Wisuda Pesantren Tinggi Al-Islam Angkatan 11, DR Zain An-Najah: Ini Paling Bergengsi

KIBLAT.NET, Bekasi- Hari ini Ahad (21/08), Pesantren Tinggi Al-Islam meluluskan duapuluh satu wisudawan angkatan ke-11 yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Semua mahasiswa yang dinyatakan lulus, telah menyetorkan hafalan 30 juz dan melewati serangkaian tes ilmu agama Islam.

Menurut penjelasan Direktur Pesantren Tinggi Al-Islam, DR Zain An-Najah, sebelum diwisuda, para mahasiswa diwajibkan menyetorkan 30 juz yang dihafal selama 2 tahun masa pendidikan. Ditambah lagi, para wisudawan juga telah dibekali ilmu-ilmu pokok seputar agama Islam.

“Jadi wisudawan hari ini adalah angkatan ke-sebelas Pesantren Tinggi Al-Islam yang telah menyetor tiga puluh juz sama pernah mempelajari enam pokok-pokok ilmu. Ilmu hadist, ilmu tafsir, ilmu nahwu, akidah, fiqih dan ilmu ushul fiqih,” katanya saat ditemui Kiblat.net.

Selain itu, ternyata Pesantren Tinggi Al-Islam juga menyelenggarakan program khusus untuk peserta didik yang fokus hafalan Al-Quran. Untuk program ini, DR Zain An-Najah mengungkapkan ada empat peserta didik. Sementara yang berhasil memenuhi syarat untuk wisuda terdapat satu orang saja.

“Ada empat mahasiswa, yang sudah ujian baru satu. Yang tiga belum diuji. Semua jadi total ada duapuluh satu wisudawan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, wisudawan tahun ini istimewa. Sebab, para wisudawan akan disebar ke sejumlah daerah di Indonesia untuk mengabdikan ilmnya selama masa pendidikan di Pesantren Tinggi Al-Islam. Dan sebelumnya, kata dia, mereka telah mengabdi selama satu bulan, saat Ramadhan di pelosok tanah air.

BACA JUGA  Menlu Saudi: Biden Akan Membuat Hubungan Saudi-AS Semakin Baik

“Termasuk di Irian Jaya, NTT, Sulawesi. Jadi mereka dalam satu tahun itu dua tugas. Dan ini belum terjadi pada tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Ustadz Zain juga menyampaikan mengapa wisuda tahun ini istimewa adalah karena dihadiri oleh banyak wali mahasiswa. Anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini juga mengatakan, momen semacam ini jarang.

“Apalagi wali-wali ini adalah para tokoh, para ustadz dan para pimpinan pesantren. Ini keistimewaan. Sehingga dikatakan ini wisudawan paling bergengsi,” tuturnya.

 

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Syafi’i Iskandar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat