... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Sebut Pemboman Masjid Minnesota Hoax, Gedung Putih Tuai Kecaman

Foto: Pejabat Gedung Putih, Sebastian Gorka.

KIBLAT.NET, Washington – Komentar seorang pejabat tinggi Gedung Putih terkait serangan bom di sebuah masjid di negara bagian Minnesota, memicu kecaman di media sosial.

Sebastian Gorka, penasihat senior Presiden AS Donald Trump, mengatakan kepada MSNBC bahwa sejumlah kejahatan pembunuhan yang baru-baru ini terjadi adalah palsu aliaas hoax. Namun, ia tidak sanggup memberikan contoh terkait tuduhan tersebut.

Komentar Gorka muncul setelah dirinya -sebagai perwakilan Gedung Putih- ditanya mengenai pemboman masjid di Minnesota Sabtu lalu. Gorka membenarkan insiden itu hanya jika pelaku di balik serangan dapat dibuktikan.

“Ada aturan yang bagus, semua laporan awal salah, Anda harus memeriksanya, Anda harus mencari tahu siapa pelakunya,” kata Gorka.

“Kami telah melakukan serangkaian kejahatan, dugaan kejahatan kebencian oleh individu sayap kanan, dalam enam bulan terakhir, yang ternyata benar-benar mayoritas dilakukan oleh pihak kiri.”

“Orang-orang melakukan kejahatan kebencian palsu dalam enam bulan terakhir dengan beberapa ketentuan. Saya rasa bijak untuk mengetahui apa sebenarnya yang terjadi sebelum Anda membuat pernyataan,” tambahnya.

Komentar pejabat Trump di MSNBC tersebut langsung menuai kritik dan kecaman, termasuk di media sosial. “Jika targetnya Muslim, diasumsikan hoax. Jika targetnya orang kulit putih Amerika, itu nyata,” demikian ditulis Todd Green dalam akun Twitternya.

“Aku bertanya apakah janggut Gorka itu palsu. Tuhan tahu segala sesuatu yang lain,” sindir Gregory Grushko.

BACA JUGA  Seorang Remaja Muslimah di Amerika Tewas Dibunuh Sepulang Tarawih

Gorka sendiri diketahui memiliki hubungan dengan aktivis sayap kanan di Hungaria. Menurut Daily Beast, ia pernah dipecat sebagai konsultan oleh FBI karena retorika anti-Islamnya.

Pada bulan April majalah online Forward menerbitkan sebuah karya yang merinci hubungan Gorka dengan kelompok sayap kanan Hungaria yang tersembunyi selama beberapa dekade.

Vitezi Rend memiliki hubungan historis dengan Nazi selama masa pendudukan mereka di Hungaria, namun Gorka mengatakan bahwa dia “tidak pernah bersumpah setia secara resmi”.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Ibas Fuadi

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Kasus Penistaan Agama Ade Armando Dihentikan, LBH Street Lawyer Ajukan Gugatan

Menurutnya, SP3 yang dikeluarkan oleh Ditrskrimsus tidak masuk akal. Terlebih, ia menilai bahwa tindakan tersebut tidak didasari dengan hukum yang berlaku di Indonesia.

Kamis, 10/08/2017 14:08 0

Indonesia

ICMI: Jangan Sampai Mantan Anggota HTI Diperlakukan Seperti PKI

Ia meminta kepada pihak berwenang atau pemerintah untuk tidak berlebihan dan sewenang-wenang dalam menangani para mantan anggota HTI.

Kamis, 10/08/2017 13:23 0

Indonesia

Hastag #AyoTangkapViktor Duduki Trending Topic di Twitter

Warganet ramai-ramai keluarkan hastag #AyoTangkapViktor di Twitter, dan berhasil menduduki trending topik urutan pertama. Para netizen meminta agar pemerintah memproses hukum atas pernyataan Viktor tersebut.

Kamis, 10/08/2017 12:57 0

Opini

Mahasiswi Dilarang Bercadar, Unpam Langgar HAM?

Peraturan baru Universitas Pamulang (Unpam) yang melarang mahasiswi bercadar mendapat reaksi dari berbagai kalangan. Tidak sedikit mahasiswi menyuarakan penolakannya di forum-forum diskusi.

Kamis, 10/08/2017 12:40 0

Indonesia

Ustadz Abu Bakar Baasyir Dilarikan ke RS Harapan Kita

Ulama kharismatik Ustadz Abu Bakar Baasyir dilarikan ke rumah sakit pada Rabu malam (08/08) ke RS Harapan Kita Jakarta.

Kamis, 10/08/2017 09:47 0

Indonesia

ACTA Gugat Perppu Pembubaran Ormas ke MK

Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) resmi mendaftarkan gugatan uji materiil Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Kamis, 10/08/2017 06:47 0

Indonesia

Parah… Mengaku Nabi Terakhir, Hadasari Ternyata Pasien RSJ

Pengakuannya kali ini sebenarnya bukanlah pertama kali. Sebelumnya Hadasari pernah mengaku sebagai nabi pada tahun 2015 lalu.

Rabu, 09/08/2017 13:29 0

Video Kajian

Bahaya Dosa Kecil (Ust. Abu Rusydan)

KIBLAT.NET – Sering kali kita lalai dengan dosa kecil. Bahkan banyak dari kita yang menganggap...

Rabu, 09/08/2017 11:10 0

Indonesia

Soal Penunjukan Rektor oleh Presiden, Dahnil: Kampus Tidak Boleh Jadi Alat Kekuasaan

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) ā€ˇTjahjo Kumolo mengatakan, pemilihan Rektor Perguruan Tinggi akan dilakukan sendiri oleh presiden. Kebijakan itu diberlakukan dengan dalih untuk menangkal paham radikal masuk ke dunia pendidikan.

Rabu, 09/08/2017 10:17 0

Indonesia

Dahnil: Pernyataan Laiskodat Radikalis Pancasila, dan Itu Berbahaya

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan, perilaku atau pernyataan yang disampaikan oleh Ketua DPP dan Ketua Fraksi Partai Nasdem DPR RI, Victor Laiskodat, di Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan perilaku seorang radikalis sejati

Rabu, 09/08/2017 06:27 0