... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Muslim di Afrika Tengah Terancam Dimusnahkan

Foto: Milisi Kristen Anti-Balaka Afrika Tengah

KIBLAT.NET, Bangui – Bentrokan baru-baru ini di Republik Afrika Tengah menjadi tanda peringatan awal akan terjadinya genosida. Untuk itu, PBB meminta agar pasukan penjaga perdamaian dapat meningkatkan kehadiran di negara tersebut.

“Tanda-tanda peringatan dini genosida ada di sana,” kata Steven O’Brien pada Senin (07/08) di sebuah pertemuan PBB menyusul kunjungannya baru-baru ini ke Republik Afrika Tengah dan Republik Demokratik Kongo.

“Kita harus bertindak sekarang, tidak mengurangi usaha PBB, dan berdoa agar kita tidak menyesalinya,” imbuhnya.

O’Brien mengatakan sudah waktunya untuk memberi wewenang peningkatan pasukan dan polisi yang bertugas dalam program MINUSCA di Afrika Tengah.

Kepala penjaga perdamaian PBB Jean-Pierre Lacroix pekan lalu mengatakan telah mempertimbangkan untuk mengirim sebuah permintaan ke Dewan Keamanan PBB untuk mengirim lebih banyak pasukan untuk MINUSCA.

Republik Afrika Tengah yang menjadi salah satu negara termiskin di dunia, telah terlibat dalam peperangan antara milisi Muslim dan Kristen pada tahun 2013. Sebelumnya Presiden Francois Bozize digulingkan oleh sebuah koalisi kelompok militan Muslim yang disebut Seleka.

Mereka pada gilirannya digulingkan oleh intervensi militer yang dipimpin oleh mantan penguasa kolonial Perancis. Peristiwa tersebut memicu kekerasan sektarian paling berdarah dalam sejarah negara tersebut karena sebagian besar milisi Kristen melakukan pembalasan dendam.

Orang-orang Kristen, yang berjumlah sekitar 80 persen dari populasi, mengorganisir kelompok yang kerap bertindak main hakim sendiri yang dijuluki “anti-balaka”.

BACA JUGA  Islamofobia di Bosnia: Retorika Politik hingga Ancaman Nyata

Perserikatan Bangsa-Bangsa memiliki 12.350 tentara dan polisi di lapangan untuk membantu melindungi warga sipil dan mendukung pemerintahan Presiden Faustin-Archange Touadera yang terpilih tahun lalu.

Sementara pemerintahan Touadera tetap memegang kendali di Bangui, otoritasnya lemah di luar ibukota tempat mantan kelompok Seleka dan pejuang anti-balaka bentrok.

Sembilan pasukan penjaga perdamaian MINUSCA telah terbunuh tahun ini, membuat kekhawatiran bahwa negara tersebut kembali ke pertumpahan darah yang meledak pada tahun 2013 menyusul penggulingan Bozize.

O’Brien mengungkapkan kengeriannya ketika berkunjung ke sebuah gereja Katolik di kota selatan Bangassou. Di wilayah tersebut terdapat 2.000 pengungsi Muslim sejak tiga bulan yang lalu yang dikelilingi oleh milisi Kristen anti-Balaka yang mengancam akan membunuh mereka.

“Risikonya sangat tinggi dan kita harus fokus dengan benar apakah akan memindahkan mereka ke tempat lain atau tidak,” katanya.

Setengah dari populasi negara tersebut, atau 2,4 juta orang, membutuhkan bantuan pangan untuk bertahan hidup. Negara ini juga menampung setengah juta pengungsi.

“Risiko masuk ke dalam krisis kemanusiaan berskala besar sudah dekat,” kata O’Brien.

Sumber: World Bulletin
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Soal Pidato Viktor, Nasdem Ogah Minta Maaf

Zulfan juga mengklaim bahwa Nasdem merasa menjadi korban. Sebab, video tersebut telah berkembang luas di masyarakat.

Selasa, 08/08/2017 11:00 1

Indonesia

Tuai Kecaman di Medsos, Nasdem Sebut Video Pidato Viktor Diedit

Sementara itu, ketua tim kajian, Zulfan Lindan mengklaim bahwa video yang saat ini beredar adalah editan. Ia mengatakan, video tersebut telah menghilangkan konten.

Selasa, 08/08/2017 10:42 0

Indonesia

Keislaman Tak Diakomodasi, Situasi Sekarang Dinilai Seperti Orde Baru

Keislaman dan keindonesiaan itu bisa berjalan dengan baik kalau ada akomodasi

Senin, 07/08/2017 17:03 0

Indonesia

Guru Besar UIN Jakarta: Jika HTI Ditolak, Sekularisasi Juga Tak Bisa Ditoleransi

Seluruh wacana tentang sekularisasi juga bertentangan dengan identitas bangsa

Senin, 07/08/2017 16:42 0

Indonesia

Akmal Sjafril Resmi Jadi Koordinator Pusat Indonesia Tanpa JIL

Silaturrahim Nasional Indonesia Tanpa JIL 2017 resmi mengangkat Akmal Sjafril sebagai Koordinator Pusat Indonesia Tanpa JIL periode 2017-2020. Akmal ditunjuk dan dipilih oleh anggota dan pengurus Indonesia Tanpa JIL seluruh Indonesia dalam musyawarah di Cisarua, Bogor Sabtu (05/08) lalu.

Senin, 07/08/2017 15:40 0

Indonesia

Duh… Kampus Unpam Larang Mahasiswinya Bercadar

Kampus Universitas Pamulang (UNPAM), Kota Tangerang Selatan membuat peraturan baru yang kontroversial. Peraturan yang diberlakukan adalah larangan bercadar bagi mahasiswi dan berambut gondrong bagi mahasiswa. Bagi yang melanggar, dilarang untuk mengikuti kegiatan akademik di kampus.

Senin, 07/08/2017 15:21 1

Indonesia

Slogan ‘Saya Pancasila Saya Indonesia’ Menyalahi Semangat Keindonesiaan

Slogan ‘Saya Pancasila Saya Indonesia’ merupakan bentuk pernyataan dari orang-orang yang tidak paham sejarah bangsa

Senin, 07/08/2017 14:46 0

Tazkiyah

Beruntung Karena Harta yang Berkah

Lelaki itu tetap menolak, “Aku tidak akan mengambil sesuatu yang tidak ada berkah di dalamnya.”

Senin, 07/08/2017 13:40 0

Indonesia

Menteri Agama: Seluruh Dana Haji akan Diserahkan Ke BPKH

Seluruh dana haji akan diserahkan ke BPKH, diserahkan pada akhir Agustus ini yang sifatnya umum

Senin, 07/08/2017 12:03 0

Indonesia

Komnas HAM: Ketika Islam Jadi Minoritas, Sulit Mendirikan Rumah Ibadah

Oleh sebab itu, Imdadun menegaskan bahwa toleransi antar umat beragama di Indonesia sulit ketika Islam menjadi minoritas.

Ahad, 06/08/2017 13:15 0

Close