... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Haji dan Insiden Merah Putih Terbalik

Foto: Salah satu suasana thawaf pada Haji 2017 (foto: Tony/Kiblat.net)

KIBLAT.NET,  Saat berada di shaf awal di Masjid Nabawi, sebelah saya orang India berperawakan gempal. Azan Ashar masih dua jam lagi, ketika ia pamit berwudhu. “Tolong jaga tempat ini. Nanti saya akan kembali,” pesannya. Tak berapa lama, kakek-kakek berwajah etnis China pun mengikuti jejaknya.

Yang saya kuatirkan saat itu, bagaimana kalau nanti mereka terlalu lama pergi, sedangkan shaf awal ini menjadi incaran banyak orang? Bagaimana saya menjelaskan kepada jamaah yang ingin mengambil tempat itu. Atau kepada kedua orang itu ketika nanti ada yang “menyerobot” tempat mereka?

Apa yang saya khawatirkan terjadi. Seorang Negro bertubuh tinggi besar menduduki tempat si India. Si India sendiri belum kembali, padahal kakek-kakek China tak berselang lama kembali ke posisi semula. Ah, bodo amat… lagian siapa suruh berlama-lama wudhu.

Kira-kira 10 menit jelang azan, si India kembali. Mengetahui tempat duduknya dihuni, ia pun tak kalah akal. Duduk di antara saya dan si Negro, menghadap arah berlawanan kiblat. Dan saat iqomat dikumandangkan, bisa dibayangkan bagaimana sesak dan berhimpitannya shaf.

Si Negro protes karena menuding si India memaksakan tempat. Si India membela diri, bahkan menodongkan sikutnya. Si Negro cuma bilang, “Ittaqillah…!” Setelah itu keduanya takbiratul ihram. Begitu selesai salam, si Negro mengulurkan tangan dan disambut senyum si India. Jamaah di samping kanan-kiri mereka—termasuk saya, pun turut senyum lega.

Suasna jelang shalat berjamaah di Masjid Nabawi pada musim haji 2017

Itu cerita dua hari lalu di Masjid Nabawi. Sementara tadi pagi saat thawaf di Masjidil Haram, ada juga sedikit insiden. Rombongan saya memilih thawaf di lantai atas karena anggota kami ada anak kecil penyandang difable. Tiba-tiba kawan saya bernama Yusuf yang persis di samping saya, diseruduk kursi roda milik jamaah berwajah India, tepat di otot di atas tumit kanannya.

BACA JUGA  Indonesia Lobi Saudi Agar Tetapkan Kuota Dasar Jamaah Haji Menjadi 231 Ribu

Sontak, Yusuf mengaduh kesakitan sambil berusaha memegang tangan saya agar tidak jatuh. Saya pun menatap si India. “I am sorry… maaf.. maaf,” katanya berulang-ulang sambil menghentikan kursi roda yang di dorongnya.

Yusuf masih kesakitan, tapi sedikitpun tak menatap wajah penyeruduk. Sepertinya ia sudah memaafkan, meski sakitnya tidak tertahan. Sesaat kemudian, thawaf pun berjalan kembali. Si India berlalu meninggalkan saya dan Yusuf yang masih tertatih kesakitan.

***

Ibadah haji dengan segenap kompleksitas masalah di dalamnya memang seringkali menimbulkan kejadian-kejadian yang kurang menyenangkan. Jutaan manusia datang dari beragam negara, bangsa, warna kulit dan bahasa. Meski beragam, tujuan mereka hanya satu: memenuhi panggilan Allah untuk datang ke Tanah Haram serta memproklamirkan tauhid dalam lantunan talbiyah yang berulang-ulang.

Kesamaan itulah mungkin yang membuat berbagai insiden yang kurang mengenakkan dapat berlalu begitu saja tanpa meninggalkan jejak kesumat apalagi perseteruan. Semangat persaudaraan yang dibangun di atas pondasi tauhid membuat para jamaah mudah untuk saling memaafkan dan merelakan haknya. Itulah salah satu yang membuat orang tahan menempuh kerasnya tempaan fisik selama melaksanakan manasik haji di Tanah Suci.

Baca halaman selanjutnya: Renungan saya tiba-tiba bubar...

Halaman Selanjutnya 1 2
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Tahrir Al-Syam Bersedia Bubar, Namun dengan Syarat Ini

“Mereka yang pertama mengatakan kepada kami Hai’ah Tahrir Al-Syam harus bubar. Maka kami katakan, kami siap membubarkan organisasi (HTS), yang dibentuk sebagai sarana bukan tujuan, akan tetapi dengan syarat faksi-faksi yang lain juga membubarkan diri dan melebur di bawah satu komando,” ungkapnya.

Sabtu, 26/08/2017 08:54 0

Afrika

Tentara AS dan Somalia Serbu Kampung Petani dengan Brutal, 9 Tewas

Wakil Gubernur Shabelle untuk Urusan Keamanan, Ali Nur Ahmad, membenarkan bahwa pembunuh sembilan petani tersebut militer AS. Berbicara kepada media di rumah sakit tempat para korban tersebut dievakuasi, Ahmad mengungkapkan bahwa para petani tersebut dikenal luas orang bukan ekstremis.

Sabtu, 26/08/2017 07:38 0

Indonesia

Sambut Idul Adha, ACT Usung Tema “Indonesia Berqurban”

Vice President ACT, Iqbal Setyarso mengatakan, gerakan Indonesia Berqurban diharapkan mampu meredam berbagai isu disintegrasi bangsa yang tengah menghantui Indonesia saat ini.

Sabtu, 26/08/2017 07:03 0

Indonesia

ACT: Penerima Manfaat Global Qurban Lebih Banyak di Dalam Negeri

Presiden Global Qurban Aksi Cepat Tanggap (ACT), Rini Miryani mengatakan, penerimaa manfaat dari program Global Qurban selalu lebih banyak dibandingkan ke luar negeri. Menurutnya, sejak program ini digulirkan enam tahun lalu sebesar 60 persen disalurkan di dalam negeri.

Sabtu, 26/08/2017 06:35 0

Artikel

Catatan Perjalanan Haji 1438 Hijriyah [Bagian 1]

Pada musim Haji 1438 H/2017, anggota Dewan Syuro Jurnalis Islam Bersatu (JITU), Mahladi, yang berkesempatan menunaikan ibadah haji tahun ini, mengajak pembaca menyelami sebagian dari semua itu. Kisah perjalanan ini insya Allah akan disuguhkan secara berseri. Berikut catatan pertamanya!

Jum'at, 25/08/2017 21:21 0

Video Kajian

Khutbah Jumat : Fadhilah di Bulan Dzulhijjah (Ust. Jayyad Al Faza, S.Pd.I)

KIBLAT.NET – Di dalam hidup ini ada beberapa hari yang Allah limpahkan pahala di dalamnya....

Jum'at, 25/08/2017 16:24 0

Indonesia

Jubir FPI: Muslim Malaysia Saudara Kita

Juru bicara Front Pembela Islam (FPI), Munarman menegaskan bahwa umat Islam Malaysia adalah saudara umat Islam Indonesia. Maka, persatuan dan kesatuan harus tetap terjalin.

Jum'at, 25/08/2017 14:50 0

Myanmar

Militan Arakan Kembali Muncul, Balas Kekerasan Myanmar atas Muslim Rohingya

Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA), sebuah kelompok milisi yang melakukan serangan serupa di wilayah tersebut pada Oktober lalu, telah mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Jum'at, 25/08/2017 14:00 6

Indonesia

Timwas Haji Temukan Praktik Rentenir Terhadap Jamaah 

Timwas juga mendapatkan informasi yang mengagetkan. Yaitu adanya praktik rentenir dalam penukaran uang reyal. Setiap jamaah, lanjutnya, mendapat living cost (biaya hidup) 1.500 reyal dalam pecahan 500.

Jum'at, 25/08/2017 13:35 0

Eropa

Wali Kota Venesia Perintahkan Sniper Tembak Siapa Saja Teriak ‘Allahu Akbar’

Wali Kota Venesia, Italia, Luigi Brugnaro, memerintahkan polisi penembak runduk atau sniper untuk menembak mati siapa saja yang meneriakkan “Allahu Akbar” di alun-alun Santo Markus di kota yang terkenal di dunia bagi para turis itu.

Jum'at, 25/08/2017 13:24 0

Close