... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Catatan Perjalanan Haji 1438 Hijriyah [Bagian 5]

Foto: Kainama, mantan pendeta yang berdakwah di gereja-gereja. [Foto Mahladi/INA]

KIBLAT.NET – Rasa rindu Agustinus Christofel Kainama kepada Ka’bah pagi ini (25/8) terobati. Usai shalat subuh, mantan pendeta Gereja Zebaot, Bogor, Jawa Barat, ini memasuki Masjidil Haram.

Sebetulnya, Kainama sudah pernah melihat Ka’bah sebelumnya. Tahun 2012, pria kelahiran Ambon ini mendapat kesempatan mengunjungi Baitullah.

Tapi selepas itu, Kainama mengaku selalu rindu dengan Baitullah. “Saya selalu ingin ke sini dan berdoa agar bisa ke sini lagi,” jelas pria yang pernah kuliah di jurusan Liturgi Teologi, Leiden ini. Seluruh biaya kuliah ketika itu ditanggung oleh Gereja Zebaot. Baca juga: Catatan Perjalanan Haji 1438 H (Bagian 1)

Allah SWT ternyata mengabulkan doanya. Kedutaan Besar Arab Saudi mengundangnya untuk berhaji tahun ini. “Ini benar-benar seperti mimpi. Allah ternyata memberi kesempatan kepada saya untuk melihat Ka’bah lagi,” tutur Kainama

Kainama memeluk Islam pada tahu 2011. Namun, beberapa tahun sebelum itu, ia sudah gundah gulana dengan agamanya yang lama.

Setelah memeluk Islam, Kainama malah gencar mengajak teman-temannya untuk memeluk Islam. Ia bahkan tak sungkan berdakwah di gereja. “Yang paling mengedankan adalah ketika kita mensyahadatkan orang di bawah Salib,” tutur Kainama.

Buat mualaf seperti dirinya, Ka’bah adalah sesuatu yang menakjubkan. “Ketika seorang mualaf baru pertama kali melihat Ka’bah, dia bisa menangis,” cerita Kainama saat berbincang dengan penulis menjelang memasuki gerbang Masjidil Haram.

BACA JUGA  Heal the World, Make it Better Place

Mengapa? Sebab, melihat Ka’bah di depan mata terasa seperti Allah SWT memperlihatkan seluruh kesalahan kita di masa lalu, lalu kita menyesalinya. Bahkan, seorang mualaf seperti dirinya bisa pingsan ketika shalat di dekat Ka’bah.

Rindu untuk kembali ke Baitullah sebetulnya hal yang wajar. Bukankah semua Nabi pernah mendatangi Ka’bah dengan bersusah payah, meskipun wujud Ka’bah ketika itu hanya berupa dataran yang lebih tinggi dibanding sekitarnya?

Bukti sejarah tentang ini telah ditulis oleh Ibnu Katsir. Katanya, tak ada seorang Nabi pun kecuali telah berhaji ke Baitullah (Ka’bah).

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa dalam perjalanan hajinya, Rasulullah SAW sampai ke sebuah lembah (wadi) dan bertanya kepada Abu Bakar, “Wahai, Abu Bakar, wadi apakah ini?”

Abu Bakar menjawab, “Ini adalah Wadi Asfan.”

Kemudian Rasulullah SAW menjelaskan, “Sesungguhnya Nuh, Hud dan Ibrahim telah melewati wadi ini dengan mengendarai onta-onta merah mereka yang dikendalikan dengan tali kekang. Sarung-sarung mereka berasal dari Aba’ dan selendang-selendang mereka dari Nimar. Mereka berhaji ke al Baitul-Atiq (Ka’bah)”.

Bahkan Allah SWT memperbolehkan kaum Muslim untuk berpayah-payah mengunjungi Ka’bah, selain Masjid Nabawi dan Masjid Al Aqsa.


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Baca halaman selanjutnya: Ka'bah, menurut sejumlah...

Halaman Selanjutnya 1 2
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

News

Massa Berdemo, Protes Meningkatnya Kekerasan Terhadap Perempuan di Maroko

Ratusan orang Maroko dilaporkan telah melakukan demonstrasi massal di kota Casablanca dan Rabat pada Jum'at (25/08).

Ahad, 27/08/2017 06:40 0

Amerika

Badai Harvey Terjang Texas, Puluhan Ribu Warga AS Mengungsi

Badai Harvey menyebabkan 400.000 rumah rusak berat di pantai Texas, Amerika Serikat. Listrik dipadamkan dan ribuan tempat bisnis terpaksa tutup.

Ahad, 27/08/2017 06:12 0

Suriah

Mantan Panglima FSA Dukung Muktamar Idlib

Mantan kekuatan militer oposisi Suriah Free Syria Army (FSA), Riyadh As’ad, mendukung penuh Muktamar Idlib pada Kamis (24/08) yang menghadirkan berbagai latar belakang oposisi Suriah. Hal itu diungkapkannya kepada portal baladi-news.com seusai menghadiri pertemuan yang diserukan oleh Hai’ah Tahrir Al-Syam (HTS) itu.

Sabtu, 26/08/2017 14:30 0

Suriah

Oposisi Suriah dari Berbagai Latar Belakang Gelar Muktamar di Idlib

Berbagai kelompok akademisi dan tokoh oposisi Suriah di Idlib bebarapa hari terakhir menggencarkan muktamar masing-masing. Pertemuan itu membahas bagaimana cara mengelola pemerintahan di wilayah yang sudah dibebaskan, khususnya di Suriah Utara. Muktamar itupun akhirnya ditutup dengan mendudukkan seluruh kelompok-kelompok oposisi tersebut dalam pertemuan besar yang digelar pada Kamis (24/08/2017).

Sabtu, 26/08/2017 13:25 0

Feature

Haji dan Insiden Merah Putih Terbalik

Ibadah haji meleburkan sekat-sekat kebangsaaan yang selama ini memisahkan kaum Muslimin dengan saudaranya di negara yang berbeda.

Sabtu, 26/08/2017 09:05 0

Suriah

Tahrir Al-Syam Bersedia Bubar, Namun dengan Syarat Ini

“Mereka yang pertama mengatakan kepada kami Hai’ah Tahrir Al-Syam harus bubar. Maka kami katakan, kami siap membubarkan organisasi (HTS), yang dibentuk sebagai sarana bukan tujuan, akan tetapi dengan syarat faksi-faksi yang lain juga membubarkan diri dan melebur di bawah satu komando,” ungkapnya.

Sabtu, 26/08/2017 08:54 0

Afrika

Tentara AS dan Somalia Serbu Kampung Petani dengan Brutal, 9 Tewas

Wakil Gubernur Shabelle untuk Urusan Keamanan, Ali Nur Ahmad, membenarkan bahwa pembunuh sembilan petani tersebut militer AS. Berbicara kepada media di rumah sakit tempat para korban tersebut dievakuasi, Ahmad mengungkapkan bahwa para petani tersebut dikenal luas orang bukan ekstremis.

Sabtu, 26/08/2017 07:38 0

Indonesia

Sambut Idul Adha, ACT Usung Tema “Indonesia Berqurban”

Vice President ACT, Iqbal Setyarso mengatakan, gerakan Indonesia Berqurban diharapkan mampu meredam berbagai isu disintegrasi bangsa yang tengah menghantui Indonesia saat ini.

Sabtu, 26/08/2017 07:03 0

Indonesia

ACT: Penerima Manfaat Global Qurban Lebih Banyak di Dalam Negeri

Presiden Global Qurban Aksi Cepat Tanggap (ACT), Rini Miryani mengatakan, penerimaa manfaat dari program Global Qurban selalu lebih banyak dibandingkan ke luar negeri. Menurutnya, sejak program ini digulirkan enam tahun lalu sebesar 60 persen disalurkan di dalam negeri.

Sabtu, 26/08/2017 06:35 0

Video Kajian

Khutbah Jumat : Fadhilah di Bulan Dzulhijjah (Ust. Jayyad Al Faza, S.Pd.I)

KIBLAT.NET – Di dalam hidup ini ada beberapa hari yang Allah limpahkan pahala di dalamnya....

Jum'at, 25/08/2017 16:24 0

Close