... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Ingin Berkurban Tapi dengan Cara Berhutang, Bolehkah?

Foto: Hewan kurban

Pertanyaan:

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Redaksi Kiblat.net, Apakah hukum seseorang berkurban dengan cara berhutang? Adakah dalil yang membolehkannya? (Ahmad)

Jawaban:

Saudara penanya yang dirahmati Allah, dilihat dari dasar hukum berkurban, jumhur ulama sepakat bahwa hukum kurban adalah sunnah muakkadah. Pendapat ini disandarkan kepada beberapa dalil dari Nabi Shallahu ‘alaihi wasallam, di antaranya:

Diriwayatkan dari Al Bara` bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ ذَبَحَ بَعْدَ الصَّلَاةِ تَمَّ نُسُكُهُ وَأَصَابَ سُنَّةَ الْمُسْلِمِينَ

“Barangsiapa menyembelih (hewan kurban) setelah Shalat (Ied) maka ibadah kurbannya telah sempurna dan dia telah melaksanakan sunnah kaum Muslimin dengan tepat.” (H.R.Bukhari)

Masih banyak riyawat-riwayat lain yang menguatkan pendapat ini. Karena itu, Syaikh Bin Baaz berkata:

ولم يرد في الأدلة الشرعية ما يدل على وجوبها ، والقول بالوجوب قول ضعيف

“Tidak ada satupun dalil syar’i yang menunjukkan bahwa berkurban adalah wajib, dan yang mengatakan bahwa berkurban adalah wajib, maka it adalah pendapat yang lemah.” (Majmu’ Fatawa Ibnu Baaz: 18/36)

Ibnu Abidin dalam Hasyiah-nya juga berkata:

ثم الذين قالوا بوجوبها اشترطوا لوجوبها الغنى

“Mereka yang mengatakan hukum berkurban adalah wajib, mereka pun memberi syarat, yaitu; yang berkurban harus kaya,” (Hasiah Ibni ‘Abidin, 9/452)

Dengan demikian apabila seseorang tidak mampu berkurban maka tidak perlu bersusah-susah untuk berhutang. Karena kurban tidak diharuskan kecuali bagi mereka yang memiliki kemampuan, dan ini merupakan kesepakatan para ulama.

Lalu bagaimana jika seseorang yang memiliki gaji tetap di setiap bulannya (baca: pegawai negeri), sementara dia tidak cukup uang untuk membeli hewan kurban, bolehkan baginya berkurban dengan cara berhutang?

Jawabannya adalah,  sebagaimana yang dilansir dari islamqa.info, disunnahkan berhutang jika ada kemungkinan mampu untuk membayarnya. Seperti halnya seorang pegawai yang berhutang, dan menunggu akhir bulan untuk membayarnya dengan gaji yang ia terima. Namun jika kemungkinannya tidak mampu membayarnya, maka lebih baik tidak berhutang; karena hutang akan menyita perhatiannya untuk membayarnya karena sesuatu yang hukumnya tidak wajib.

Syaikh Islam Ibnu Taimiyah pernah ditanya tentang seseorang yang tidak mampu berkurban, apakah perlu berhutang ? Beliau menjawab:

إن كان له وفاء فاستدان ما يضحي به فحسن ، ولا يجب عليه أن يفعل ذلك

“Kalau ia berhutang dan merasa mampu untuk melunasinya, maka hal itu adalah baik, namun ia sebenarnya tidak wajib melakukannya”. (Majmu’ Fatawa: 26/305)

Demikian pernyataan Ibnu Taimiyah, padahal beliau termasuk di antara para ulama yang berpendapat bahwa hukum berkurban adalah wajib. Syeik Ibnu Baaz juga pernah ditanya: Apakah berkurban wajib bagi mereka yang tidak mampu? Apakah boleh berkurban dengan hutang yang ambilkan dari gaji tiap bulannya? Beliau menjawab:

الأضحية سنة وليست واجبة.. ولا حرج أن يستدين المسلم ليضحي إذا كان عنده القدرة على الوفاء

“Berkurban itu hukumnya sunnah bukan wajib, tidak masalah jika seorang muslim berhutang untuk berkurban jika ia memiliki kemampuan untuk membayarnya.” (Fatawa Ibnu Baaz: 1/37)

Cara seperti ini juga pernah dicontohkan oleh para salaf. Di antaranya sebagaimana yang diceritakan oleh Sofyan Ats-Sauri, “Dulu, kata beliau, Abu Hatim pernah mencari utangan dan beliau pun menggiring unta untuk disembelih. Lalu dikatakan padanya, ”Apakah betul engkau mencari utangan dan telah menggiring unta untuk disembelih?” Abu Hatim menjawab, ”Aku telah mendengar firman Allah, “Kamu akan memperoleh kebaikan yang banyak padanya (QS. Al Hajj: 36),” (Lihat: Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 5: 415).

Kesimpulannya, berkurban dengan cara berhutang dibolehkan jika kita bisa memastikan mampu melunasinya. Namun bagi mereka yang belum diberi kemampuan dan belum memilik gaji tetap, tentu tidak perlu bersusah payah mencari utangan agar bisa berkurban. Wallahu a’lam  bis shawab!

Dijawab oleh: Fakhruddin

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Manfaatkan Kurdi, AS Klaim Kuasai Separuh Raqqah

Pentagon mengatakan ISIS telah kehilangan lebih dari separuh wilayah Raqqah, yang dikenal sebagai ibukota ISIS di Suriah.

Jum'at, 11/08/2017 15:41 0

Indonesia

Keluarga Sempat Dipersulit Periksakan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir ke Rumah Sakit

Putra bungUstadz Abu Bakar Ba'asyir, Abdurrahim Ba'asyir mengatakan bahwa Ustadz Abu dilarikan ke RS Harapan Kita untuk mengecek kondisi kesehatan secara umum. Terlebih setelah ada pembengkakan di bagian kaki.

Jum'at, 11/08/2017 14:40 0

Indonesia

Mengapa Ustadz Abu Bakar Ba’asyir Dipulangkan dari RS Dini Hari?

Setelah menjalani cek kesehatan di RS Harapan Kita, ustadz Abu Bakar Ba'asyir kembali ditempatkan di sel tahanan. Dalam hal ini, Abdurrahim Ba'asyir selaku putra bungsunya menegaskan bahwa pemulangan ayahnya dari rumah sakit bukan karena tekanan pihak manapun.

Jum'at, 11/08/2017 14:19 0

Indonesia

Ustadz Abu Bakar Ba’asyir Sakit, Ini Harapan Keluarga

Putra ustadz Abu Bakar Ba'asyir, Abdurrahim mengatakan bahwa pengecekan kesehatan ayahnya dilakukan dari pagi hingga sore hari. Ia mengatakan, hasil dari cek kesehatan menunjukkan organ dalam ayahnya berfungsi normal.

Jum'at, 11/08/2017 14:00 0

Indonesia

Polisi Tetapkan Enam Tersangka Kasus Pengiriman TKI Ilegal

Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Ari Dono Sukmanto mengatakan enam tersangka ini di antaranya Fadel Assegaf (39 tahun), Muliati (37), Hera Sulfawati (47), Abdul Rahman Assegaf (59), Husni Ahmad Assegaf (47) dan Abdul Badar (35).

Jum'at, 11/08/2017 13:39 0

Video Kajian

Khutbah Jumat : Menjaga 3 Pilar (Ust. Dr. Muhammad Faqihuddin, MM.)

KIBLAT.NET – Ada 3 pilar yang harus dijaga oleh seorang muslim. Apa sajakah 3 pilar...

Jum'at, 11/08/2017 13:09 0

Palestina

Diduga Bocorkan Informasi, Otoritas Palestina Tahan Lima Jurnalis di Tepi Barat

Sebuah organisasi non-pemerintah (LSM) setempat melaporkan bahwa pasukan keamanan kota Ramallah yang menjadi “ibukota” Otoritas Palestina pada hari Selasa (08/08) menahan lima orang wartawan. Kelimanya ditahan di wilayah Tepi Barat yang diduduki Israel dan didakwa terkait soal keamanan.

Jum'at, 11/08/2017 12:56 0

Yaman

Koalisi Saudi Minta PBB Kelola Bandara Internasional Sanaa

Koalisi Arab pimpinan Arab Saudi mendesak PBB mengambil alih kendali bandara internasional Sanaa. Sejak pemberontak Syiah Hutsi merebut Sanaa, bandara tersebut berhenti beroperasi.

Jum'at, 11/08/2017 09:36 0

Suriah

Pasukan Oposisi Mundur dari Wilayah Perbatasan Yordania

Dua oposisi bersenjata dan sumber militer Suriah mengatakan bahwa pasukan pemerintah dan sekutu mengambil alih wilayah 30 kilometer dari perbatasan dengan Yordania dalam serangan pada Kamis (10/08).

Jum'at, 11/08/2017 08:56 0

Indonesia

Polisi Tangkap Jaringan Perdagangan Orang ke Damaskus

Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri menangkap dua orang tersangka pelaku tindak pidana perdagangan orang (TPPO) jaringan Damaskus. Mereka diduga telah memberangkatkan anak-anak di bawah umur untuk kemudian dipekerjakan di luar negeri.

Jum'at, 11/08/2017 08:19 1