... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Keislaman Tak Diakomodasi, Situasi Sekarang Dinilai Seperti Orde Baru

Foto: Aparat kepolisian menangkap Nurul Fahmi, seorang penghafal Alquran karena membawa bendera berlafaz kalimat tauhid.

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua PP Muhammadiyah Bahtiar Effendy menyoroti akomodasi keislaman yang terjadi dalam sejarah perjalanan Indonesia. Menurutnya, tak ada akomidasi penguasa saat ini terhadap keislaman.

“Saya kira, kalau saya baca sejarah perjuangan Indonesia kuncinya hanya satu, keislaman dan keindonesiaan itu bisa berjalan dengan baik kalau ada akomodasi. Saya kira ketika Bung Karno dan Bung Hatta ditekan ketika ingin meletakkan Dasar Negara UUD 1945, itu juga ada akomodasi,” kata Bahtiar saat berbicara dalam pengajian bulanan di Gedung Dakwah PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Jumat (04/08) malam.

Namun, menurut Bahtiar, dalam perjalanannya akomodasi yang ada antara Keislaman dan Keindonesiaan dinilainya mengalami keguncangan dan ketidakstabilan. Akomodasi terhadap keislaman terus mengalami fluktuasi.

Dulu saat Soekarno ingin Indonesia cepat merdeka, dia mengakomodir 7 kata. Guru Besar UIN Jakarta itu menduga Soekarno tidak beripikir lebih dalam, yang penting merdeka dulu. Keinginan tokoh Islam ynag saat itu menghendaki dicantumkannya tujuh kata dituruti oleh Soekarno agar umat Islam mau membantu kemerdekaan

“Nah mungkin Bung Hatta berpikir lebih panjang, nah ini harus diskusikan ulang, nah ini akomodasi, dibuang 7 kata, tapi ditambahkan Yang Mahaesa,” ungkapnya.

Mengomentari keadaan saat ini, Bahtiar menilai indonesia dalam keadaan yang tanpa akomodasi antara keislaman dan keindonesiaan. “Sekarang ini, saya kira, kita ada dalam tingkat akomodasi yang kurang mengenakkan. Saya kira tanpa akomodasi,” ungkapnya.

BACA JUGA  Wapres JK Akan Resmikan Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah

Situsai ini disebutnya seperti zaman Orde baru dulu, yang bahkan tidak ada akomodasi sama sekali. Hingga akhirnya sekitar tahun 1989 barulah ada beberapa akomodasi terlihat dengan adanya UU tentang bank Muamalat.

“Akomodasi yang signifikan baru terjadi pada 1989 dengan adanya UU yang berbau Islam,” terangnya.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Arab Saudi

Buat Jamaah Haji Jangan Khawatir Kepanasan, Kini Ada Payung Ber-AC

Seorang insinyur Saudi membuat penemuan yang dinamai "Payung Makkah". Payung ini diklaim menghindarkan jamaah haji dari ancaman dehidrasi dan kelelahan karena panas ketika berjalan di tengah terik matahari yang bisa mencapai 40°C.

Senin, 07/08/2017 16:16 0

Myanmar

Myanmar Tak Akui Pelanggaran HAM terhadap Rohingya

Laporan PBB bulan Februari menunjukkan bahwa pasukan keamanan Myanmar telah membuat sebuah kampanye pembersihan etnis Muslim Rohingya. Namun, laporan ini ditolak oleh otoritas Myanmar pada Ahad (06/08), yang menyebut bahwa hal itu sebuah tuduhan yang berlebihan.

Senin, 07/08/2017 14:20 0

Tazkiyah

Beruntung Karena Harta yang Berkah

Lelaki itu tetap menolak, “Aku tidak akan mengambil sesuatu yang tidak ada berkah di dalamnya.”

Senin, 07/08/2017 13:40 0

Iran

Seorang Tentara Iran Tembaki Temannya Sendiri, 4 Tewas

Penembakan terjadi di pangkalan udara militer di Kahrizak, selatan Teheran

Senin, 07/08/2017 13:40 0

Arab Saudi

Arab Saudi Tetapkan Hukuman Mati terhadap 14 Aktivis Syiah

Empat belas aktivis Syiah saat ini sedang menunggu hukuman eksekusi. Mereka ditangkap karena diduga terlibat aksi demonstrasi anarkhis dan tindak kekerasan terhadap aparat keamanan.

Senin, 07/08/2017 13:13 0

Mesir

Mufti Mesir Perbolehkan Zakat Disalurkan untuk Pasukan Anti-Teror

Fatwa kontroversial ini langsung memicu kecaman di media sosial. Sejumlah aktivis di Twitter, menganggap hal ini sebagai lisensi bagi tentara dan polisi untuk merebut dana zakat di Mesir dengan dalih memerangi terorisme.

Senin, 07/08/2017 12:25 0

Amerika

AS Terapkan Standar Ganda dalam Teror Bom di Masjid Minnesota, Publik Mengecam

Kecaman terus bermunculan ketika pemerintah dan media AS bersikap pasif merespon teror bom di Islamic Center Dar Al Farooq, Minnesota.

Senin, 07/08/2017 11:40 1

Amerika

Pasca Teror Bom di Masjid Minnesota, CAIR Imbau Seluruh Masjid Tingkatkan Keamanan

Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) mendesak pusat-pusat Islam dan masjid-masjid di seluruh AS untuk meningkatkan keamanan pasca masjid di Minnesota mendapat serangan teror bom.

Senin, 07/08/2017 10:52 0

Yaman

Perangi Al-Qaidah, Pasukan Darat AS Sudah Berada di Yaman

Pada hari Kamis (03/07) ada laporan bahwa AS ikut ambil bagian dalam operasi militer melawan al-Qaidah di bagian selatan propinsi Shabwah, Yaman. Sehari setelah itu, Pentagon mengkonfirmasi “sejumlah kecil” pasukan darat AS telah dikerahkan ke Yaman dalam sebuah operasi kontra al-Qaidah di Semenanjung Arabia (AQAP) yang saat ini tengah berlangsung.

Senin, 07/08/2017 10:20 0

Arab Saudi

Jelang Negosiasi Lanjutan Krisis Suriah, Saudi Keukeuh Tolak Assad

Pemerintah Arab Saudi, salah satu pendukung utama oposisi Suriah, kembali mengatakan bahwa pihaknya masih mendukung kesepakatan internasional soal masa depan Suriah. Akan tetapi, Riyadh menegaskan menolak peran Bashar Assad dalam setiap proses transisi politik untuk mengakhiri konflik di negara tersebut.

Senin, 07/08/2017 09:52 0

Close