... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Mahasiswi Dilarang Bercadar, Unpam Langgar HAM?

Foto: Spanduk terkait larangan bercadar, berambut gondrong dan lainnya di kampus Unpam.

KIBLAT.NET – Peraturan baru Universitas Pamulang (Unpam) yang melarang mahasiswi bercadar mendapat reaksi dari berbagai kalangan. Tidak sedikit mahasiswi menyuarakan penolakannya di forum-forum diskusi. Tidak itu saja, bahkan, dalam peraturan baru dihimbaukan pada mahasiswi bercadar dan mahasiswa berambut gondrong dilarang memasuki gedung perkuliahan demi kelancaran proses belajar-mengajar.

Dalam pernyataannya, Ir. Sewaka (Wakil Rektor Unpam Bidang Kemahasiswaan), seperti yang dikutip Suara Independen mengatakan, “Unpam ini kan sekolah umum, tidak berlandaskan agama manapun. Kita ingin perkuliahan berjalan lancar, komunikasi juga harus lancar, contohlah saya dengan Anda berkomunikasi dengan menutup muka (bercadar) buat apa?”

Namun, peraturan baru itu patut disayangkan. Tidak adanya sosialisasi dan menyampingkan hak mahasiswa membuat perturan baru itu terkesan dipaksakan. Barangkali, sudah menjadi rahasia umum dalam opini kini, cadar diidentikan dengan kenegatifan. Misalnya, terkait terorisme dan tindakan kriminal lainnya.

Lalu bagaimana dengan mahasiswa berambut gondrong yang juga dilarang. Ironisnya larangan itu terjadi di ranah pendidikan. Larangan macam itu, mengingatkan kita pada rezim orde lama yang memvonis pria berambut gondrong sebagai kontrarevolusi. Mengingat Bung Karno sangat anti Barat. Sedangkan di rezim orde baru, pria berambut gondrong diidentikan dengan komunitas Hippie yang dibawa dari budaya anak muda di Amerika Serikat pertengahan tahun 1960-an.

Ironis, di tengah kehidupan demokrasi yang penuh dengan gilang-gemilang, justru hak-hak kebebasan mahasiswa yang sejatinya sangat privasi, dilarang dalam aturan baru Universitas Pamulang (Unpam). Kalau berambut gondrong, penyair W.S Rendra juga berambut gondrong. Tidak adil rasanya bila pria berambut gondrong dikonotasikan dengan keliaran macam komunitas Hippie tadi.

Alangkah baiknya, perturan-peraturan yang dapat menimbulkan reaksi keras dari kalangan mahasiswa disosialisasikan langsung. Bila perlu, mengajak mahasiswa terlibat dalam pembuatan perturan baru. Misalkan, audensi antara pihak kampus dan mahasiswa sebagai bentuk implementasi demokrasi di ranah pendidikan.

Seharusnya, perihal yang remeh-temeh (cadar dan berambut gondrong) tidak perlu diperbesar-besarkan dengan membuatkan aturan larangan tadi. Apakah pihak kampus telah kehilangan ide-ide segar dalam membuat aturan demi kebaikan dan kemajuan mahasiswa dalam proses belajar-mengajar, tidak gaduh dan menimbulkan pro-kontra seperti aturan larangan bercadar dan berambut gondrong ini.

Penulis: Arian Pangestu (aktif menulis puisi dan esai. Puisinya tergabung dalam antologi Monolog Bisu dan Kukirim Pesan Lewat Angin untuk Abah)

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Wilayah Lain

Apakah Kali Ini Korea Utara Serius dengan Ancaman Nuklirnya?

Semenanjung Korea terbelah setelah Perang Dunia Kedua dan negara komunis Korea Utara berkembang menjadi sebuah kediktatoran ala Stalin.

Kamis, 10/08/2017 12:00 0

Arab Saudi

Pasukan Khusus Saudi Rebut Kendali Kota Syiah di Provinsi Qatif

Pasukan khusus Saudi, Rabu (09/08), mengambil alih kendali kampung Al-Miswarah di kota Awwamiya, Saudi Timur, sekitar lima bulan setelah pecahnya konfrontasi bersenjata.

Kamis, 10/08/2017 11:29 0

Mesir

Fatwa Mufti Mesir Bolehkan Dana Zakat untuk Perangi Kaum Ekstrimis Tuai Kontroversi

Grand Mufti Mesir, Syauqi Allam telah mengeluarkan fatwa kontrovesial yang membolehkan uang zakat dikucurkan kepada militer dan pemerintah untuk memerangi kelompok yang dituding ekstrimis.

Kamis, 10/08/2017 10:15 0

Indonesia

Ustadz Abu Bakar Baasyir Dilarikan ke RS Harapan Kita

Ulama kharismatik Ustadz Abu Bakar Baasyir dilarikan ke rumah sakit pada Rabu malam (08/08) ke RS Harapan Kita Jakarta.

Kamis, 10/08/2017 09:47 0

Irak

AS Dirikan Pangkalan Militer untuk Dukung Operasi di Tal Afar, Irak

Sumber militer Irak mengungkapkan, Rabu (09/08), Amerika Serikat membuat pangkalan militer baru di distrik Tal Afar, barat laut Irak. Pangkalan ini untuk mendukung operasi militer memerangi Daulah Islamiyah (ISIS) di kota yang berbatasan dengan Suriah itu.

Kamis, 10/08/2017 09:45 0

Suriah

Jadi Sasaran Tembak Milisi Kurdi, Penduduk Desa di Aleppo Mengungsi

Desa Kaljibrin di pedesaan Aleppo Utara beberapa hari terakhir menyaksikan pengungsian massal mayoritas warganya. Warga meninggalkan rumah mereka untuk mencari tempat aman setelah kampung mereka menjadi sasaran roket dan mortir milisi Kurdi, Pasukan Demokratik Suriah (SDF).

Kamis, 10/08/2017 08:27 0

Indonesia

ACTA Gugat Perppu Pembubaran Ormas ke MK

Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) resmi mendaftarkan gugatan uji materiil Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Kamis, 10/08/2017 06:47 0

Malaysia

Organisasi Ateis Internasional Murtadkan Muslim, Malaysia Bertindak

Malaysia tengah menyelidiki sebuah organisasi ateis internasional. Demikian diungkap oleh seorang menteri pada Senin (06/08), setelah foto seorang Muslim yang diduga murtad tersebar luas di media sosial.

Rabu, 09/08/2017 15:45 1

Arab Saudi

Kebijakan Baru Maskapai Saudi, Wanita Dilarang Mengumbar Aurat di Pesawat

Maskapai Saudia Airlines menerapkan aturan baru terkait pakaian yang dikenakan penumpang pesawat komersial. Hal ini dilakukan untuk menciptakan kenyamanan seluruh penumpang selama penerbangan.

Rabu, 09/08/2017 15:00 0

Turki

Turki Bangun Dinding Keamanan di Sepanjang Perbatasan Iran

Turki mulai membangun "dinding keamanan" di sepanjang perbatasannya dengan Iran. Hal ini dilakukan untuk menghentikan laju militan Kurdi ke Turki.

Rabu, 09/08/2017 14:14 0