... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Polisi Tangkap Jaringan Perdagangan Orang ke Damaskus

Foto: Kabareskrim Polri, Irjen Pol. Ari Dono Sukmanto

KIBLAT.NET, Jakarta – Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri menangkap dua orang tersangka pelaku tindak pidana perdagangan orang (TPPO) jaringan Damaskus. Mereka diduga telah memberangkatkan anak-anak di bawah umur untuk kemudian dipekerjakan di luar negeri.

“Dua tersangka ini Pariati (51 tahun) dan Baiq Hafizahara (41),” ujar Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto saat melakukan konfrerensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (10/8).

Ari mengatakan modus yang digunakan pelaku untuk memberangkatkan korbannya dengan cara memalsukan dokumen seperti kartu keluarga (KK) dan kartu tanda penduduk (KTP) milik korbannya. “Modus operandinya memalsukan identitas korban seperti nama yang tidak sesuai sampai tanggal lahir yang dituakan,” ujarnya.

Salah satu korban, kata dia, adalah anak berusia 14 tahun yang kemudian dituakan menjadi 19 tahun. Korban dijanjikan akan dipekerjakan di Qatar dengan gaji Rp 4,5 juta per bulan. Ternyata, korban justru dipekerjakan di Damaskus. Selama dua tahun di negara orang, korban bahkan sempat tiga kali berganti majikan. “Pada majikan pertama dan kedua dia tidak dibayar, lalu majikan ketiga hanya dibayar 200 dolar AS (Rp 2 juta),” ujar Ari.

Upah itu pun didapat korban setelah bekerja selama lima bulan. Tak hanya itu, korban bahkan diperlakukan tidak manusiawi oleh majikannya. “Korban juga disiksa,” ujar Ari.

Tidak tahan dengan ulah majikan, korban lantas melarikan diri dan mendatangi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Suriah untuk mengadu dan meminta dipulangkan. Selanjutnya, penyidik menindaklanjuti laporan dari KBRI Suriah tersebut sehingga dilakukan penangkapan kepada dua tersangka, Pariati dan Evi.

Adapun rute keberangkatan yakni, tersangka Evi membawa korban ke Malaysia melalui Batam, kemudian memberangkatkan calon tenaga kerja Indonesia (TKI) ke Damaskus secara ilegal. Jaringan ini diduga telah memberangkatkan ratusan TKI dari Nusa Tenggara Barat (NTB) ke Damaskus via Malaysia sejak 2014.

Ari mengatakan keuntungan yang diperoleh jaringan ini ketika memberangkatkan per satu orang calon TKI Rp 10 juta hingga 15 juta. “Sehingga keuntungan bisa mencapai ratusan juga rupiah,” ujarnya.

Dia menyebut terkait TPPO jaringan Suriah ini, satgas akan bekerja sama dengan D7 Kepolisian Diraja Malaysia untuk mengembangkan kasus terhadap Fedi. Fedi adalah jaringan TPPO Malaysia yang membantu Evi untuk memberangkatkan calon TKI ke Timur Tengah.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Hunef Ibrahim

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Amerika

Pasca Diteror, Donasi Mengalir ke Masjid Minnesota

Hingga hari Rabu (09/08) sore kemarin, telah terkumpul komitmen lebih dari US$ 20 ribu dari para donator dan pendukung untuk sebuah masjid di Minnesota yang menjadi sasaran serangan bom pada akhir pekan lalu.

Jum'at, 11/08/2017 07:40 0

Wilayah Lain

Gubernur Guam Tanggapi Santai Ancaman Nuklir Korut

Gubernur Guam Eddie Calvo mengaku tidak mengkhawatirkan ancaman nuklir oleh Korea Utara.

Kamis, 10/08/2017 18:35 0

Wilayah Lain

Mengenal Pulau Guam, Daerah Kolonial AS yang Akan Dirudal Korut

KIBLAT.NET, Guam- Pada Rabu (09/08), Korea Utara mengeluarkan pernyataan yang mengejutkan. Di mana Korut mengancam...

Kamis, 10/08/2017 17:56 0

Tazkiyah

Sikap Amanah Orang Ini Patut Diteladani

Tiba-tiba seorang yang hadir berteriak, “Demi Allah, saya telah menemukan gelang itu.” Kemudian ia melepas gelang itu dari tangannya. Ia memegang amanahnya dengan baik selama dua tahun.

Kamis, 10/08/2017 17:30 0

Artikel

Istiqomah di Jalan Hijrah

Maka bisa dikatakan, berhijrah dari jalan maksiat ke jalan taat adalah berat, namun yang lebih berat dari itu adalah istiqomah saat berjalan di atasnya.

Kamis, 10/08/2017 16:32 0

Wilayah Lain

Korea Utara Berencana Tembakkan Nuklir ke Pangkalan Militer AS

Korea Utara mengatakan akan siap untuk menembakkan empat rudal ke dekat wilayah Guam AS, pada pertengahan Agustus mendatang.

Kamis, 10/08/2017 16:17 0

Amerika

Sebut Pemboman Masjid Minnesota Hoax, Gedung Putih Tuai Kecaman

Sebastian Gorka, penasihat senior Presiden AS Donald Trump, mengatakan kepada MSNBC bahwa sejumlah kejahatan pembunuhan yang baru-baru ini terjadi adalah palsu aliaas hoax. Namun, ia tidak sanggup memberikan contoh terkait tuduhan tersebut.

Kamis, 10/08/2017 16:16 0

Afghanistan

Taliban Bebaskan 235 Warga Mirza Awlang

Pejabat Afghanistan mengatakan bahwa mereka berniat melakukan serangan balasan untuk mencoba merebut kembali desa tersebut, begitu bala bantuan militer datang. Ini membuat keselamatan para sandera menjadi prioritas utama, karena setelah pertempuran pecah mereka akan berada dalam bahaya yang jauh lebih besar.

Kamis, 10/08/2017 15:17 0

Opini

Mahasiswi Dilarang Bercadar, Unpam Langgar HAM?

Peraturan baru Universitas Pamulang (Unpam) yang melarang mahasiswi bercadar mendapat reaksi dari berbagai kalangan. Tidak sedikit mahasiswi menyuarakan penolakannya di forum-forum diskusi.

Kamis, 10/08/2017 12:40 0

Wilayah Lain

Apakah Kali Ini Korea Utara Serius dengan Ancaman Nuklirnya?

Semenanjung Korea terbelah setelah Perang Dunia Kedua dan negara komunis Korea Utara berkembang menjadi sebuah kediktatoran ala Stalin.

Kamis, 10/08/2017 12:00 0