KIBLAT.NET, Jakarta- Ketua Komisi I DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari memberikan komentar soal krisis Rohingya saat ini. Ia mengatakan bahwa respon negara-negara-negara tetangga, termasuk negara-negara ASEAN maupun negara-negara mayoritas Muslim sangat kecil.

“Saya prihatin dengan negara-negara Muslim malah seperti sedang melakukan ‘pingpong maritim’, dengan tujuan mencegah para pengungsi mendarat dan mendorongnya ke negara lain,” katanya dalam rilis yang diterima Kiblat.net pada Senin (28/08).

Namun, ia mengapresiasi para nelayan Aceh yang kerap memandu para pengungsi ke pantai. Begitupula lembaga-lembaga kemanusiaan yang merespon peristiwa ini dengan cepat.

“Sebagian bahkan sudah terlibat dalam membantu pengungsi Rohingya jauh sebelum peristiwa terakhir ini,” imbuh Kharis.

Ia juga mengungkapkan bahwa situasi di Myanmar saat ini kembali memanas. Sehingga menyebabkan ribuan warga Rohingya mengungsi ke Bangladesh. Bahkan, kata dia, pertempuran terbaru militer Myanmar dengan warga menewaskan 71 korban jiwa.

“Oleh sebab itu, pembantaian sistematis atau genosida pemerintah Myanmar terhadap muslim Rohingya, sebagaimana diduga oleh PBB, harus diinvestigasi secara kritis,” tukasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Syafi’i Iskandar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Myanmar

800 Muslim Rohingya Dibantai Militer Myanmar

Aktivis Rohingya melaporkan bahwa setidaknya 800 minoritas Muslim telah terbunuh dalam tindakan militer aparat, termasuk yang menjadi korban di antaranya ialah puluhan perempuan dan anak-anak.

Senin, 28/08/2017 14:53 0

Suriah

Rakyat Suriah Jadi Korban Uji Coba Senjata Baru Rusia

Letnan Jenderal Igor Makushev, ketua Komite Penelitian Militer, mengatakan bahwa intervensi militer di negara tersebut memungkinkan Rusia untuk menguji amunisi yang baru dikembangkan.

Senin, 28/08/2017 13:39 1

Yaman

Pemberontak Hutsi Terdesak di Distrik Midi, Pesisir Yaman

Militer Yaman bersama pasukan koalisi dilaporkan telah menyerbu kota pesisir Midi yang dikuasai oleh milisi Syiah Hutsi pada Ahad (27/08).

Senin, 28/08/2017 11:39 0

Turki

Peringati 946 Tahun Pertempuran Malazgirt, Erdogan Seru Rakyat Turki Belajar dari Sejarah

Dalam pertempuran Malazgirt yang juga dikenal sebagai pertempuran Manzikert pada tanggal 26 Agustus 1071 itu, pasukan Seljuk Turki yang dipimpin oleh Sultan Alparslan berhasil mengalahkan tentara-tentara Bizantium Romawi.

Senin, 28/08/2017 10:40 0

Afrika

Protes, Keluarga Korban Pembantaian Militer Somalia dan AS Tolak Pemakaman

Sepuluh sipil itu tewas ketika militer Somalia menggelar operasi militer dengan didukung AS di desa Buraira di provinsi Shabelle pada Jumat lalu (25/08). Militer mengaku bahwa operasi itu menargetkan persembunyian para pejuang Al-Shaba

Senin, 28/08/2017 10:00 0

Suriah

Hadiri Konferensi Idlib, Riyad As’ad Dikecam Anggotanya

Dalam pernyataan yang dirilis Sabtu lalu, ruang operasi gabungan FSA tersebut menggambarkan bahwa kehadiran As’ad mengecilkan FSA di hadapan media baik dalam skup lokal maupun internasional.

Senin, 28/08/2017 09:07 0

Myanmar

Bangladesh Tolak Pengungsi Rohingya, Ribuan Terlunta-lunta di Perbatasan

Rezim Bangladesh menangkap sedikitnya 70 warga etnis Rohingya yang mencoba memasuki wilayahnya untuk menghindari pembantaian dari militer Myanmar. Puluhan warga itu dipaksa kembali ke Myanmar dengan menggunakan kekerasan.

Senin, 28/08/2017 07:44 0

Video Kajian

Tabligh : Keutamaan Berkurban (Ust. Dr. A. Zain An Najah, MA.)

KIBLAT.NET – Sebentar lagi kita akan melakukan ibadah kurban. Nah, apa sajakah keutamaan dan hikmah...

Senin, 28/08/2017 07:40 0

Artikel

“Salam Atasmu Wahai Suriah, Salam yang Tidak Akan Kembali Lagi”

Setelah menjadi khalifah, Umar bin Khattab meneruskan apa yang telah dimulai pendahulunya yaitu meruntuhkan hegemoni dua imperium besar Persia dan Romawi.

Senin, 28/08/2017 05:41 0

Suara Pembaca

Bercadar, Mahasiswi Unila Ini Raih Prestasi Jadi Finalis PIMNAS 2017

Pertama, menyebutkan cadar sebagai lambang radikalisme merupakan sikap ketergesa-gesaan dan intoleran. Korelasi antara cadar dan sikap radikal toh merupakan stigma yang tidak berdasar dan belum terbukti kebenarannya.

Ahad, 27/08/2017 22:33 0

Close