... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Dahnil: Pernyataan Laiskodat Radikalis Pancasila, dan Itu Berbahaya

Foto: Politisi Nasdem, Viktor Laiskodat.

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan, perilaku atau pernyataan yang disampaikan oleh Ketua DPP dan Ketua Fraksi Partai Nasdem DPR RI, Victor Laiskodat, di Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan perilaku seorang radikalis sejati.

“Bagi saya apa yang dilakukan Victor itu adalah perilaku radikalis Pancasila, dan itu berbahaya. Justru yang dilakukan Victor adalah sikap anti toleransi yang mengancam keindonesiaan kita,” ungkapnya saat dihubungi Kiblat.net, Selasa (08/08).

Menurut Dahnil, apa yang dilakukan Victor tidak mencerminkan sikap toleran dan kebhinekaan. Selain itu, perilaku Victor juga justru bertolak belakang dengan visi misi dari Partai Nasdem yang menyatakan cinta Bhineka Tunggal Ika, Pancasila dan sikap toleransi.

“Mereka yang tampaknya merawat toleransi justru yang paling rajin memproduksi sikap anti toleransi dan itu bisa dilihat dari perilaku Victor itu,” ujarnya.

Dahnil menegaskan, sudah sangat jelas bahwa sikap Victor adalah sikap seorang radikalis sejati yang tidak pantas ditiru.

“Nah Victor itu radikalis yang sesungguhnya, apa yang dilakukan Victor di NTT itu perilaku radikalis sejati, penebar kebencian. Yang jelas perilaku Victor itu radikalis sejati,” katanya.

Untuk itu, Dahnil pun mendesak Partai Nasdem memberikan tindakan dan sanksi tegas kepada Victor Laiskodat sebagai bukti bahwa Partai Nasdem adalah partai yang mencintai NKRI, Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.

BACA JUGA  Habib Rizieq Bantah Tak Lapor KBRI di Arab Saudi Soal Pencekalan

“Ya tentu harus ada tindakan tegas ya, karena sebelumnya juga kan Nasdem tegas menyatakan akan melawan yang anti toleransi dan melawan radikalis,” ungkapnya.

Dahnil pun menyebut, jika memang Nasdem berpendirian bahwa Video Victor adalah editan, maka hendaknya segera ditunjukkan kepada publik video aslinya.

“Jika melihat seperti itu. Saya melihat itu adalah perilaku radikalis Pancasila, itu berbahaya. Itulah kenapa saya sebut, prilaku ucapan-ucapan seperti itu malah mengganggu toleransi ummat beragama kita, justru mereka yang mengaku Pancasilais tapi justru memproduksi prilaku anti Pancasila, seperti yg dilakukan victor itu,” ujarnya.

“Supaya terang seperti yang disampaikan Nasdem, bahwa itu editan, maka baiknya sampaikan pada publik mana yang aslinya,” tutupnya.

Reporer: Muhammad Jundii
Editor: Hunef Ibrahim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Turki

Usai Reshuffle Militer, Erdogan Isyaratkan Operasi Melawan Kurdi di Suriah

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Senin (07/08) kemarin mengatakan bahwa agresi militer terhadap Kurdi di Suriah bisa saja dilakukan dalam beberapa hari ke depan.

Selasa, 08/08/2017 20:33 0

Suriah

Program AS Dukung Kelompok Bersenjata Suriah Masih Berjalan

Program intelijen AS (CIA) untuk mendukung oposisi “moderat” Suriah masih berjalan meski Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan menghentikannya pada Juli lalu. Akan tetapi, sumber-sumber oposisi yang terlibat dalam program CIA itu menyebutkan bahwa batas akhir penghentian program tersebut pada Desember mendatang.

Selasa, 08/08/2017 18:00 0

Afghanistan

Soal Serangan di Mirza Awlang, Taliban Bantah Kerja Sama dengan ISIS

Imarah Islam Afghanistan atau Taliban membantah laporan bahwa pejuangnya telah bekerja sama dengan kelompok ISIS dalam sebuah operasi serangan. Taliban mengatakan bahwa laporan itu bertujuan untuk merendahkan reputasi kelompoknya.

Selasa, 08/08/2017 17:07 0

Yaman

UEA Kontrol Penuh Provinsi Yaman Kaya Minyak, Shobwah

Pasukan elit Yaman yang dilatih Uni Emirat Arab (UEA) dan Amerika Serikat mengontrol penuh provinsi Shobwah, wilayah kaya minyak di selatan negara tersebut. Kontrol itu didapat setelah para pejuang Al-Qaidah Yaman menarik diri.

Selasa, 08/08/2017 15:15 0

Pakistan

Terjun ke Politik, Jamaat-ud-Dawa Luncurkan Partai Baru di Pakistan

Lembaga amal Jamaat-ud-Dawa (JuD) berusaha memasuki ranah politik dengan meluncurkan sebuah partai baru. Demikian dilaporkan Associated Press, Senin (07/08).

Selasa, 08/08/2017 14:40 0

Amerika

AS Kirim Dua Utusan Khusus untuk Akhiri Krisis Teluk

Amerika Serikat mengumumkan mengirim dua utusan khusus ke Teluk untuk membantu menyelesaikan ketegangan diplomatik antara Qatar dan empat negara yang memblokadenya. Utusan ini dijadwalkan bertolak pekan ini, sebagaimana dilaporkan Reuters Arabic pada Senin (07/08).

Selasa, 08/08/2017 12:51 0

News

Muslim di Afrika Tengah Terancam Dimusnahkan

Bentrokan baru-baru ini di Republik Afrika Tengah menjadi tanda peringatan awal akan terjadinya genosida. Untuk itu, PBB meminta agar pasukan penjaga perdamaian dapat meningkatkan kehadiran di negara tersebut.

Selasa, 08/08/2017 12:00 0

Turki

Erdogan: Jerman Bersekongkol dengan Teroris

Hubungan Turki dan Jerman semakin memburuk mulai bulan lalu setelah Ankara menangkap 10 aktivis hak asasi manusia, termasuk seorang warga negara Jerman, sebagai bagian dari tindakan keras keamanan yang lebih luas.

Selasa, 08/08/2017 11:24 0

Palestina

Meski Ditutup Israel, Al Jazeera Konsisten Tetap Liputan di Palestina

Al Jazeera menegaskan bahwa akan terus meliput berita dan peristiwa di wilayah Palestina yang diduduki secara profesional dan obyektif.

Senin, 07/08/2017 19:11 0

Arab Saudi

Buat Jamaah Haji Jangan Khawatir Kepanasan, Kini Ada Payung Ber-AC

Seorang insinyur Saudi membuat penemuan yang dinamai "Payung Makkah". Payung ini diklaim menghindarkan jamaah haji dari ancaman dehidrasi dan kelelahan karena panas ketika berjalan di tengah terik matahari yang bisa mencapai 40°C.

Senin, 07/08/2017 16:16 0

Close