... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Sudah 72 Tahun Muslim Indonesia Merdeka, Bagaimana Nasib Muslim Patani?

Foto: Mahasiswa Patani di Indonesia tengah menyaksikan film kemerdekaan.

KIBLAT.NET – Pada bulan Agustus 2017 ini,  seluruh rakyat Indonesia (anak kecil, remaja, santri, pelajar, mahasiswa pemuda, dan kaum tua) memperingati hari ulang tahun kemerdekaan Negaranya. Sudah 72 tahun yang lalu, negara ini memproklamirkan kemerdekaan dari tangan penjajah. Hingga detik ini berbagai kemajuan di bidang pembangunan infrastruktur terus berjalan. Semua tak lepas dari perjuangan dan pengorbanan para pahlawan yang telah berjuang dengan jiwa dan raga.

Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia menggema di seluruh penjuru negeri. Mulai dari masyarakat yang tinggal di kota hingga masyarakat yang tinggal di desa. Semua bersuka cita memeriahkan hari bersejarah yang telah membebaskan rakyat Indonesia dari tangan penjajahan Belanda.

Berbagai kegiatan pun ikut dilaksanakan untuk menyambut Hari Proklamasi. Warga masyarakat Gowok Sleman, tempat kami dirantau sekarang tujuan untuk perkuliahan di sini. Tepat pada tanggal 17 Agustus, kami bersama turut memeriahkan peringatan kemerdekaan dengan berbagai kegiatan dilaksanakan di masyarakat. Indonesia adalah negara serumpun dengan kami tetapi dalam realita nasib Bangsa Patani masih di tangan penjajah Thailand.

Bagi rakyat Patani karena dijajah oleh kerajaan Siam Thailand sejak 1785, bahwa hingga hari ini angka kematian penduduk di negara itu meningkat. Sejak tahun demikian mereka terus dialami kerusuhan dan krisis kemanusiaan yang intens. Sehingga nasib generasinya secara terus-menerus dilanda kekerasan tanpa memiliki proses pertumbuhan yang baik terhadap anak-anak dan wanita yang berarti pada masa depan bangsanya. Akibat dari itu, terjadi karena sistem penjajahan terus merajalela bagi pemilik kekuasaan secara total.

BACA JUGA  Penjara Bagi Pemilik Pesantren Jelas Aneh bin Nyleneh

Dalam realita perjalanan Patani yang berada di bawah penguasa Thailand. Keadaan mereka, dari segi hak asasi manusia mereka dibiarkan tanpa perlindungan. Eskalasi konflik ini menyebabkan masyarakat terkongkong hingga tak berkuasa menuntut segala persoalan yang seharusnya itu adalah hak miliki hidup bagi mereka. Oleh karenanya masyarakat Patani ditengah kawalan junta yang sangat kejam kekuasaannya.

Kendati demikian, dimana warga masyarakat internasional hari ini lebih kenal orang Patani hanyalah penduduk di sebuah provinsi kecil, yakni provinsi Pattani (ditambah satu huruf t), namun jika dirujuk kepada nama asal Patani (t hanya satu huruf saja) menunjukkan pada keempat provinsi yakni Pattani, Yala, Narathiwat, Setul dan sebagian dari provinsi Songkhla yang telah dirampas sebagai wilayah teritorial Negara Kesatuan Thailand hingga hari ini.

Walau bagaimana pun, Patani merupakan wilayah bekas Negeri Melayu, dan harapan bagi kami sebagai generasinya tetap untuk mempertahankan dan mengembalikan wilayah untuk berdaulat dari tangan penjajah. Sebagai hak milik pertuanan harus direbutkan kembali. Demikian juga tercantum di dalam undang-undang bagi hak asasi manusia universal. “Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan”.

 

Penulis: Abu Muhammad Faton, mahasiswa Patani tinggal di Indonesia.


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Insiden Bendera Terbalik, KH Hasan Abdullah Sahal: Tidak Perlu Dibesar-besarkan, Masih Banyak Hal yang Perlu Dikerjakan

Pimpinan Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor, KH. Hasan Abdullah Sahal berpendapat bahwa warga Indonesia tidak perlu membesar-besarkan hal tersebut.

Rabu, 23/08/2017 19:06 0

Indonesia

KH Cholil Ridwan: Maafkanlah Malaysia, Mereka Saudara Seiman Kita

Dewan Pembina Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII), KH. Cholil Ridwan menyebut sebuah hadist ketika berbicara polemik yang tengah terjadi antara Indonesia dan Malaysia.

Rabu, 23/08/2017 18:43 0

Amerika

Plin-plan, Beginilah Kebijakan Donald Trump soal Perang di Afghanistan

Kebijakan ini jelas bertolak belakang dengan pandangan Trump sebelumnya, dimana dalam 48 postingan di Twitter sejak 2011, ia kerap menunjukkan kecaman terkait keterlibatan AS di negara tersebut.

Rabu, 23/08/2017 18:00 0

Info Event

Mengapa Anda Harus Ikut Program Kurban di Halmahera?

Idul Qurban sebentar lagi tiba. Syari'at yang penuh dengan makna. Tahukah kita? Di pedalaman Halmahera jarang sekali ada yang berkurban. Selain rendahnya perekonomian, juga karena minimnya pengetahuan tentang agama.

Rabu, 23/08/2017 17:00 0

Indonesia

Keluarga Baru Terima Surat Penangkapan Usai Sepekan ARD Diciduk Densus

Tim Pembela Kemanusiaan (TPK) mengungkapkan terdapat kejanggalan dalam penangkapan ARD. Yaitu tidak adanya surat penangkapan yang dibawa Densus 88 ketika menjalankan proses penangkapan.

Rabu, 23/08/2017 16:37 0

Kolom

Haruskah Kita Menjadi Primitif Lagi?

Sayangnya, manusia seringkali tak menyadari bahwa hal-hal yang tampaknya baik dan dilakukan mayoritas manusia semisal mengolok-olok ide khilafah, menolak pemakaian cadar, serta nyaris mewajibkan penghormatan terhadap bendera bisa jadi merupakan pintu lebar bagi dirinya untuk menjadi primitif kembali.

Rabu, 23/08/2017 16:30 0

Indonesia

Dilarang Besuk Kliennya, Pengacara Terduga Teroris Karanganyar Protes Keras

Tim Pembela Kemanusiaan (TPK) yang menjadi kuasa hukum keluarga terduga teroris Karanganyar hari ini mendatangi Mako Brimob, Depok. Namun, kunjungan tersebut tidak mendapat sambutan baik dari pihak Mako Brimob, TPK dilarang masuk.

Rabu, 23/08/2017 16:15 0

Indonesia

Insiden Merah Putih Terbalik, Warganet Ajak Saling Memaafkan

Hal itu pun membuat Khairy segera berinisiatif membalas cuitan Menpora, dan menuliskan kata-kata permintaan maaf.

Rabu, 23/08/2017 15:15 0

Indonesia

Bilang Jokowi Mirip Soekarno, Mensesneg Disindir Netizen: Dijamin Gak Kena Reshuffle

Menteri Sekretaris Negara, Pratikno menyebut Soekarno mirip dengan Jokowi. Hal ini disampaikannya saat pameran foto bertajuk “Soekarno: Besar Bersama Rakyat” yang digelar di Istana Merdeka pada Selasa (22/08).

Rabu, 23/08/2017 14:54 0

Arab Saudi

Video Remaja Tanggung Ludahi Al-Qur’an Picu Kemarahan Publik

Publik marah melihat tingkah seorang remaja yang meludahi Al-Qur'an dalam sebuah video yang viral di media sosial.

Rabu, 23/08/2017 14:32 0

Close