... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Dianggap Ilegal, India Bakal Pulangkan 40.000 Muslim Rohingya

Foto: Rohingya. (Sumber: Jalalboy)

KIBLAT.NET, New Delhi – Laporan terbaru terkait Muslim Rohingya mengkhawatirkan. India sedang bernegosiasi dengan Bangladesh untuk mendeportasi sekitar 40.000 Rohingya. India menyebut bahwa mereka secara ilegal tinggal negaranya.

Pemerintah negara bagian diperintahkan untuk mengatur satuan tugas untuk membantu deportasi mereka, “Kejelasan lebih lanjut akan muncul pada waktu yang tepat,” kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri India, Dhatwalia.

Reuters melaporkan bahwa hanya 14.000 orang Rohingya di India terdaftar di badan pengungsi PBB. Ini berarti pihak berwenang di India melihat puluhan ribu orang yang telah melarikan diri dari penganiayaan di Myanmar selama lebih dari 20 tahun sebagai ilegal.

Myanmar tidak memberikan kewarganegaraan kepada Rohingya dan melihat mereka sebagai orang asing yang tidak memiliki legalitas tinggal. Menurut data PBB, ada 1,33 juta orang Rohingya di Myanmar pada tahun 2014, namun puluhan ribu orang telah mengungsi karena tindakan keras pemerintah. Mereka telah melarikan diri ke India, Bangladesh dan dalam jumlah yang lebih kecil ke Malaysia, Thailand, dan Indonesia.

Tindakan India terhadap Rohingya terjadi pada saat yang kritis bagi etnis tersebut. Di negara asal, pemerintah Myanmar telah mengirim 500 tentara untuk memperketat keamanan di negara bagian Rakhine barat laut yang bergolak.

Sebuah negara berpenduduk mayoritas Muslim di sebuah negara berpenduduk mayoritas Buddha, Rakhine telah menyaksikan pertempuran meningkat sejak Oktober 2016, ketika gerilyawan Rohingya membunuh sembilan polisi perbatasan.

BACA JUGA  India Berencana Usir Puluhan Ribu Pengungsi Rohingya

Sejak saat itu, pemerintah telah meningkatkan kampanyenya melawan Rohingya, menghapus seluruh desa. Perkiraan PBB setidaknya 75.000 telah melarikan diri dari Myanmar ke Bangladesh. Pada bulan April, CNN melaporkan bahwa orang-orang Rohingya tinggal di kamp-kamp yang penuh sesak, banjir, dan kotor.

Sementara itu, ribuan orang Rohingya telah mencoba melarikan diri ke Australia. Namun, mantan Perdana Menteri Tony Abbott pada 2015 dengan tegas mengatakan “Tidak, tidak, tidak”, ketika ditanya apakah dia akan mengizinkan 8.000 orang Rohingya yang terkatung-katung di laut untuk memasuki negara tersebut.

PM Malcolm Turnbull saat ini mempertahankan sikap keras kepala tersebut. Australia bahkan menolak untuk membalas permintaan PBB baru-baru ini untuk menyelidiki kejahatan terhadap Rohingya di Myanmar.

Meski demikian, penyelidik PBB memantau situasi tersebut dan berulang kali meminta kerja sama dari pemerintah Myanmar untuk meluncurkan misi pencarian fakta di sana, melihat potensi kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan oleh tentara. Pihak berwenang telah menolak untuk bekerja sama dan tak mengakui semua tuduhan genosida.

Sumber: Think Progress
Redaktur: Ibas Fuadi

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Unpam Larang Cadar, Netizen: Berani Menantang Allah

“Kalau yang tidak mau ikutin aturan sini otomatis kita sanksi. Kita keluarkan,”

Sabtu, 12/08/2017 09:06 0

Indonesia

15 Jemaah Haji Indonesia Wafat di Arab Saudi, Ini Daftarnya

Dua orang wafat di Makkah, 13 di Madinah

Sabtu, 12/08/2017 08:29 0

Indonesia

Auction for Humanity Ajak Berkurban untuk Pengungsi Rohingya

KIBLAT.NET, Jakarta – Menyambut Hari Raya Idul Adha 1438 H, lembaga kemanusiaan Auction for Humanity...

Sabtu, 12/08/2017 07:37 0

Editorial

Editorial: Ketika Kaum Terpelajar Menolak Cadar

Seharusnya mereka bisa menyadari, bahwa penggunaan cadar bukanlah budaya impor dari negeri seberang, akan tetapi sebuah keyakinan syariat yang datang dari Ilahi. Jika kaum akademis yang sering dianggap obyektif saja memandang sebelah mata pada kaum bercadar, bagaimana mereka yang bukan?

Jum'at, 11/08/2017 22:10 0

Ruang Publik

Ingin Berkurban Tapi dengan Cara Berhutang, Bolehkah?

Redaksi Kiblat.net, Apakah hukum seseorang berkurban dengan cara berhutang? Adakah dalil yang membolehkannya? (Ahmad)

Jum'at, 11/08/2017 16:03 0

Indonesia

Keluarga Sempat Dipersulit Periksakan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir ke Rumah Sakit

Putra bungUstadz Abu Bakar Ba'asyir, Abdurrahim Ba'asyir mengatakan bahwa Ustadz Abu dilarikan ke RS Harapan Kita untuk mengecek kondisi kesehatan secara umum. Terlebih setelah ada pembengkakan di bagian kaki.

Jum'at, 11/08/2017 14:40 0

Indonesia

Mengapa Ustadz Abu Bakar Ba’asyir Dipulangkan dari RS Dini Hari?

Setelah menjalani cek kesehatan di RS Harapan Kita, ustadz Abu Bakar Ba'asyir kembali ditempatkan di sel tahanan. Dalam hal ini, Abdurrahim Ba'asyir selaku putra bungsunya menegaskan bahwa pemulangan ayahnya dari rumah sakit bukan karena tekanan pihak manapun.

Jum'at, 11/08/2017 14:19 0

Indonesia

Ustadz Abu Bakar Ba’asyir Sakit, Ini Harapan Keluarga

Putra ustadz Abu Bakar Ba'asyir, Abdurrahim mengatakan bahwa pengecekan kesehatan ayahnya dilakukan dari pagi hingga sore hari. Ia mengatakan, hasil dari cek kesehatan menunjukkan organ dalam ayahnya berfungsi normal.

Jum'at, 11/08/2017 14:00 0

Indonesia

Polisi Tetapkan Enam Tersangka Kasus Pengiriman TKI Ilegal

Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Ari Dono Sukmanto mengatakan enam tersangka ini di antaranya Fadel Assegaf (39 tahun), Muliati (37), Hera Sulfawati (47), Abdul Rahman Assegaf (59), Husni Ahmad Assegaf (47) dan Abdul Badar (35).

Jum'at, 11/08/2017 13:39 0

Video Kajian

Khutbah Jumat : Menjaga 3 Pilar (Ust. Dr. Muhammad Faqihuddin, MM.)

KIBLAT.NET – Ada 3 pilar yang harus dijaga oleh seorang muslim. Apa sajakah 3 pilar...

Jum'at, 11/08/2017 13:09 0