... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Khazanah

Kisah Sarat Hikmah Hakim yang Bijak

Foto: Ilustrasi

KIBLAT.NET – Sebuah kisah berhikmah dari kitab Misywarul Muhadharah. Ada seorang hakim yang terkenal bijak dan berilmu. Hakim itu bernama Abu Khazim Al-Qadhi . Abu Khazim adalah lelaki yang berilmu. Suatu ketika, datang kepadanya seorang pemuda bersama orangtua yang sudah lanjut usianya. Orangtua tersebut menuduh pemuda itu dengan uang 1000 dinar, dia meminjam atau mengambilnya namun belum dikembalikan.

Abu Khazim berkata kepada pemuda itu, “Apakah Engkau mengakuinya?”

Pemuda tersebut menjawab, “Iya, aku mengakuinya.”

Abu Khazim berkata, “Baiklah. Kalau demikian, berarti Engkau akan membayarnya?”

Pemuda tersebut menjawabnya, “Aku tidak memiliki uang. “

Orangtua yang sudah lanjut usia tersebut mengatakan, “Bagaimana jika hakim memenjarakannya dahulu, sampai dia dapat membayar hutangnya?”

Hakim berkata kepada pemuda tersebut, “Kami akan memenjarakanmu.”

Pemuda tersebut menjawab, “Penjarakan saja aku.”

Akhirnya, hakim memerintahkan agar mereka berdua dipenjara dan menempatkan keduanya di dalam satu ruangan.

Kemudian, Makram berkata kepada Hakim, “Wahai Syaikh, Engkau memenjarakan pemuda tersebut karena dia punya hutang harta, tapi mengapa Engkau juga memenjarakan orangtua itu juga?”

Hakim tersebut menjawab, “Pada diri pemuda itu terdapat sesuatu keanehan. Karena, biasanya orang yang dituduh terkait dengan uang akan mengingkari dan tidak mengakuinya dengan cepat, dan ketika sudah mengakuinya biasanya meminta tolong agar bisa diringankan hukuman dan jangan sampai dipenjara sekarang. Namun, pemuda ini kelihatan sangat siap sekali. Sejak dikatakan “Apakah Engkau punya hutang 1000 dinar?”, dia menjawab “Iya, saya punya hutang 1000 dinar.” “Kami akan memenjarakanmu.” Diapun menjawabnya “Iya, silakan.”

Sepertinya ada sesuatu keanehan padanya. Oleh karena itu, aku juga memenjarakan orangtua itu sebagai bentuk kehati-hatian. Tak berapa lama, datang seorang pengusaha yang berilmu dengan penampilan yang baik kemudian menemui hakim.

Dia berkata, “Wahai hakim, aku diuji dengan anak lelakiku yang masih muda. Dia terjatuh ke dalam suatu kemaksiatan, sehingga ia membutuhkan uang. Namun, aku tidak memberikannya supaya dia bisa memperbaiki diri. Akan tetapi, ia malah menipuku demi mendapatkan uang tersebut.”

Hakim bertanya, “Bagaimana cara dia menipumu?”

Pengusaha tersebut menjelaskan, “Anakku pergi ke beberapa orang, kemudian ia meminta kepada yang didatangi itu supaya menyampaikan kepada hakim suatu hal. Ia meminta supaya dituduh memiliki tanggungan utang 100 dinar, 200 dinar, 1000 dinar. Sehingga, hakim akan memberikan keputusan untuk memenjarakannya. Maka, ketika dia sudah dipenjara, istriku akan memaksaku dengan menangis siang dan malam agar aku membayar 1000 dinar atau 500 dinar untuk mengeluarkannya dari penjara. Ketika kami memberikan kepada orang yang menuduh tersebut 1000 dinar atau 500 dinar, itu sebenarnya bukan kepunyaan dia. Ia akan mengambil 50% dan memberikan sisanya kepada anakku. Sehigga, dia dapat berbuat maksiat dan kefasikan.”

Hakim bertanya, “Siapa nama anakmu?”

Ia menjawab, “Namanya Fulan dan bisa jadi ia sudah mendatangimu.”

Hakim berkata, “Benar, ia sekarang ada di penjara.”

Kemudian hakim mengeluarkan orangtua dan pemuda yang bersamanya. Pemuda tersebut mengakuinya dan orang tua itu juga mengakuinya.

Orangtua tersebut berkata, “Demi Allah! anak itu berkata kepadaku, ‘Laporkan bahwa aku punya hutang 1000 dinar, ayahku akan datang dan membayarnya.Paling di penjara sehari atau dua hari, nanti juga akan dilepaskan. Karena ayahku adalah seorang pengusaha’.”

Akhirnya, hakim ini mampu menyingkap masalah yang sebenarnya, berdasarkan pengamatannya.

Redaktur : Dhani El_Ashim

 

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Novanto Minta Kunjungan Nguyen Phu Trong Tak Dikaitkan dengan Ideologi Komunis

Novanto yang saat ini tengah berstatus tersangka kasus korupsi pengadaan E-KTP, juga berpendapat bahwa pihaknya sangat mendukung usaha Pemerintah Indonesia dan Vietnam yang sepakat untuk menaikkan nilai perdagangan kedua negara secara bertahap.

Rabu, 23/08/2017 11:59 0

Suriah

Jet Koalisi Hajar Tempat Berlindung Sipil Raqqah, Puluhan Tewas

19 korban merupakan anak-anak dan 12 wanita. Serangan udara jet koalisi telah menghancurkan tempat perlindungan mereka.

Rabu, 23/08/2017 11:40 0

Indonesia

Komisi I DPR: Sekjen Partai Komunis Vietnam Diterima Sebagai Tamu Negara

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Hafid, mengatakan bahwa kunjungan Sekjen Partai Komunis Vietnam hanya sebatas membicarakan tentang kerjasama antara kedua negara dalam menjaga kawasan dan meningkatkan hasil perdagangan.

Rabu, 23/08/2017 11:28 0

Amerika

Strategi Baru Trump: Tambah Pasukan di Afghanistan

"Namun kami memutuskan tetap menempatkan mereka dan bertempur untuk meraih kemenangan dan menghindari kesalahan seperti di Irak,” kata Trump seperti dilansir BBC Arabic, Selasa.

Rabu, 23/08/2017 09:34 0

Indonesia

Masih Ada Waktu, Ini Cara Lawan Perppu Ormas

"Jadi memang, sekarang masih ada jalan, bagi ormas-ormas yang tak setuju dengan Perppu juga bisa turut andil. Daripada membuang-buang waktu dan tenaga (dengan membuat gugatan baru, red), mereka lebih baik mengajukan diri sebagai pihak terkait," ungkapnya.

Rabu, 23/08/2017 08:20 0

Indonesia

Setnov Sambut Baik Kunjungan Sekjen Partai Komunis Vietnam

Pertemuan tersebut berlangsung tertutup. Menurut pantauan kiblat.net, tidak ada satu pun wartawan yang diperkenankan untuk masuk ke ruang pertemuan. Jangankan masuk, melintasi batas yang telah dibentangkan oleh petugas saja dilarang.

Rabu, 23/08/2017 07:55 0

Indonesia

Yusril: Dengan Perppu Ormas, Ormas Manapun Bisa Dibubarkan

"Perppu itu isinya adalah tentang penyederhanaan yang disebut pembubaran sebuah ormas, jadi ormas apapun bisa dibubarkan," lanjutnya.

Rabu, 23/08/2017 07:45 0

Afghanistan

Taliban Bersumpah Terus Gelorakan Jihad Melawan Amerika

Pernyataan ini untuk merespon pernyataan Donald Trump yang akan melanjutkan perang di Afghanistan.

Rabu, 23/08/2017 07:26 0

Indonesia

Habib Khalilullah: Kemerdekaan Ini Semu

"Kalau kita melihat kemerdekaan kan ini kemerdekaan semu," tuturnya di depan gedung DPR RI, Jakarta, Senin (21/08).

Rabu, 23/08/2017 07:10 0

Indonesia

Bendera Terbalik, Megawati Bangga Melihat Banyak Warga Indonesia Protes

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan Megawati Soekarnoputri ikut berkomentar terkait insiden terbaliknya bendera Republik Indonesia dalam buku panduan SEA Games 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Selasa, 22/08/2017 23:32 0