... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Tidak Hanya Unpam, Inilah Kampus-kampus yang Melarang Mahasiswi Bercadar

Foto: Muslimah India Berhijab. (Ilustrasi)

KIBLAT.NET, Jakarta – Polemik pelarangan cadar ternyata banyak terjadi di kampus Indonesia. Padahal Indonesia sendiri terbilang mayoritas Islam, namun phobia terhadap syariat Islam terutama masalah masalah cadar marak terjadi. Belakangan, Universitas Pamulang pun ikut memberlakukan aturan ini dengan dalih memperlancar proses komunikasi.

Berikut beberapa universitas di Indonesia yang melarang mahasiswinya mengenakan cadar, yang dirangkum dari berbagai sumber.

  1. Pada April 2017, aturan larangan bercadar diberlakukan di IAIN Jember. Alasannya, Wakil Rektor Bidang Pengembangan Akademik IAIN Jember, Nur Salikin mengatakan bahwa cadar dinilai tidak mencerminkan Islam yang ramah dan menyejukan.
  2. Pelarangan cadar bagi mahasiswi Muslimah juga terjadi di kampus Universitas Lambung Mangkurat (Unlam), Banjarmasin pada Kamis, 26/032015. Alasanya karena menganggu proses belajar mengajar. Hal itu diungkapkan oleh Rektor Universitas Lambung Mangkurat (Unlam), H Sutarto Hadi.“Kami sepakat tidak mengizinkan mahasiswa memakai cadar. Kalau ada mahasiswa yang pakai cadar ya akan kami tegur. Kalau tetap ngotot, kami sarankan cari perguruan tinggi lain,” tegasnya.
  3.  Pelarangan selanjutnya terjadi di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (STIKIM), Jakarta pada (22/09/2013). Korban yang terkena pelarangan tersebut adalah Sumayyah. Bahkan dia dikeluarkan oleh pihak kampus.
  4. Belakangan ini yang baru terjadi adalah kampus Unpam, kota Tangerang Selatan pada hari Senin Senin (07/08/2017). Kampus tersebut mengeluarkan kebijakan baru yaitu pelarangan Cadar dan Rambut Gondrong, karena dinilai menganggu proses belajar mengajar. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Ir. Sewaka.
BACA JUGA  Hikma Sanggala: Tuduhan Saya Radikal Hingga Saat Ini Tidak Terbukti

 

Reporter: Furqon Amrullah
Editor: Syafi’i Iskandar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Program AS Dukung Kelompok Bersenjata Suriah Masih Berjalan

Program intelijen AS (CIA) untuk mendukung oposisi “moderat” Suriah masih berjalan meski Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan menghentikannya pada Juli lalu. Akan tetapi, sumber-sumber oposisi yang terlibat dalam program CIA itu menyebutkan bahwa batas akhir penghentian program tersebut pada Desember mendatang.

Selasa, 08/08/2017 18:00 0

Afghanistan

Soal Serangan di Mirza Awlang, Taliban Bantah Kerja Sama dengan ISIS

Imarah Islam Afghanistan atau Taliban membantah laporan bahwa pejuangnya telah bekerja sama dengan kelompok ISIS dalam sebuah operasi serangan. Taliban mengatakan bahwa laporan itu bertujuan untuk merendahkan reputasi kelompoknya.

Selasa, 08/08/2017 17:07 0

Yaman

UEA Kontrol Penuh Provinsi Yaman Kaya Minyak, Shobwah

Pasukan elit Yaman yang dilatih Uni Emirat Arab (UEA) dan Amerika Serikat mengontrol penuh provinsi Shobwah, wilayah kaya minyak di selatan negara tersebut. Kontrol itu didapat setelah para pejuang Al-Qaidah Yaman menarik diri.

Selasa, 08/08/2017 15:15 0

Pakistan

Terjun ke Politik, Jamaat-ud-Dawa Luncurkan Partai Baru di Pakistan

Lembaga amal Jamaat-ud-Dawa (JuD) berusaha memasuki ranah politik dengan meluncurkan sebuah partai baru. Demikian dilaporkan Associated Press, Senin (07/08).

Selasa, 08/08/2017 14:40 0

Amerika

AS Kirim Dua Utusan Khusus untuk Akhiri Krisis Teluk

Amerika Serikat mengumumkan mengirim dua utusan khusus ke Teluk untuk membantu menyelesaikan ketegangan diplomatik antara Qatar dan empat negara yang memblokadenya. Utusan ini dijadwalkan bertolak pekan ini, sebagaimana dilaporkan Reuters Arabic pada Senin (07/08).

Selasa, 08/08/2017 12:51 0

News

Muslim di Afrika Tengah Terancam Dimusnahkan

Bentrokan baru-baru ini di Republik Afrika Tengah menjadi tanda peringatan awal akan terjadinya genosida. Untuk itu, PBB meminta agar pasukan penjaga perdamaian dapat meningkatkan kehadiran di negara tersebut.

Selasa, 08/08/2017 12:00 0

Turki

Erdogan: Jerman Bersekongkol dengan Teroris

Hubungan Turki dan Jerman semakin memburuk mulai bulan lalu setelah Ankara menangkap 10 aktivis hak asasi manusia, termasuk seorang warga negara Jerman, sebagai bagian dari tindakan keras keamanan yang lebih luas.

Selasa, 08/08/2017 11:24 0

Palestina

Meski Ditutup Israel, Al Jazeera Konsisten Tetap Liputan di Palestina

Al Jazeera menegaskan bahwa akan terus meliput berita dan peristiwa di wilayah Palestina yang diduduki secara profesional dan obyektif.

Senin, 07/08/2017 19:11 0

Arab Saudi

Buat Jamaah Haji Jangan Khawatir Kepanasan, Kini Ada Payung Ber-AC

Seorang insinyur Saudi membuat penemuan yang dinamai "Payung Makkah". Payung ini diklaim menghindarkan jamaah haji dari ancaman dehidrasi dan kelelahan karena panas ketika berjalan di tengah terik matahari yang bisa mencapai 40°C.

Senin, 07/08/2017 16:16 0

Myanmar

Myanmar Tak Akui Pelanggaran HAM terhadap Rohingya

Laporan PBB bulan Februari menunjukkan bahwa pasukan keamanan Myanmar telah membuat sebuah kampanye pembersihan etnis Muslim Rohingya. Namun, laporan ini ditolak oleh otoritas Myanmar pada Ahad (06/08), yang menyebut bahwa hal itu sebuah tuduhan yang berlebihan.

Senin, 07/08/2017 14:20 0

Close