... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Dalam Eksepsi, Penasihat Hukum Alfian Tanjung Ungkap Sejumlah Kesalahan Dakwaan JPU

Foto: Abdullah Al-Katiri.

KIBLAT.NET, Surabaya – Sudah sepatutnya ustadz Alfian Tanjung bebas dari segala dakwaan karena dakwaan yang disusun dan dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum tidak cermat, tidak jelas dan tidak lengkap.

Hal itu dikatakan ketua Tim Advokasi Alfian Tanjung (TAAT), Drs Abdullah Al Katiri kepada Kiblat.net melalui rilisnya yang diterima pada Rabu (23/08).

“Hari ini kita bacakan nota keberatan atas dakwaan jaksa, dan kita dari tim penasihat hukum akan mengajukan beberapa poin,” ungkapnya.

Adapun keberatan pertama, Al Katiri menjelaskan tentang kewenangan absolut, dimana ceramah Ustadz Alfian menurut dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) adalah pelanggaran terhadap persoalan diskriminasi ras dan etnis yang mengaitkan Ahok dan PKI.

“Padahal ceramah tersebut tidak lepas dalam momentum Pilgub DKI Jakarta yang seharusnya diterapkan UU No. 1 Tahun 2015 yang diubah dengan UU No. 8 tahun 2015 tentang Pilkada, karena itu ceramah Ustadz Alfian tidak bisa disamakan dengan pelanggaran pidana sebagaimana pasal 16 jo pasal 4 hunuf b angka 2 UU No. 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis atau Pasal 156 KUHP,” terangnya.

Nota keberatan yang kedua, lanjut Al Katiri, dakwaan batal demi hukum karena Pengadilan Negeri Tanjung Perak tidak ada. Padahal dalam dakwaannya, JPU menuliskan perkara ini diperiksa di Pengadilan Negeri Tanjung Perak. Sehingga secara yuridis surat dakwaan menjadi tidak cermat dan kabur dalam menguraikan kewenangan pengadilan yang berhak memeriksa dan mengadili perkara ini.

BACA JUGA  Ini Foto Ayah Habib Rizieq yang Sebenarnya

“Bagaimana mungkin terdakwa harus diadili di Pengadilan Tanjung Perak yang sampai saat ini tidak ada. Maka dakwaan JPU harus dinyatakan batal demi hukum,” urainya.

Keberatan ketiga, surat dakwaan tidak dapat diterima. Karena dalam dakwaan kesatu JPU menuliskan bahwa waktu kejadian pelanggaran Ustadz Alfian berceramah tanggal 26 Februari 2017 pukul 05.00 WIB, sedangkan dalam dakwaan kedua dituliskan Ustadz Alfian berceramah tanggal 27 Februari 2017 pukul 05.32 WB. Padahal kedua dakwaan tersebut adalah uraian dakwaan yang sama.

“Bagaimana mungkin seseorang melakukan satu peristiwa yang sama dalam dua waktu yang berbeda, maka surat dakwaan harus dinyatakan tidak dapat diterima,” ungkapnya.

Keberatan keempat, dakwaan batal demi hukum. Pada persidangan tanggal 16 Agustus 2017 JPU menyatakan bahwa dakwaan kedua dinyatakan sama dengan dakwaan kesatu, hanya berbeda pasal yang didakwakan. Namun faktanya, isi dakwaan pada halaman 11-12 berbeda dengan halaman 23-24 berbeda. Karena itu dakwaan JPU harus dinyatakan batal demi hukum

“Keberatan kelima, JPU mendakwa Ustadz Alfian yang terdapat unsur di muka umum. Padahal Ustadz Alfian ceramah dalam masjid, yakni tempat khusus beribadah orang Muslim. Masjid tidak dapat dikatakan sebagai tempat umum sebagaimana halnya terminal bus ataupun taman kota,” terang Al Katiri.

Keenam, lanjutnya, dakwaan ini tidak dapat diterima karena dakwaan JPU hanya mentranskrip isi video ceramah ustadz Alfian Tanjung. Padahal itu adalah barang bukti yang seharusnya ditunjukkan pada saat agenda pembuktian, tetapi hal ini justru ditampilkan di awal sidang.

BACA JUGA  Amnesty: Kematian Hendri Harus Diusut Tuntas

“Setelah kami memeriksa secara teliti isi transkrip tersebut ditemukan banyak penambahan kata, salah kata, dan salah pengetikan serta banyak pengurangan kata, sehingga transkrip dalam dakwaan JPU tidak sesuai dengan ceramah video Ustadz Alfian Tanjung. Maka, seluruh isi dakwaan JPU tidak dapat diterima,” ujarnya tegas.

Terakhir, dakwaan JPU batal demi hukum karena tidak cermat, tidak jelas dan tidak lengkap. Ia memaparkan JPU dalam dakwaannya menuliskan barang bukti video yang diunduh pada laman web htts: //youtube/M.FJRMCDB4K berdurasi 56.41 menit. Setelah laman tersebut dicek ternyata tidak ditemukan video yang dimaksud oleh JPU. Karena itu dakwaan JPU batal demi hukum.

“Masih banyak poin-poin keberatan hukum yang akan kami sampaikan kepada Majelis Hakim yang kami bacakan. Dengan argumentasi yuridis dan dasar faktual ini sudah sepatutnya Keberatan Hukum (Eksepsi) kami diterima oleh Majelis Hakim pada persidangan berikutnya di agenda Putusan Sela,” tutupnya.

Reporter: Muhammad Jundii⁠⁠⁠⁠
Editor: M. Rudy


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Israel Khawatir Kehilangan Peran di Suriah

Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu telah melakukan pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membahas masalah Israel mengenai peran Iran di Suriah.

Kamis, 24/08/2017 11:15 0

Video Kajian

Jadi Tahu : Baca Quran Setelah VS Sebelum Ramadhan

KIBLAT.NET – Ramadhan memang sudah meningggalkan kita. Namun pertanyaaan besarnya adalah apakah semangat ibadah kita...

Kamis, 24/08/2017 09:19 0

Suriah

“Perisai Efrat” Gulirkan Kampanye Pembersihan Preman

Dalam pernyataan yang didapat portal enabbaladi.net, kampanye melawan preman itu digelar di wilayah-wilayah kontrol “Dar’ul Furat”, bekerja sama dengan institusi keamanan. Dar’ul Furat merupakan ruang operasi oposisi Suriah yang didukung Turki di wilayah utara untuk menghadapi ISIS dan milisi Kurdi.

Kamis, 24/08/2017 08:07 0

Siyasah

Constantinopel Has Fallen: Rahasia Kemenangan Muhammad Al-Fatih

Maka dari itu, Al Fatih pun menyadari bahwa untuk memperoleh kemenangan istimewa diperlukan persiapan yang istimewa juga. Al Fatih menyadari bahwa “sehebat-hebat pemimpin” serta “sekuat-kuat pasukan” bukanlah hal yang mudah untuk diwujudkan.

Rabu, 23/08/2017 22:17 0

Opini

Sudah 72 Tahun Muslim Indonesia Merdeka, Bagaimana Nasib Muslim Patani?

KIBLAT.NET – Pada bulan Agustus 2017 ini,  seluruh rakyat Indonesia (anak kecil, remaja, santri, pelajar,...

Rabu, 23/08/2017 21:53 0

Amerika

Plin-plan, Beginilah Kebijakan Donald Trump soal Perang di Afghanistan

Kebijakan ini jelas bertolak belakang dengan pandangan Trump sebelumnya, dimana dalam 48 postingan di Twitter sejak 2011, ia kerap menunjukkan kecaman terkait keterlibatan AS di negara tersebut.

Rabu, 23/08/2017 18:00 0

Info Event

Mengapa Anda Harus Ikut Program Kurban di Halmahera?

Idul Qurban sebentar lagi tiba. Syari'at yang penuh dengan makna. Tahukah kita? Di pedalaman Halmahera jarang sekali ada yang berkurban. Selain rendahnya perekonomian, juga karena minimnya pengetahuan tentang agama.

Rabu, 23/08/2017 17:00 0

Kolom

Haruskah Kita Menjadi Primitif Lagi?

Sayangnya, manusia seringkali tak menyadari bahwa hal-hal yang tampaknya baik dan dilakukan mayoritas manusia semisal mengolok-olok ide khilafah, menolak pemakaian cadar, serta nyaris mewajibkan penghormatan terhadap bendera bisa jadi merupakan pintu lebar bagi dirinya untuk menjadi primitif kembali.

Rabu, 23/08/2017 16:30 0

Arab Saudi

Video Remaja Tanggung Ludahi Al-Qur’an Picu Kemarahan Publik

Publik marah melihat tingkah seorang remaja yang meludahi Al-Qur'an dalam sebuah video yang viral di media sosial.

Rabu, 23/08/2017 14:32 0

Tazkiyah

Kisah Sarat Hikmah Hakim yang Bijak

Ada seorang hakim yang terkenal bijak dan berilmu. Hakim itu bernama Abu Khazim Al-Qadhi . Abu Khazim adalah lelaki yang berilmu. Suatu ketika, datang kepadanya seorang pemuda bersama orangtua yang sudah lanjut usianya.

Rabu, 23/08/2017 12:20 0

Close