... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Mengenang 4 Tahun Insiden Ghautah: Ketika 1.000 Kg Gas Sarin Menyambar Warga

Foto: Insiden Ghautah pada 21 Agustus 2013 telah menewaskan kurang dari 1.500 jiwa dan mencederai lebih dari 10.000 orang.

KIBLAT.NET, Damaskus- Senin, 21 Agustus 2017, rakyat Suriah memperingati hari pembantaian paling mematikan yang terjadi dalam abad 21 ini. Empat tahun silam, di Ghautah timur dan barat, rezim Suriah melakukan serangan massal dengan menggunakan gas sarin yang menewaskan kurang dari 1.500 jiwa dan mencederai lebih dari 10.000 orang.

Serangan maut itu tercatat menjadi insiden paling mematikan sejak perang Iran-Irak. Sayangnya, gas sarin saat itu belum begitu dikenal layaknya insiden di Khan Syaikhoun pada April lalu. Padahal, gas sarin yang digunakan saat itu mencapai hingga 1.000 kg.

Menurut Fadel Abdul Ghany, Ketua Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SNHR), insiden Ghautah juga menjadi gambaran atas kegagalan masyarakat dunia untuk melindungi warga sipil Suriah dari keganasan tangan besi Bashar Al-Assad.

“Pada hari ini tepat empat tahun yang lalu, rezim Suriah menjatuhkan 1.000 kg gas sarin terhadap warga sipil di Ghoutah dalam serangan kimia yang mematikan sejak perang Iran-Irak. Saat ini, dunia tidak bisa berpura-pura tidak tahu, telah banyak video beredar tentang korban dari efek gas sarin serta jasad-jasad yang bertebaran di jalanan,” ungkap Fadel Abdul Ghany, Ketua Jaringan Suriah untuk hak asasi manusia (SNHR).

“Sayangnya, kebanyakan korban adalah perempuan dan anak-anak. Namun meskipun serangan di Ghoutah sangat mengerikan. Masyarakat internasioanal masih belum ada yang mengambil tindakan”, sambungnya.

BACA JUGA  Pria Kulit Putih Bersenjata Meneror Masjid di Norwegia, Seorang Muslim Terluka

Menurut data SNHR, militer Suriah telah melepaskan 207 serangan kimia sejak pertama kali di Al-Bayyada, Homs pada 23 Desember 2012. Serangan serupa terus dilakukan hingga insiden Ghautah pada 21 Agustus 2013, meskipun telah terjadi 33 kali serangan sebelumnya. Namun, jumlah korban puncak korban terbanyak terjadi saat insiden Ghautah. Sementara itu, pasca serangan sari di Khan Syaikhoun yang menewaskan 100 lebih korban pada April lalu, tercatat pula lima serangan kimia di berbagai daerah di Suriah.

 

Sumber: sn4hr.org
Redaktur: Syafi’i Iskandar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Sejarawan Imbau Jangan Ada Perpecahan Sesama Negara Mayoritas Islam

Sejarawan Indonesia ini juga menegaskan bahwa hubungan yang saling menguntungkan antara Indonesia-Malaysia lebih banyak daripada yang saling merugikan. Maka, ia menekankan jangan ada perpecahan antara negara yang sama-sama mayoritas Islam ini.

Kamis, 24/08/2017 15:00 1

Khazanah

Inilah yang Menjadikan Awal Bulan Dzulhijjah Menjadi Mulia

Tidak seperti hari-hari yang lain, pada awal bulan Dzulhijjah Allah Ta'ala kumpulkan semua bentuk ibadah di dalamnya. Shalat, zakat mal bagi yang sudah mencapai nishab dan haul, puasa bagi siapa saja yang ingin menambahkan amalan sunnahnya atau jamaah haji yang wajib membayar dam (denda) atau al-hadyu tapi tidak memperoleh hewan sesembelihan.

Kamis, 24/08/2017 14:53 0

Opini

Arti Penting Mengisi Kemerdekaan Bagi Penguasa

KIBLAT.NET – Tema “mengisi kemerdekaan” selalu menjadi perbincangan yang diulang setiap peringatan hari Kemerdekaan Indonesia....

Kamis, 24/08/2017 13:50 0

Indonesia

Wantim MUI: Kasus First Travel Terjadi Karena Lemahnya Pengawasan Kemenag

"Saya menilai ini terjadi karena lemahnya pengawasan bahkan mungkin ada pengabaian, dan ada pembiaran," ujar Din saat ditemui Kiblat.net di Kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat pada Rabu (23/08)

Kamis, 24/08/2017 13:46 0

Indonesia

Indonesia Berqurban, Menjangkau Ratusan Kabupaten, Menyapa Puluhan Negeri

Tak bisa dipungkiri, makna terbesar dari ibadah qurban adalah tentang berbagai seluas-luasnya kebahagiaan. Rini Maryani, President Global Qurban mengatakan bahwa berqurban adalah ibadah sekaligus bentuk kepedulian.

Kamis, 24/08/2017 13:30 0

Indonesia

DR Tiar Anwar: Kita Tak Punya Alasan Logis Musuhi Malaysia

Ia juga mengungkapkan bahwa insiden bendera terbalik hanya dalam buku panduan. Maka, ia menghimbau kejadian tersebut jangan menjadi alasan untuk memusuhi Malaysia. "Nggak punya alasan logis bagi kita untuk memusuhi Malaysia," tandasnya

Kamis, 24/08/2017 13:16 0

Indonesia

Polisi Tangkap Saracen, Kelompok Penyebar Berita Hoax

Kepolisian Indonesia menangkap tiga orang tersangka yang menamakan kelompoknya dengan sebuta Saracen. Kelompok ini diduga karena kerap menyebarkan postingan ujaran kebencian bernuansa SARA di akun media sosial.

Kamis, 24/08/2017 13:03 0

Indonesia

Dalam Eksepsi, Penasihat Hukum Alfian Tanjung Ungkap Sejumlah Kesalahan Dakwaan JPU

Sudah sepatutnya ustadz Alfian Tanjung bebas dari segala dakwaan karena dakwaan yang disusun dan dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum tidak cermat, tidak jelas dan tidak lengkap.

Kamis, 24/08/2017 11:45 0

Video Kajian

Jadi Tahu : Baca Quran Setelah VS Sebelum Ramadhan

KIBLAT.NET – Ramadhan memang sudah meningggalkan kita. Namun pertanyaaan besarnya adalah apakah semangat ibadah kita...

Kamis, 24/08/2017 09:19 0

Indonesia

Jangan Sampai Insiden Bendera Terbalik Jadi Permusuhan Sesama Mukmin

Ulama yang akrab disapa Kyai Cholil ini menegaskan bahwa Malaysia adalah saudara seiman dan serumpun bagi Indonesia.

Kamis, 24/08/2017 09:07 0

Close