... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Polisi Tangkap Saracen, Kelompok Penyebar Berita Hoax

Foto: Kelompok Saracen

KIBLAT.NET, Jakarta – Kepolisian Indonesia menangkap tiga orang kelompok Saracen. Kelompok ini diduga kerap menyebarkan postingan ujaran kebencian bernuansa SARA di akun media sosial.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Fadil Imran mengatakan ketiganya ditangkap setelah Satgas Patroli Siber memonitor para pelaku yang aktif di media sosial.

“Para pelaku yang sering mengunggah ujaran kebencian dan hoax bermuatan SARA yang meresahkan para netizen dan berpotensi memicu disintegrasi bangsa,” ujar Fadil, Rabu (23/08) seperti dikutip Detik.com.

Ketiga pelaku yang berhasil ditangkap oleh polisi tersebut ialah MFT (43), yang ditangkap pada 21 Juli 2017, SRN (32) yang ditangkap pada 5 Agustus lalu di Cianjur, Jawa Barat, dan JAS (32) yang ditangkap di Pekanbaru, Riau pada 7 Agustus lalu.

Fadil mengatakan kelompok Saracen itu memiliki struktur sebagaimana layaknya organisasi pada umumnya dan telah melakukan aksinya sejak November 2015. Mereka yang ditangkap memiliki peran masing-masing.

“Tersangka JAS ini adalah sebagai Ketua, MFT berperan sebagai bidang Media Informasi dan SRN berperan sebagai Koordinator Grup Wilayah,” imbuhnya.

JAS selaku Ketua Grup Saracen merekrut para anggotanya melalui daya tarik berbagai unggahan yang bersifat provokatif menggunakan isu SARA sesuai perkembangan tren media sosial. Unggahan tersebut berupa kata-kata, narasi, maupun meme yang tampilannya mengarahkan opini pembaca untuk berpandangan negatif terhadap kelompok masyarakat lainnya.

BACA JUGA  Laporan Amnesty: Sejumlah Anggota TNI Diduga Bunuh Seorang Remaja Papua

“JAS dipercaya oleh kelompok Saracen karena memiliki kemampuan untuk merecovery akun anggotanya yang diblokir dan bantuan pembuatan berbagai akun baik yang bersifat real, semi anonymous, maupun anonymous,” sambungnya.

Hal ini diketahui berdasarkan temuan banyaknya hasil scan KTP dan passport, data tanggal lahir, serta nomor handphone pemilik akun. Untuk menyamarkan perbuatannya, JAS sering berganti nomor HP dalam pembuatan akun email maupun facebook.

Selain itu, mereka ini juga menyiapkan proposal untuk menawarkan kepada pihak tertentu, diantaranya ormas. Setiap konten hoax itu dihargai puluhan juta rupiah.

“Dalam satu proposal yang kami temukan, kurang lebih setiap proposal nilainya puluhan juta,” ujar Kasubdit di Direktorat Tindak Pindana Siber Bareskrim Polri, Kombes Irwan Anwar.

Media yang dia kelola untuk penyebaran berita Hoax tersebut adalah Grup Facebook diantaranya Saracen News, Saracen Cyber Team, dan Saracennews.com. Hingga saat ini diketahui jumlah akun yang tergabung dalam jaringan Grup SARACEN berjumlah lebih dari 800.000 akun (Rud)

Sumber: Detik
Reporter: Furqon Amrullah


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Israel Khawatir Kehilangan Peran di Suriah

Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu telah melakukan pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membahas masalah Israel mengenai peran Iran di Suriah.

Kamis, 24/08/2017 11:15 0

Video Kajian

Jadi Tahu : Baca Quran Setelah VS Sebelum Ramadhan

KIBLAT.NET – Ramadhan memang sudah meningggalkan kita. Namun pertanyaaan besarnya adalah apakah semangat ibadah kita...

Kamis, 24/08/2017 09:19 0

Suriah

“Perisai Efrat” Gulirkan Kampanye Pembersihan Preman

Dalam pernyataan yang didapat portal enabbaladi.net, kampanye melawan preman itu digelar di wilayah-wilayah kontrol “Dar’ul Furat”, bekerja sama dengan institusi keamanan. Dar’ul Furat merupakan ruang operasi oposisi Suriah yang didukung Turki di wilayah utara untuk menghadapi ISIS dan milisi Kurdi.

Kamis, 24/08/2017 08:07 0

Siyasah

Constantinopel Has Fallen: Rahasia Kemenangan Muhammad Al-Fatih

Maka dari itu, Al Fatih pun menyadari bahwa untuk memperoleh kemenangan istimewa diperlukan persiapan yang istimewa juga. Al Fatih menyadari bahwa “sehebat-hebat pemimpin” serta “sekuat-kuat pasukan” bukanlah hal yang mudah untuk diwujudkan.

Rabu, 23/08/2017 22:17 0

Opini

Sudah 72 Tahun Muslim Indonesia Merdeka, Bagaimana Nasib Muslim Patani?

KIBLAT.NET – Pada bulan Agustus 2017 ini,  seluruh rakyat Indonesia (anak kecil, remaja, santri, pelajar,...

Rabu, 23/08/2017 21:53 0

Amerika

Plin-plan, Beginilah Kebijakan Donald Trump soal Perang di Afghanistan

Kebijakan ini jelas bertolak belakang dengan pandangan Trump sebelumnya, dimana dalam 48 postingan di Twitter sejak 2011, ia kerap menunjukkan kecaman terkait keterlibatan AS di negara tersebut.

Rabu, 23/08/2017 18:00 0

Info Event

Mengapa Anda Harus Ikut Program Kurban di Halmahera?

Idul Qurban sebentar lagi tiba. Syari'at yang penuh dengan makna. Tahukah kita? Di pedalaman Halmahera jarang sekali ada yang berkurban. Selain rendahnya perekonomian, juga karena minimnya pengetahuan tentang agama.

Rabu, 23/08/2017 17:00 0

Kolom

Haruskah Kita Menjadi Primitif Lagi?

Sayangnya, manusia seringkali tak menyadari bahwa hal-hal yang tampaknya baik dan dilakukan mayoritas manusia semisal mengolok-olok ide khilafah, menolak pemakaian cadar, serta nyaris mewajibkan penghormatan terhadap bendera bisa jadi merupakan pintu lebar bagi dirinya untuk menjadi primitif kembali.

Rabu, 23/08/2017 16:30 0

Arab Saudi

Video Remaja Tanggung Ludahi Al-Qur’an Picu Kemarahan Publik

Publik marah melihat tingkah seorang remaja yang meludahi Al-Qur'an dalam sebuah video yang viral di media sosial.

Rabu, 23/08/2017 14:32 0

Tazkiyah

Kisah Sarat Hikmah Hakim yang Bijak

Ada seorang hakim yang terkenal bijak dan berilmu. Hakim itu bernama Abu Khazim Al-Qadhi . Abu Khazim adalah lelaki yang berilmu. Suatu ketika, datang kepadanya seorang pemuda bersama orangtua yang sudah lanjut usianya.

Rabu, 23/08/2017 12:20 0

Close