... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Catatan Perjalanan Haji 1438 Hijriah: Haji Itu Tentang Ketaatan [Bagian 6]

Foto: Husein Sangadji Baharuddin, kepala suku Moa, salah satu suku di pedalaman Sorong, Papua Barat.

KIBLAT.NET – Husein Sangadji Baharuddin, kepala suku Moa, salah satu suku di pedalaman Sorong, Papua Barat, sudah terlihat letih. Jalannya sudah tidak tegap lagi. Padahal, tawaf yang ia lakukan baru 4 keliling. Masih ada 3 keliling lagi.

Ketika masih muda, Husein biasa berjalan kaki. “Dulu saya sering naik gunung,” ceritanya kepada penulis. Tapi itu dulu. Sekarang, Husein tak muda lagi. Ia sudah berusia 64 tahun. Kegagahannya sudah banyak berkurang.

Husein terus melangkah mengelilingi Ka’bah. Mulutnya hanya menyebut dua kata, “Allahu Akbar.” Ia tak bertanya mengapa harus mengelilingi kotak hitam tersebut. Ia hanya diperintah berjalan, maka ia berjalan.

Sebenarnya, Husein bisa saja berputar di dekat Ka’bah. Kerumunan orang-orang yang berputar searah jarum jam di sekitar Ka’bah masih agak longgar. Tapi ia diperintah oleh pimpinan rombongan untuk tawaf di lantai atas. Sebab, di dalam rombongan itu, ada jamaah yang mengenakan kursi roda. Jadi, tak bisa tawaf di dekat Ka’bah.

Husein menurut, meskipun jarak putaran yang harus dilaluinya menjadi dua kali lipat, sementara langkah Husein sudah mulai oleng.

Saat melewati Hajar Aswad, tangan Husein terangkat ke arah Ka’bah. Ia mengikuti gerakan jamaah yang lainnya. Mulutnya masih melafazkan dua kata, “Allahu akbar”. Ia juga tak bertanya mengapa harus melakukan gerakan seperi itu.

Ka’bah terlihat jelas di sebelah kiri laki-laki berperawakan kurus dan berkulit gelap tersebut. Usai berputar tujuh putaran, Husein disuruh berhenti, lalu bergeser ke bukit Safa. Husein menurut!

BACA JUGA  Udara Palembang Memburuk, Sekolah Pun Tak Masuk

Dari bukit Shafa, Husen kembali berjalan ke arah bukit Marwah. “Ayo Pak, kita lari-lari,” kata penulis kepada Husein manakala memasuki wilayah lampu hijau. Lampu neon hijau yang panjangnya kira-kira sepertiga jarak antara Bukit Shafa ke Marwah memang digunakan sebagai pembatas wilayah Bathnul Wadi. Di wilayah ini jamaah dianjurkan untuk lari-lari kecil.

Husein lagi-lagi menurut. Ia berlari-lari kecil meskipun kakinya sudah pegal. Ia tak mempersoalkan mengapa harus berlari dan tidak berjalan saja. Ia juga tak mempermalahkan mengapa harus 7 kali bolak balik dan bukan satu kali saja. Baca juga: Catatan Perjalanan Haji 1438 H (Bagian 2)

Lalu terakhir, Husen harus merelakan rambutnya yang hitam dan kriting itu dipotong sedikit. Sang kepala suku ini lagi-lagi taat tanpa membantah.

Husein sesungguhnya bukan taat kepada pimpinan rombongan, apalagi kepada penulis. Bukan! Husein taat kepada Allah. Sebab, kata Farid Ahmad Okbah, ketua Yayasan Al Islam Bekasi, haji itu banyak berbicara tentang ketaatan.

“Mengapa kita rela menghabiskan waktu, tenaga, pikiran, dan uang untuk pergi haji? Jawabnya karena kita taat kepada Allah,” jelas Farid saat berbincang-bincang dengan penulis di Dar Abu Yasir, Khalfa Tasykilat, Kamis siang (24/8), menjelang keberangkatan dari Madinah ke Makkah.

Pada kesempatan lain, menjelang keberangkatan ke Jeddah, Senin (21/8), Farid juga mengatakan bahwa ibadah haji sesungguhnya adalah upaya mencocokkan kehendak kita dengan kehendak Allah SWT.

BACA JUGA  Guyub Rukun Warga Jogokariyan Sukseskan Muslim United

Jika kita perhatikan memang hampir semua kehendak Allah SWT dalam rukun, wajib, dan sunnah haji berlawanan dengan logika manusia. Betapa tidak, manusia disuruh hanya mengenakan dua lembar kain putih selama tiga hari pelaksanaan haji, itu pun tak boleh ada jahitan. Untuk apa?

Dalam keadaan seperti itu, manusia disuruh menginap di Mina, Arafah, dan Muzdalifah, padang pasir yang panas. Untuk apa?

Selanjutnya manusia disuruh melempar tiga jumroh, tawaf mengelilingi Ka’bah, berlari-lari kecil dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah sebanyak 7 kali, menggunting rambut hingga habis, untuk apa? Semua ini berada di luar logika manusia.

Namun, dalam ibadah haji, logika ini harus diletakkan di bawah kehendak Allah SWT. Inilah ubudiyah. Inilah penghambaan kepada Allah SWT.

Sungguh naif jika manusia tetap menyombongkan diri sepulang mereka menunaikan haji. Labaik Allahumma labaik. *Mahladi/INA

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Arab Saudi

Saudi: Infrastruktur Haji Terus Diperluas untuk Tingkatkan Jumlah Jamaah

Arab Saudi memperluas Dua Masjid Suci dan tempat-tempat suci di Arab Saudi. Kementerian Kebudayaan dan Informasi mengakui bahwa peningkatan layanan dan infrastruktur di dalamnya berperan penting dalam meningkatkan jumlah jamaah yang datang untuk melakukan haji dalam beberapa tahun terakhir.

Ahad, 27/08/2017 13:44 0

Arab Saudi

Serang Hutsi, Arab Saudi Akui Tewaskan Warga Sipil Yaman

Menurut sebuah pernyataan dari Badan Pers Saudi, terjadi kesalahan teknis yang ditemukan oleh penyidik di balik insiden itu.

Ahad, 27/08/2017 11:24 0

Yaman

WHO: 2.018 Warga Yaman Meninggal Karena Kolera

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa telah ada ribuan orang yang terbunuh karena wabah kolera di Yaman.

Ahad, 27/08/2017 10:30 0

Myanmar

Hendak Mengungsi, Warga Rohingya Ditembaki

Puluhan tentara Myanmar dilaporkan telah menghujani warga sipil Rohingya dengan mortir dan peluru.

Ahad, 27/08/2017 10:07 0

Indonesia

Menag: Tenda Jemaah di Arafah Telah Siap 100 Persen

“Alhamdulillah, pihak Muassasah menjelaakan bahwa hari ini seluruh tenda jemaah haji Indonesia sudah berdiri, 100% tenda jemaah sudah berdiri tegak,”

Ahad, 27/08/2017 09:07 0

Yaman

Helikopter Black Hawk AS Jatuh di Yaman

AS melakukan serangan udara untuk menargetkan Al-Qaidah di Yaman, setidaknya 80 kali diluncurkan sejak akhir Februari. Sejumlah kecelakaan penerbangan yang melibatkan pesawat militer AS terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

Ahad, 27/08/2017 07:20 0

Artikel

Catatan Perjalanan Haji 1438 Hijriyah [Bagian 5]

Tapi selepas itu, Kainama mengaku selalu rindu dengan Baitullah. "Saya selalu ingin ke sini dan berdoa agar bisa ke sini lagi," jelas pria yang pernah kuliah di jurusan Liturgi Teologi, Leiden ini. Seluruh biaya kuliah ketika itu ditanggung oleh Gereja Zebaot.

Ahad, 27/08/2017 06:53 0

News

Massa Berdemo, Protes Meningkatnya Kekerasan Terhadap Perempuan di Maroko

Ratusan orang Maroko dilaporkan telah melakukan demonstrasi massal di kota Casablanca dan Rabat pada Jum'at (25/08).

Ahad, 27/08/2017 06:40 0

Amerika

Badai Harvey Terjang Texas, Puluhan Ribu Warga AS Mengungsi

Badai Harvey menyebabkan 400.000 rumah rusak berat di pantai Texas, Amerika Serikat. Listrik dipadamkan dan ribuan tempat bisnis terpaksa tutup.

Ahad, 27/08/2017 06:12 0

Artikel

Catatan Perjalanan Haji 1438 Hijriyah [Bagian 4]

KIBLAT.NET – “Apakah kita sudah sampai di Madinah?” kata Ibrahim Wugaje Haruna, kepala suku Kokoda,...

Sabtu, 26/08/2017 15:47 1

Close