... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pasca Diteror, Donasi Mengalir ke Masjid Minnesota

KIBLAT.NET, Minesota – Hingga hari Rabu (09/08) sore kemarin, telah terkumpul komitmen lebih dari US$ 20 ribu dari para donator dan pendukung untuk sebuah masjid di Minnesota yang menjadi sasaran serangan bom pada akhir pekan lalu.

Sebuah bom improvisasi dilemparkan ke dalam kantor imam masjid di Islamic Center Darul Faruq, Bloomington di negara bagian Minnesota. Insiden itu menyebabkan kerusakan cukup parah, namun dilaporkan tidak menimbulkan korban jiwa. Saat ini FBI tengah melakukan investigasi terhadap aksi serangan yang oleh Gubernur Minnesota Mark Dayton disebut sebagai tindakan terorisme.

“Kerusakan yang dialami oleh tempat suci ini betul-betul tidak bisa dibayangkan, (dan) tidak bisa dimaafkan. Saya berharap dan berdoa supaya pelaku bisa segera ditangkap dan diadili di depan hukum”, kata Dayton sehari setelah aksi brutal tersebut. Pernyataan Dayton yang menyebut serangan itu sebagai sebuah serangan terorisme telah memantik apresiasi dari masyarakat Muslim Amerika.

Namun sikap sebaliknya dipertontonkan oleh Presiden Donald Trump dan Gedung Putih yang sejauh ini masih dingin dan belum menyatakan sikap.

Ketika ditanya terkait minimnya respon, penasehat senior Presiden Trump bernama Sebastian Gorka mengatakan bahwa Gedung Putih sedang menunggu proses investigasi selesai. Lebih jauh ia menuding, dalam enam bulan terakhir sejumlah kejahatan kebencian yang sengaja dibuat untuk menyalahkan kelompok kanan adalah palsu alias hoax. Namun ia tidak sanggup memberikan contoh atas tuduhannya tersebut.

“Ada sebuah aturan yang bagus bahwa semua laporan-laporan awal itu salah. Maka anda harus memeriksanya, dan anda harus mencari siapa pelaku-pelakunya,” kata Gorka kepada media Amerika. Trump dengan cekatan mengutuk berbagai aksi serangan teror apabila pelakunya adalah Muslim, dan seringkali mendahului pihak berwenang setempat untuk menilai dan memberikan komentar.

Keith Ellison, seorang Muslim pertama yang menjadi anggota Kongres menganggap bahwa sikap diam Trump merupakan sebuah kejahatan.
“Ada yang lebih parah lagi, yaitu Sebastian Gorka, salah satu penasehat senior Trump dengan tanpa bukti melempar tudingan untuk mengalihkan perhatian publik dari realita yang sebenarnya bahwa ada sekelompok warga Amerika yang sedang beribadah dengan damai telah menjadi sasaran serangan teror,” kata Keith kepada Anadolu.

“Dengan mengecilkan serangan tersebut, dan menebar opini bahwa kelompok “kiri” berada di belakang aksi, sekali lagi pemerintah Trump menunjukkan penghinaan mereka kepada masyarakat Muslim Amerika,” imbuhnya.

Sebuah organisasi advokasi non-profit The Southern Poverty Law Center yang mencatat berbagai tindak kejahatan berbasis kebencian di AS mengatakan, sikap pasif pemerintah Trump saat ini sesuai dengan pola mereka dalam merespon berbagai insiden serangan anti-Muslim.

“Ini merupakan sebuah kepemimpinan yang gagal total,” kata Heidi Beirich, direktur pusat Proyek Intelijen yang mencermati berbagai tindak kejahatan kebencian. “Di atasnya, ada Gorka yang terkait dengan sebuah kelompok Neo-Nazi di Hungaria yang membuat pernyataan absurd dan melecehkan,” pungkasnya. [hun]

Sumber: Worldbulletin
Redaktur: YasinMuslim

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

LSM Kota Palu Gelar Aksi Sosial dan Galang Dana untuk Korban Kebakaran Pasar

Sejumlah LSM yang berada di Kota Palu turun pada Kamis (10/08), membantu membersihkan puing-puing sisa kebakaran yang melanda Pasar Tradisional Masomba Palu.

Kamis, 10/08/2017 19:58 0

Indonesia

Pidato Viktor Dikhawatirkan Berujung seperti Kasus Ahok

Forum Umat Islam (FUI) mengaku prihatin atas pidato politisi Nasdem, Viktor Laiskodat. Menurut sekjen FUI, Ustadz Muhammad Al-Khathtath, pidato tersebut dikhawatirkan menimbulkan gejolak seperti kasus Ahok lalu.

Kamis, 10/08/2017 19:38 1

Indonesia

Larang Cadar, Ketua Yayasan Unpam: Ini Kampus Saya, Saya yang Punya Aturan

Ketua Yayasan Universitas Pamulang (Unpam), Drs. Darsono akhirnya buka suara soal larangan bercadar diberlakukan di kampusnya. Ia mengatakan, larangan bercadar memang aturan dari kampus.

Kamis, 10/08/2017 18:53 10

Tazkiyah

Sikap Amanah Orang Ini Patut Diteladani

Tiba-tiba seorang yang hadir berteriak, “Demi Allah, saya telah menemukan gelang itu.” Kemudian ia melepas gelang itu dari tangannya. Ia memegang amanahnya dengan baik selama dua tahun.

Kamis, 10/08/2017 17:30 0

Artikel

Istiqomah di Jalan Hijrah

Maka bisa dikatakan, berhijrah dari jalan maksiat ke jalan taat adalah berat, namun yang lebih berat dari itu adalah istiqomah saat berjalan di atasnya.

Kamis, 10/08/2017 16:32 0

Indonesia

Kasus Penistaan Agama Ade Armando Dihentikan, LBH Street Lawyer Ajukan Gugatan

Menurutnya, SP3 yang dikeluarkan oleh Ditrskrimsus tidak masuk akal. Terlebih, ia menilai bahwa tindakan tersebut tidak didasari dengan hukum yang berlaku di Indonesia.

Kamis, 10/08/2017 14:08 0

Indonesia

ICMI: Jangan Sampai Mantan Anggota HTI Diperlakukan Seperti PKI

Ia meminta kepada pihak berwenang atau pemerintah untuk tidak berlebihan dan sewenang-wenang dalam menangani para mantan anggota HTI.

Kamis, 10/08/2017 13:23 1

Indonesia

Hastag #AyoTangkapViktor Duduki Trending Topic di Twitter

Warganet ramai-ramai keluarkan hastag #AyoTangkapViktor di Twitter, dan berhasil menduduki trending topik urutan pertama. Para netizen meminta agar pemerintah memproses hukum atas pernyataan Viktor tersebut.

Kamis, 10/08/2017 12:57 0

Opini

Mahasiswi Dilarang Bercadar, Unpam Langgar HAM?

Peraturan baru Universitas Pamulang (Unpam) yang melarang mahasiswi bercadar mendapat reaksi dari berbagai kalangan. Tidak sedikit mahasiswi menyuarakan penolakannya di forum-forum diskusi.

Kamis, 10/08/2017 12:40 0

Indonesia

Ustadz Abu Bakar Baasyir Dilarikan ke RS Harapan Kita

Ulama kharismatik Ustadz Abu Bakar Baasyir dilarikan ke rumah sakit pada Rabu malam (08/08) ke RS Harapan Kita Jakarta.

Kamis, 10/08/2017 09:47 0