DR. Zain An-Najah Berharap Wisudawan Pesantren Tinggi Al-Islam Tebar Kedamaian

KIBLAT.NET, Bekasi- Ada yang berbeda dari wisudawan Pesantren Tinggi Al-Islam Bekasi tahun ini. Setelah lulus dari Pesantren, para mahasiswa diberi tugas untuk menjalankan wiyata bakti di tengah masyarakat. Hal itu diungkapkan oleh Direktur Pesantren Tinggi Al-Islam, DR. Zain An-Najah.

“Itu (tugas mengabdi.red) juga sebagai ujian bagai mereka. Apakah bisa bertahan di masyarakat atau hanya sekedar teori saja. Itu penting karena, kualitas seseorang dilihat juga dari amaliyah di masyarakat,” katanya kepada Kiblat.net pada Ahad (20/08)

“Bukan pas ujian saja. Tapi di masyarakat luas, bagaimana mereka berkarya, berkiprah. Itu juga akan kita nilai nanti,” sambungnya.

Ia juga mengungkapkan, meski resmi lulus dari pesantren, para wisudawan tetap dikontrol oleh pihak pesantren. Wisudawan akan benar-benar dinyatakan dilepas dari pesantren ketika selesai masa pengabdian.

“Nanti boleh keluar setelah pengabdian satu tahun. Dua tahun belajar, setahun belajar di masyarakat,” ujarnya.

Sebagai seorang direktur, tentu ia mempunyai harapan bagi para wisudawan. Ia berharap, agar para wisudawan menjaga akhlaq. Dan menyebarkan ilmunya sesuai apa yang dipelajari di Al-Islam.

“Berdakwah sesuai yang diajarkan Al-Quran dan As-Sunnah,” ucapnya.

Selain itu, ia juga menghimbau kepada para wisudan jangan membuat kekisruhan di tengah masyarakat. Pria asal Klaten, Jawa Tengah ini juga menegaskan, wisudawan Al-Islam harus merangkul masyarakat.

“Kalau bisa kita damai, kita itu merangkul masyarakat. Supaya masyarakat menerima dakwah kita, seperti dakwahnya Nabi Yusuf dan Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam,” tandasnya.

BACA JUGA  Jokowi Ucapkan Selamat Kepada Presiden AS Joe Biden

 

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Syafi’i Iskandar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat