... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Catatan Perjalanan Haji 1438 Hijriyah [Bagian 4]

Foto: Ibrahim Wugaje Haruna, kepala suku Kokoda, salah satu suku di Sorong, Papua Barat.

KIBLAT.NET – “Apakah kita sudah sampai di Madinah?” kata Ibrahim Wugaje Haruna, kepala suku Kokoda, salah satu suku di Sorong, Papua Barat, kepada penulis saat bis yang mengantarnya dari Jeddah berhenti di depan Kantor Pusat Penerimaan Haji dan Umroh, di jalan al Hijrah, Selasa (22/8).

“Ya,” jawab penulis singkat.

“Alhamdulilah… alhamdulillah,” kata Ibrahim berulang kali. “Saya harus ceritakan ini kepada orang-orang di kampung saya.”

Ibrahim lalu menempelkan ujung jarinya ke tanah, menciumnya, dan mengusapkan telapak tangannya ke muka. Mungkin itu bentuk rasa syukurnya sebab Allah SWT telah menakdirkanya tiba di kota yang dulu pernah dibangun Rasulullah SAW.

Baca juga: Catatan Perjalanan Haji 1438 H (Bagian 1)

Penulis kemudian berkata kepada pria berusia 66 tahun itu. “Tempat yang Bapak injak ini, mungkin dulu pernah dilalui oleh Rasulullah SAW.”

Ibrahim terdiam.

“Dan bukit itu …” penulis lalu menunjuk sebuah bukit gersang berbatu di kejauhan, “… mungkin seperti itulah jalan yang dulu dilalui oleh Rasulullah SAW saat hijrah dari Makkah ke Madinah. Ceritakan juga itu kepada orang-orang di kampung Bapak.”

Ibrahim mengangguk.

Perjalanan hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah bukanlah proses yang mudah. Proses itu telah dipersiapkan secara matang oleh Rasulullah SAW selama berminggu-minggu. Sebab, risiko yang akan dihadapi tidaklah kecil.

Peristiwa hijrah ini dimulai dengan pemberangkatan secara diam-diam bersama Abu Bakar Ra pada malam hari menuju arah selatan Makkah. Pada saat itu sebagian besar Sahabat sudah lebih dahulu hijrah ke Madinah.

BACA JUGA  Mengenal Ulama Bersama KH. Hasyim Asy’ari

Percobaan pembunuhan pertama berhasil dielakkan setelah Rasulullah SAW meminta sepupunya Ali bin Abu Thalib menggantikan dirinya tidur di ranjang yang biasa ia tiduri.

Setelah berhasil menjauh, Rasulullah SAW dan Abu Bakar Ra bersembunyi di sebuah gua di Bukit Tsur yang terletak sekitar lima kilometer dari Makkah.

Selama di gua tersebut Rasulullah SAW telah merancang strategi penyelamatan dengan melibatkan putra Abu Bakar Ra yakni Abdullah bin Abu Bakar, sang pengembala kambing bernama Amir bin Fuhairah, dan sang penunjuk jalan bernama Abdullah bin Ariqat.

Setelah itu, Rasulullah SAW tiba di kampung Quba dan mendirikan masjid seserhana bernama Masjid Quba serta shalat Jumat di wadi Ranuna. Barulah kemudian Rasulullah SAW berhasil mencapai Madinah dengan sambutan ramai mayarakat setempat.

Kisah hijrah Rasulullah SAW ini tak sekadar harus diceritakan Ibrahim Wugaje Haruna kepada masyarakat suku Kokoda saja, tetapi juga kepada seluruh Muslim, terutama kaum muda. Mengapa? Sebab, Dr ‘Abdul ‘Azhim Mahmud al-Dayb pernah berkata, sejarah bukan sekadar pengetahuan masa lalu, melainkan ilmu masa kini dan masa depan. Dengan sejarah, kita bisa mengetahui masa lalu, menafsirkan masa kini, dan merancang masa depan.

Di dalam al-Qur’an surat Hûd [11] ayat 120, Allah SWT berfirman, “Dan semua kisah tentang Rasul-rasul, Kami ceritakan kepadamu (Muhammad), agar dengan kisah itu Kami teguhkan hatimu; dan di dalamnya telah diberikan kepadamu (segala) kebenaran, nasihat (pelajaran), dan peringatan bagi orang yang beriman.”

BACA JUGA  Raja Gila dan Kita Yang Gila Raja

Dan, bagi Ibrahim, perjalanan haji bukan sekadar perjalanan ibadah, namun perjalanan sejarah yang harus ia ceritakan kepada masyarakat kampungnya.

Hari ini, Kamis 24/8, Ibrahim telah menikmati dan meresapi indahnya shalat di Masjid Nabawi, masjid yang dibangun oleh Rasulullah SAW dengan segala keutamaannya. Hari ini Ibrahim akan bertolak dari Madinah menuju Makkah untuk menunaikan haji.

Labaik allahumma labaik.* Mahladi/INA

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “Catatan Perjalanan Haji 1438 Hijriyah [Bagian 4]”

  1. Hadid

    Dosen kami sewaktu di stid
    Wartawan senior Hidayatullah
    Pimred yg lembut hatinya

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Mantan Panglima FSA Dukung Muktamar Idlib

Mantan kekuatan militer oposisi Suriah Free Syria Army (FSA), Riyadh As’ad, mendukung penuh Muktamar Idlib pada Kamis (24/08) yang menghadirkan berbagai latar belakang oposisi Suriah. Hal itu diungkapkannya kepada portal baladi-news.com seusai menghadiri pertemuan yang diserukan oleh Hai’ah Tahrir Al-Syam (HTS) itu.

Sabtu, 26/08/2017 14:30 0

Suriah

Oposisi Suriah dari Berbagai Latar Belakang Gelar Muktamar di Idlib

Berbagai kelompok akademisi dan tokoh oposisi Suriah di Idlib bebarapa hari terakhir menggencarkan muktamar masing-masing. Pertemuan itu membahas bagaimana cara mengelola pemerintahan di wilayah yang sudah dibebaskan, khususnya di Suriah Utara. Muktamar itupun akhirnya ditutup dengan mendudukkan seluruh kelompok-kelompok oposisi tersebut dalam pertemuan besar yang digelar pada Kamis (24/08/2017).

Sabtu, 26/08/2017 13:25 0

Feature

Haji dan Insiden Merah Putih Terbalik

Ibadah haji meleburkan sekat-sekat kebangsaaan yang selama ini memisahkan kaum Muslimin dengan saudaranya di negara yang berbeda.

Sabtu, 26/08/2017 09:05 0

Suriah

Tahrir Al-Syam Bersedia Bubar, Namun dengan Syarat Ini

“Mereka yang pertama mengatakan kepada kami Hai’ah Tahrir Al-Syam harus bubar. Maka kami katakan, kami siap membubarkan organisasi (HTS), yang dibentuk sebagai sarana bukan tujuan, akan tetapi dengan syarat faksi-faksi yang lain juga membubarkan diri dan melebur di bawah satu komando,” ungkapnya.

Sabtu, 26/08/2017 08:54 0

Afrika

Tentara AS dan Somalia Serbu Kampung Petani dengan Brutal, 9 Tewas

Wakil Gubernur Shabelle untuk Urusan Keamanan, Ali Nur Ahmad, membenarkan bahwa pembunuh sembilan petani tersebut militer AS. Berbicara kepada media di rumah sakit tempat para korban tersebut dievakuasi, Ahmad mengungkapkan bahwa para petani tersebut dikenal luas orang bukan ekstremis.

Sabtu, 26/08/2017 07:38 0

Indonesia

Sambut Idul Adha, ACT Usung Tema “Indonesia Berqurban”

Vice President ACT, Iqbal Setyarso mengatakan, gerakan Indonesia Berqurban diharapkan mampu meredam berbagai isu disintegrasi bangsa yang tengah menghantui Indonesia saat ini.

Sabtu, 26/08/2017 07:03 0

Indonesia

ACT: Penerima Manfaat Global Qurban Lebih Banyak di Dalam Negeri

Presiden Global Qurban Aksi Cepat Tanggap (ACT), Rini Miryani mengatakan, penerimaa manfaat dari program Global Qurban selalu lebih banyak dibandingkan ke luar negeri. Menurutnya, sejak program ini digulirkan enam tahun lalu sebesar 60 persen disalurkan di dalam negeri.

Sabtu, 26/08/2017 06:35 0

Video Kajian

Khutbah Jumat : Fadhilah di Bulan Dzulhijjah (Ust. Jayyad Al Faza, S.Pd.I)

KIBLAT.NET – Di dalam hidup ini ada beberapa hari yang Allah limpahkan pahala di dalamnya....

Jum'at, 25/08/2017 16:24 0

Indonesia

Jubir FPI: Muslim Malaysia Saudara Kita

Juru bicara Front Pembela Islam (FPI), Munarman menegaskan bahwa umat Islam Malaysia adalah saudara umat Islam Indonesia. Maka, persatuan dan kesatuan harus tetap terjalin.

Jum'at, 25/08/2017 14:50 0

Myanmar

Militan Arakan Kembali Muncul, Balas Kekerasan Myanmar atas Muslim Rohingya

Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA), sebuah kelompok milisi yang melakukan serangan serupa di wilayah tersebut pada Oktober lalu, telah mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Jum'at, 25/08/2017 14:00 6

Close